RIAUBOOK.COM - Dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) yang menyeret 18 orang tersangka termasuk beberapa ASN Pemprov Riau membuat para pejabat menjadi 'gamang' dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Ketua Komisi D DPRD Riau yang membidangi masalah infrastruktur, Hardiyanto menanggapi, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan sepanjang pekerjaan yang dilakukan benar.
"Kalau terjadi traumatik itu wajar saja terjadi. Karena kawan kita sendiri dalam satu kantor yang kita lihat telah jadi tersangka. Kita berharap kalau bekerja masih dalam konteks dan koridor yang benar dan berlaku sesuai dengan aturan main yang ada, tidak ada yang perlu ditakutkan. Kalau dijadikan alasan ketakutan, tidak akan jalan kegiatan," kata legislator itu di Pekanbaru, Jumat (17/11/2017).
Politisi Gerindra ini menambahkan, persn dari kepala daerah sangat dibutuhkan dalam permasalahan ini untuk memberikan ketenangan pada bawahannya.
Begitu juga komunikasi dengan pihak Kejati Riau, menurut dia perlu untuk mengetahui dan mengklasifikasi keterlibatan sejumlah ASN itu seperti apa yang harus disampaikan dengan transparansi dan terbuka.
"Jadi pendekatan ke dalam dan ke luar sangat dibutuhkan dari Gubri dalam nwmberikan ketenangan," dia menambahkan.
Ia katakan, mengenai kasus yang menimpa kalangan ASN tersebut harus berprinsip praduga tak bersalah, karena bisa saja nanti dipersidangan yang bersangkutan membantah.
"Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan sepanjang bekerja dengan profesional dan tupoksi masing-masing," kata dia. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…