Lokasi tempat wisata di Sulawesi Selatan, yang berjuluk pegunungan Karst (kapur). (net)

Minggu, 03 Desember 2017 - 16:23 WIB 21410000

Ini Tiga Daerah yang Pariwisatanya Sulit Berkembang

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Tiga daerah di Indonesia sulit berkembang pariwisatanya karena masyarakatnya tak pluralistik, demikian Wakil Presiden Jusuf Kallamenganggap.

Ia menyebutkan Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

"Seperti di daerahnya Pak Luhut dan di daerah saya Bugis itu susah ituhospitality-nya. Sebelum turisnya komplain, kita (orang Sumut dan Bugis) komplain dulu," kata Kalla saat hadir dalam puncak acara Sail Sabang 2017 di Pelabuhan CT-3, Sabang, Aceh, Sabtu (2/12/201).

Kalla mengatakan bila suatu daerah tak memiliki masyarakat yang plural akan sulit berkembang. Menurutnya, pluralistik menjadi modal untuk menerima wisatawan yang berkunjung ke daerahnya.

"Karena tentu daerah wisata tanpahospitalitytanpa rasa melayani daripada masyarakatnya, akan susah berkembang," ujarnya.

Kalla menilai ada contoh daerah yang memiliki masyarakat pluralistik. Ia menyebut Sabang dan Bali sebagai contoh masyarakat yang mudah menerima wisatawan.

"Karena Sabang penduduknya pluralistik. Biasanya daerah yang pluralistik itu penerimaan tamunya itu lebih terbuka. Susah itu Batak dan Bugis, NTT. Tiga daerah itu sangat susah majunya. Kecuali Bali, dimarahin (turis) senyum saja," jelasnya.

Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu andalan pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kalla untuk meraup devisa selain perdagangan dan industri kelapa sawit. Sektor pariwisata diproyeksikan sebagai penyumbang devisa terbesar tahun 2019.

Pada 2016, devisa pariwisata sudah mencapai 13,5 juta dollar AS per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) yang sebesar 15,9 juta dollar AS per tahun. Padahal pada 2015 lalu, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
redaksi riaubook

Berita Terkini

Cara Bupati Kampar Sulap Stanum jadi Magnet Wisatawan

Rabu, 29 November 2017 - 10:29 WIB

11 Negara Ramaikan Tour de Siak 2017

Senin, 27 November 2017 - 16:18 WIB

Tahukah? Ternyata Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18

Senin, 20 November 2017 - 23:34 WIB

Singgah ke Aceh? Cobain Ayam Royal yang Lagi Populer Ini..

Minggu, 12 November 2017 - 10:42 WIB

Dari Riau untuk Pariwisata Nasional, Ini Orangnya

Minggu, 05 November 2017 - 10:15 WIB

Menyusuri Jejak Sejarah Raja Rambah di Rohul

Rabu, 01 November 2017 - 13:46 WIB

Bupati Suyatno Minta APBD Riau untuk Pulau Jemur

Senin, 16 Oktober 2017 - 20:20 WIB

Tabuik Piaman Merupakan Budaya, Bukan Ritual Agama

Senin, 16 Oktober 2017 - 19:40 WIB

Walikota akan Membuat Pesta Budaya di Kota Dumai

Senin, 16 Oktober 2017 - 18:09 WIB

Makanan Khas Melayu Ada di Riau Expo

Senin, 16 Oktober 2017 - 07:38 WIB

Sadar, Fotografi itu Penting Dukung Pariwisata Riau

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:48 WIB

Produk Kampar Banyak Dicari Orang Jawa, Kata Azis Zaenal

Minggu, 15 Oktober 2017 - 17:16 WIB

Tabuik di Dumai Merupakan yang Termegah di Dunia

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:55 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia