Kelapa bakar bu Warsito di Semarang, Jawa Tengah.(KOMPAS.com)

Minggu, 03 Desember 2017 - 09:48 WIB 10540000

Kelapa Bakar Bu Warsito Ditambahi Bumbu Rempah-rempah Plus Telur Bebek

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Di Kota Semarang, Jawa Tengah ada sebuah kedai sederhana di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang menyajikan minuman kelapa bakar.

Kedai sederhana itu milik Bu Warsito sudah ada sejak 2007 silam.

Dalam penyajiannya, kelapa bakar bu Warsito ditambahi bumbu rempah-rempah dan plus telur bebek.

Bau amis masih terasa saat hendak meminum kelapa bakar itu. Namun itu tak menjadi halangan ketika diminum. Air kelapa yang masih hangat bercampur rempah sangat terasa jika dibanding air kelapa muda biasanya.

Kelapa bakarbu Warsito ditambahi bumbu rempah mulai dari akar alang-alang, jahe, kencur, empu kunir, adas kulo waras (ramuan jamu Jawa), telur bebek, madu, susu dan jeruk nipis.

Menurut bu Warsito, ada khasiat tersendiri meminum kelapa bakar. Selain diyakini menyembuhkan asam urat, kolesterol, batu ginjal, liver, manfaat kelapa bakar juga diyakini menyembuhkan penyakit gula.

Kedai Bu Warsito ini unik karena hanya satu-satunya di Kota Semarang. Setiap hari, kedai miliknya tak kurang dikunjungi 100 orang untuk merasakan legitnya air kelapa bakar itu.

Bahkan para pengunjung dari luar kota nekat datang seperti Kudus, Magelang, Jakarta dan kota-kota lain. Bu Warsito mengatakan, usaha kelapa bakar ini bermula atas saran orang Jepang yang berkunjung ke kedainya.

Pada 2007, orang Jepang minta kelapa muda dibakar. Warsito kala itu sebagai pedagang kelapa muda tak habis pikir, namun ia mencoba melayani warga Jepang itu dengan membakar beberapa kelapa, kemudian disajikan dengan permintaan campuran rempah-rempah di atas air kelapa yang masih hangat.

"Orang Jepang itu sehabis golf biasanya mampir sini, kedai saya jadi langganan. Mereka bilang, khasiat kelapa bakar dan rempah bisa nyembuhin berbagai penyakit," katanya, Rabu (29/11/2017).

Sejak saat itu, bu Warsito mulai membakar kelapa lebih banyak. Di luar dugaan, peminat kelapa bakar ternyata tinggi. Para pengunjung, sambung dia, percaya jika minum kelapa bakar plus ramuan rempah sangat berkhasiat untuk tubuh.

Nenek 50 tahun itu akhirnya beralih menjual kelapa bakar. Setiap hari, kelapa dibakar pada 04.00 WIB. Pembakaran kelapa membutuhkan waktu selama tiga jam dengan kayu bakar.

Kelapa bakar sendiri harus dihidangkan kala masih hangat. Hal itu, kata dia, lebih berkhasiat untuk tubuh.

"Kalau minum kelapa bakar tidak boleh dimakan daging kelapanya, karena sudah ada minyak. Tidak boleh juga pakai es," tambahnya, mengutip Kompas.com.

Untuk satu buah kelapa bakar hasil racikannya dihargai Rp 25.000. Pengunjung pun dapat memilih ramuan rempah sesuai dengan keinginan. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Cara Bupati Kampar Sulap Stanum jadi Magnet Wisatawan

Rabu, 29 November 2017 - 10:29 WIB

11 Negara Ramaikan Tour de Siak 2017

Senin, 27 November 2017 - 16:18 WIB

Tahukah? Ternyata Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18

Senin, 20 November 2017 - 23:34 WIB

Singgah ke Aceh? Cobain Ayam Royal yang Lagi Populer Ini..

Minggu, 12 November 2017 - 10:42 WIB

Dari Riau untuk Pariwisata Nasional, Ini Orangnya

Minggu, 05 November 2017 - 10:15 WIB

Menyusuri Jejak Sejarah Raja Rambah di Rohul

Rabu, 01 November 2017 - 13:46 WIB

Bupati Suyatno Minta APBD Riau untuk Pulau Jemur

Senin, 16 Oktober 2017 - 20:20 WIB

Tabuik Piaman Merupakan Budaya, Bukan Ritual Agama

Senin, 16 Oktober 2017 - 19:40 WIB

Walikota akan Membuat Pesta Budaya di Kota Dumai

Senin, 16 Oktober 2017 - 18:09 WIB

Makanan Khas Melayu Ada di Riau Expo

Senin, 16 Oktober 2017 - 07:38 WIB

Sadar, Fotografi itu Penting Dukung Pariwisata Riau

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:48 WIB

Produk Kampar Banyak Dicari Orang Jawa, Kata Azis Zaenal

Minggu, 15 Oktober 2017 - 17:16 WIB

Tabuik di Dumai Merupakan yang Termegah di Dunia

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:55 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia