RIAUBOOK.COM - Masyarakat tidak mempercayai peristiwa kecelakaan yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto, meski mobil yang dikendarai menabrak tiang listrik dan mengalami kerusakan, Kamis malam (16/11/2017).
Keraguan itu datang dari masyarakat Riau, Padli AR (28) tinggal di Kecamatan Kelayang Indragiri Hulu, ia menilai dan melihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya (selalu mangkir Setya Novanto, red), ragu peristiwa kecelakaan yang menimpa pada Setya Novanto.
"Ini perlu dipertanyakan," kata Padli saat menjawab Riaubook.com melalui sambungan telepon, Jumat (17/11/2017).
Padli AR heran, kenapa kalau sudah dalam kondisi terjepit, lalu tiba-tiba baru ada masalah yang dialami Setya Novanto.
"Saya gak percaya memang, curiga kita dibuatnya," ujar Padli, yang juga pernah menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Riau tahun 2012.
Dengan kekuatan penuh KPK, demikian Padli AR, harapanya KPK harus mengeluarkan seluruh energinya guna mengusut Setya Novanto.
"KPK harus tuntas, buktikan Setya Novanto bersalah," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kamis (16/11/2017) malam, Novanto hendak menuju kantor salah satu televisi swasta untuk wawancara secara langsung, namun dalam perjalanan Ketua DPR Setya Novanto mengalami kecelakaan yang sangat parah.
Demikian dikatakan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.
"Beliau mengalami kecelakaan yang sangat parah," ucap Fredrich di Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com, Kamis malam.
Fredrich mengaku mendapat informasi kecelakaan tersebut dari ajudan Novanto. Ia tidak tahu persis lokasi kecelakaan.
"Kondisi mobil hancur," kata dia.
Fredrich menambahkan, Novanto kemudian dibawa ke RS Permata Hijau. Menurut dia, kondisi Novanto belum sadarkan diri.
Setelah mendapat informasi dari ajudan, Fredrich mengaku langsung memberi tahu keluarga Novanto.
Menurut Fredrich, sebenarnya Novanto akan mendatangi KPK pada Kamis malam ini. Ia mengaku sudah diminta mendampingi.
Novanto saat ini tengah dicari KPK. Pada Rabu (15/11/2017) malam, petugas KPK tidak menemukan Novanto di kediamannya di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, ketika melakukan upaya penjemputan paksa.
Upaya paksa itu dilakukan setelah Ketua Umum Partai Golkar itu berkali-kali mangkir dalam pemanggilan KPK.
Novanto sebelumnya tiga kali tak hadir dalam agenda pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Ia juga sekali tak hadir ketika dipanggil sebagai tersangka. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…