Penulis: Ratanuson, M.Si
Mengenal Hampala
Hampala, adungan atau kebarau (Hampala macrolepidota) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae (kerabat ikan mas). Ikan ini menyebar luas di Asia Tenggara daratan dan Indonesia bagian barat.
Nama-nama lokalnya, di antaranya, hampala, hambal, hampalong (Sd.); ampalong (Btw); wader, suco, palung (Jw.); adungan, dungan, dongan (Klm.); kabarau, kebarau, barau, sebarau (Mly.); sebaju.
Dalam bahasa Inggris spesies ini dikenal sebagai Hampala Barb dan juga Large-scaled Hampala, sebagaimana nama penunjuk jenisnya (specific ephitet) yang merujuk pada sisik-sisiknya yang berukuran besar. Nama marganya dipinjam dari nama lokalnya dalam bahasa Sunda. (Sumber: Wikipedia).
Hampala merupakan salah satu spesies target dari pemancing mania khususnya untuk kategori wild fishing. Yang menarik dari memancing jenis ikan ini adalah kekuatan perlawanannya saat pemancing berhasil strike Hampala. Maka tak jarang penghobby mancing rela menghabiskan waktunya untuk menjelajahi sungai khususnya sungai arus deras, sampai ke wilayah spot yang sangat sulit untuk di jangkau. Dengan satu tujuan hanya untuk merasakan sensasi perlawanan ikan.

Salah Satu Hasil Casting Hampala
Karakteristik Spot Hampala
Habitat hidup Hampala lebih dominan dijumpai pada sungai berarus deras, walau tidak menutup kemungkinan untuk sungai yang tidak beraruspun jenis ikan ini tetap bisa ditemukan.
Karakter sungai yang disukai ikan Hampala adalah sungai berpasir dan berbatu dan tentunya bersih bebas dari pencemaran. Untuk jenis Hampala yang berukuran besar biasa bersarang di antara pohon tumbang di pinggir sungai atau berdiam diri di balik batu atau cekungan yang arusnya tenang yang berbatasan langsung dengan arus deras.
Kebiasaan ini untuk menunggu ikan mangsa yang lewat dan kemudian menyergapnya. Atau di tikungan sungai juga menjadi tempat favorit hampala untuk menunggu mangsa, biasanya berada di perbatasan arus deras dan tenang.
Berbeda dengan ikan yang berukuran besar, ikan Hampala yang berukuran kecil biasa berkeliaran ke mana mana di arus yang sedang, sering mengejar ikan buruan sampai ke pinggir sungai. Hampala juga suka mendiami lokasi muara sungai. Karena di tempat tersebut Hampala akan dengan mudah menunggu kedatangan ikan yang akan dijadikannya mangsa.

Spot Potensial Hampala
Makanan/Umpan/Lure Hampala
Makanan utama ikan Hampala adalah udang ataupun ikan-ikan yang berbadan lebih kecil dari separuh tubuhnya atau diperkirakan masuk dalam bukaan mulutnya yang ada di sekitar habitat Hampala. Untuk itu para pemancing yang ingin mendapatkan jenis ikan ini bisa menggunakan jenis umpan tersebut.
Karakter Hampala yang suka mengejar/menyambar anakan ikan ini dapat dimanfaatkan oleh para pemancing mania ataupun para angler yang menggunakan lure atau umpan buatan sejenis spoon, minow, buzz bait, soft lure atau spiner bahkan mini popper.

Aneka Jenis Lure Hampala
Peralatan Mancing/Tackel
Peralatan mancing atau yang sering disebut dengan tackel, merupakan peralatan penting yang harus di persiapkan untuk memancing Hampala. Dalam tulisanini, penulis lebih memfokuskan peralatan mancing/tackel yang digunakan untuk memancing Hampala dengan teknik casting.
Teknik mancing Casting suatu pengertian dari kata dasar inggris cast yang artinya melempar, pada praktiknya teknik casting adalah teknik memancing mengunakan umpan mainan yang disebut lure. Adapun peralatan atau tackel yang perlu dipersiapkan antara lain adalah:
1. Reel.
Reel termasuk dalam peralatan memancing yang fungsinya adalah sebagai penggulung dan penampung senar. Jika memancing Hampala dengan menggunakan teknik casting, maka dianjurkan untuk menggunakan reel dengan Gear Ratio yang tinggi (6:0:0 up). Gear Ratio adalah: perbandingan putaran spool atau bail arm pada spinning reel terhadap 1 kali engkol/handle.
Mengapa dianjurkan untuk memilih reel dengan ratio tinggi untuk memancing Hampala? Menurut pegalaman penulis, sesuai dengan karakter Hampala yang merupakan perenang cepat, maka ikan ini juga akan terpedaya dengan lure yang di retrive (mengulung lure) dengan cepat di dalam air.
Sering penulis mengalami, pada saat target sudah mengejar umpan, maka dengan menggunakan reel ratio rendah, si target hanya mengikuti lure saja tanpa ada nafsu atau keinginan untuk menyambar lure. Reel dengan ratio tinggi sangat efektif digunakan untuk penggunaan jesi lure spoon dan jenis minnow vibra (bergetar).
Sementara untuk penggunaa minnow jenis deep (menyelam) pemancing bisa mengimbangi kecepatan putaran reel. Yang terpenting saat meretrive lure untuk target hampala ini, usahakan action lure (gerakan lure) terlihat alami dan berenang cepat didalam air.
2. Joran(Rod).
Joran lebih sering digunakan pada saat memancing dengan teknik casting. Meskipun ada teknik mancing yang disebut dengan Hand Line, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa teknik tersebut akan aman bagi anda khususnya pada saat memancing Hampala. Spesifikasi joran yang digunakan, dapat disesuaikan dengan kebiasaan pemancing. Namun perlu diingat untuk pemancing pemula yang ingin strike hampala, dianjurkan untuk menggunakan joran yang kuat dengan Lb 15 up. Jika anda adalah pemancing pemula, menggunakan joran ligt kurang dianjurkan. Konsekwensi yang akan anda rasakan adalah joran patah dan konsekwensi berikutnya hook tidak tertancap di rahang Hampala.
3. Senar/Kenur/Line
Senar atau kenur adalah peralatan yang paling utama digunakan. Jenis senar atau kenur juga bervariasi. Ada jenis senar Monofilament yaitu senar yang memiliki serabut tunggal yang hanya terdiri dari serat tunggal seperti halnya senar nylon dan juga ada senar Multifilament yaitu senar yang memiliki serat banyak seperti line PE.
Untuk penggunaan senar dalam memancing Hampala dengan teknik casting, penulis lebih dominan memakai senar multifilament. Hal ini disebabkan karena senar multifilament memiliki keunggulan baik dari segi tingkat ketebalan senar (diameter senar) yang lebih kecil dan juga kekuatannya juga lebih besar jika dibandingkan dengan senar monofilamet dengan diameter senar yang sama.
Di samping itu penggunaan senar monofilament dalam penerapan teknik casting juga dapat meminimalisir kusutnya senar. Disamping itu dengan menggunakan senar multifilament dengan diameter yang kecil dan kekuatan besar, maka jarak lemparan lurepun akan semakin jauh, sehingga dapat menjangkau titik-titik tertentu tempat bersarangnya Hampala. Untuk memancing Hampala biasanya penulis menggunakan Line PE dengan kekuatan 40 Lb.
4. Leader.
Leader adalah line monofilament yang digunakan sebagai penghubung senar utama dengan rangkaian pancing atau lure. Fungsi utamanya adalah sebagai shockbreaker (peredam kejut) pada saat strike dan retrive. Di samping itu berdasarkan pemahaman penulis, leader juga berfungsi untuk menyamarkan line utama di dalam air sekaligus sebagai peredam getaran permukaan line utama yang digunakan (khusunya line Braided/PE) yang menggunakan banyak serabut.
Hampala adalah ikan yang cerdik, walaupun saat menyambar ikan terlihat sangat buas, namun di saat pemancing berupaya mengakali ikan ini untuk mau menyambar lure maka hasilnya tidak seperti yang dibayangkan (tetap buas).
Sedikit saja ada yang mencurigakan baik line yang kasar dan kontras di air, juga pergerakan lure yang tidak alami apalagi di saat Hampala mengetahui keberadaan pemancing di sekitarnya, maka bisa dipastikan target tidak akan berhasil di-landed-kan. Untuk itu penggunaan leader juga sangat penting dalam memancing Hampala, karena banyak faktor miss yang mesti dihindari. Penulis menyarankan para pemancing Hampala menggunakan Leader dengan kekuatan 40 Lb atau diatasnya.
5. Swivel (Kili-kili) dan Snap.
Swivel atau kili-kili adalah peralatan tambahan yang dipergunakan saat memancing. Fungsi utamanya adalah untuk mencegah senar/line melintir atau kusut saat lure dimainkan dan juga akibat dari putaran pergerakan ikan saat sudah hook up. Sangat disarankan untuk menggunakan swivel bagi pemancing yang menggunakan lurejenis spoon saat memancing Hampala.
Hal ini disebabkan karena spoon adalah jenis umpan yang berputar di dalam air. Jika tidak menggunakan swivel pada saat memakai lure spoon, maka akibat yang dirasakan adalah seringnya senar/line yang anda gunakan menjadi kusut bahkan putus.
Snap juga merupakan peralatan tambahan yang digunakan saat memancing, sama halnya dengan swivel. Fungsinya adalah untuk mempermudah memutuskan dan menyambung rangkaian kail dengan senar dan lure yang digunakan. Penggunaan snap sangat membantu anda dalam memancing. Karena dengan menggunakan snap, pemancing hanya perlu membuka dan menutup snap saat rajin menggonta-ganti lure sesuai dengan keinginan.
Perlu diingat, pada saat memancing Hampala, kita tidak bisa berharap dengan satu jenis lure saja. Hal ini disebabkan situasi spot Hampala sewaktu, waktu bisa berubah. Adakalahnya target terlihat frenzy di permukaan. menyambar ikan. Adakalanya juga target hanya sesekali terlihat menyambar. Pengunaan Swivel dan Snap juga mesti disesuaikan dengan besarnya lure yang digunakan.
Jangan menggunakan rangkaian swivel dan snap yang terlalu besar karena akan menganggu action lure yang anda gunakan. Begitu juga sebaliknya jangan menggunakan rangkaian swivel dan snap yang terlalu kecil, karena kemungkinan swivel snap anda patah ataupun putus saat fight dengan Hampala juga akan semakin besar..
6. Kail.
Kail merupakan alat pancing utama. Untuk target Hampala,penulis menyesuaikan ukuran mata kali dengan perkiraan target yang akan di pancing. Namun walaupun begitu, kemungkinan tidak terduga dari sambaran Hampala yang berukuran besar akan selalu ada. Untuk itu biasanya penulis selalu memilih jenis mata kail yang kuat dan tajam, tidak gampang patah dan dengan cepat dapat menembus rahang Hampala yang keras. Ada dua jenis Hook yang biasanya digunakan antara lain Treble Hook (tiga kail dalam satu ikatan) dan Single Hook (kail tunggal).
Waktu Terbaik Memancing Hampala
Untuk permasalahan waktu ini tentunya berbeda-beda sesuai dengan karakter spot Hampala yang akan dituju. Namun berdasarkan pengalaman penulis selama memancing Hampala, waktu terbaik untuk memperdaya jenis ikan ini adalah pada pagi hari sekitar jam 7.00 — 10.00 WIB dan sore hari jam 15.30 — 17.00 WIB. Penulis mengistilahkan waktu ini adalah "Waktu Makan Besar" nya Hampala. Untuk beberapa spot tertentu adakalanya Hampala lebih frenzy dipancing pada siang hari. Namun sebagian besar Hampala berhasil dipancing pada dua waktu yang telah disebutkan diatas.
Teknik menggunakan Lure
Hal yang pertama sekali dilakukan sebelum memulai menggunakan lure ataupun memulai casting Hampala, adalah memperhatikan dimana ada sambaran Hampala. Biasanya penulis melakukan hal ini sambil memasang piranti casting dan rangkaian yang akan digunakan. Setelah diketahui dimana arah sambaran Hampala tersebut, maka titik sambaran Hampala itu dijadikan sasaran lemparan lure. Biasanya Hampala akan memulai serangan (menyambar ikan) dari satu titik dan kembali lagi ketitik semula, tempat si target melakukan serangan.
Lure atau umpan buatan yang digunakan untuk memancing Hampala ini sangat bervariasi. Para pemancing dapat mengexplore berbagai jenis lure yang ada. Namun intinya. Jenis lure yang disukai Hampala adalah lure yang baik dari segi bentuk ataupun actionnya (gerakan lure di air) menyerupai makanan yang ada di habitat Hampala itu sendiri.
Untuk pengunaan lure jenis spoon ataupun spinner, teknik retrive yang dianjurkan adalah dengan cara meretrive dengan cepat lure tersebut (fast retrive). Dalam hal ini berdasarkan pengalaman, penulis menganggap dengan teknik fast retrive, maka Hampala yang akan dijadikan target melihat pergerakan spoon seperti seekor anakan ikan yang berenang sangat cepat dan terlihat ketakutan. Hampala lebih cenderung menyerang target yang berprilaku seperti itu. Dari pada memilih menyerang target secara acak.
Sementara itu untuk penggunaan lure jenis minnow deep, singking, floating ataupun lure vibra dan mini popper, perlakuannya ataupun cara retrivenya tidak jauh berbeda. Diretrive cepat namun tetap diposisikan pada action lure yang alami seperti layaknya anakan ikan yang berenang bergerak dibawah ataupun dipermukaan air dengan ketakutan. Pemilihan warna juga sangat menentukan hasil. Sebahagian artikel menyatakan bahwa ikan tidak dapat membedakan warna, namun dapat membedakan tingkat kecerahan warna (gelap dan terang) sebuah lure yang berenang diair.
Maka dari itu, gunakanlah lure yang berwarna mengkilat (silver ataupun Gold) atau lure yang warnanya sangat kontras jika dibandingkan dengan warna air yang ada dihabitat Hampala tersebut. Karena dengan begitu keberadaan lure yang anda gunakan dapat dideteksi dengan mudah oleh Hampala yang ada disekitarnya.
Titik lemparan lure juga sangat menentukan tingkat keberhasilan pemancing. Lemparlah lure anda dengan cara melintang arah sambaran dengan jarak lemparan sekitar 3 sampai 5 meter diatasnya. Namun perlu diperhatikan terlebih dahulu dimana datangnya arah sambaran dan kemana perginya si Hampala setelah menyambar anakan ikan ataupun udang yang ada di lokasi spot.
Sangat jarang sekali ditemukan dengan hanya melempar satu kali lure anda, maka anda akan strike. Lakukan lemparan pada satu titik lemparan secara berulang dengan jarak dan arah lemparan yang tetap dan kecepatan retrivenya juga tetap pula. Hal ini dimaksudkan adalah pertama: agar Hampala yang dijadikan target akan mendeteksi keberadaan lure anda. Kedua jika keberadaan lure anda sudah dideteksi oleh target, maka sitarget akan dapat dengan mudah mengukur jarak sambaran dan kecepatan sambaran kearah lure yang anda lemparkan tersebut. Melempar secara acak dengan arah dan kecepatan yang berubah-ubah (blankcast) tidak dianjurkan dalam menerapkan teknik casting untuk target Hampala. Bisa jadi anda hanya akan membuang tenaga dan si targetpun akan kesulitan untuk menentukan posisi sambaran saat menghajar lure anda.
Apabila pada suatu suatu situasi Hampala tidak terlihat menyambar dipermukaan atupun jarak sambaran Hampala tersebut berada jauh dari jarak lemparan lure pemancing, ada satu trik yang biasa penulis gunakan. Trik ini disitilahkan dengan "Memanggil Ikan". Adapun caranya adalah dengan melempar lure kearah sambaran Hampala yang tidak terjangkau tersebut dengan kecepatan tinggi sehingga saat lure diretrive ataupun digulung, maka lure tersebut akan berada di atas permukaan air (meloncat-loncat).
Dengan cara ini Hampala yang tidak terlihat sambarannya ataupun jarak sambaran Hampala berada jauh dari jaungkauan lemparan lure anda, akan melihat dengan mudah keberadaan lure anda tersebut seperti seekor ikan yang berenang sangat kencang dipermukaan air, seperti halnya anakan ikan yang sedang diburu oleh ikan predator lainnya. Dengan cara tersebut diharapkan keberdaan Hampala yang tidak terdeteksi oleh anda ataupun jarak sambaran Hampala cukup jauh diluar jangkauan lemparan lure anda, akan mendekati arah lemparan lure tersebut dan masuk dalam jarak lemparan lure yang anda gunakan. Jenis lure yang biasa digunakan penulis dalam upaya memanggil ikan ini biasanya adalah lure spoon dengan warna silver ataupun gold.
Saat anda sudah melihat ada pergerakan Hampala yang mengejar lure anda, tetaplah tenang dan jangan sekali-kali mengurangi kecepatan retrive anda, karena hal ini akan membuat Hampala yang sudah terpengaruh dengan keberadaan umpan anda, menjadi curiga dan dengan begitu saja akan berputar arah meninggalkan lure yang sedang anda retrive/gulung. Disarankan dalam kondisi tersebut kecepatan retrive lure semakin dipercepat, hal ini disebabkan oleh karakter Hampala adalah jenis ikan yang berenang sangat cepat, akan marah ataupun bertambah selera makannya jika melihat ada mangsa (lure anda) bergerak juga dengan sangat cepat layaknya seekor anak ikan yang berenang ketakutan menjauh dari predator yang mengejarnya.
Bila anda sudah ada dalam kondisi seperti itu (Hampala mengejar lure anda) maka usahakan posisi anda menjauh dari pinggir spot/pinggir air. Jangan sampai keberadaan anda dengan lure yang anda mainkan terdeteksi oleh Hampala yang sedang anda incar. Biasanya jika Hampal sudah mengetahui keberadaan anda, khususnya untuk spot-spot yang sering didatangi pemancing, maka akan sulit bagi anda untuk melihat kembali sensasi Hampala yang mengejar lure tersebut, apalagi untuk bisa melandedkan Hampala yang sedang anda incar.
Perlakuan anda pada saat fight dengan Hampala. Usahakan pada saat sambaran Hampala mengenai lure, anda membuat satu sentakan kuat pada Hampala tersebut. Hal ini dimaksudkan agar Hook/Kail yang anda gunakan dapat dengan baik menancap pada rahang ataupun mulut Hampala. Karena rahang Hampala tersusun dari rangkaian tulang yang keras, dimana jika anda tidak membuat satu sentakan, dikhawatirkan mata kail anda tidak menancap dengan sempurna di mulut ataupun dirahang Hampala tersebut dan miss target anda terlepas.
Pada saat fight dengan Hampala, jangan sesekali memaksa atau mempercepat retrive anda. Hampala dengan tenaga yang kuat dan gesit, mampu mematahkan hook, memutuskan line/senar pancing anda atau mungkin juga mematahkan rod pancing anda. Berusahalah tenang dengan kondisi line/senar anda tetap tegang. Rasakan sensasi strike dengan Hampala ini, dimana reel anda akan berderit mengimbangi tarikan Hampala tersebut. Biarkanlah Hampala kehabisan tenaga saat fight dengan anda, karena dengan begitu anda akan dengan mudah menahlukkannya sekaligus merasakan sesnsasi strike Hampala yang ingin anda rasakan.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperdaya jenis ikan ini, walaupun Hampala adalah jenis ikan yang sangat cerdik dan kuat, juga perenang yang sangat tangguh. Namun berkat keyakinan dan kemampuan anda untuk mendeteksi spot, keyakinan dalam meretrive lure, kemampuan dalam mengimbangi perlawanan Hampala dan juga kesiapan perangkat yang anda miliki, percayalah anda akan berhasil menipu Hampala dan melandedkan yang akan anda jadikan target. Untuk pemahaman lebih lanjut, maka pengalaman anda sendiri yang akan menentukan. Selamat mencoba.
Terimakasih, Salam Sesama Pemancing

Ratanuson
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…