Drs H Said Hasyim saat kegiatan Musrenbang. (RB/ist)

Jumat, 05 Mei 2017 - 17:49 WIB 19130000

Wabup Meranti: Indikator Keberhasilan OPD Dilihat dari Seberapa Besar Dana Diboyong ke Daerah

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Wakil Bupati Drs H Said Hasyim menyebutkan, indikator keberhasilan dari OPD (organisasi pemerintahan daerah), dilihat dari seberapa besar dana yang berhasil dibawa untuk membangun daerah.

Baik dana yang bersumber dari pemerintahan provinsi, maupun dari pemerintah pusat. Semakin besar dana yang bisa dikucurkan melalui instansi atau departemen terkait, maka semakin besar pula keberhasilan pejabat yang memimpin organisasi dimaksud.

"Ukuran keberhasilan itu dilihat dari seberapa gesit pejabat di OPD yang berhasil mendatangkan dana pembangunan untuk Meranti. Sebab jika hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten saja, maka sesungguhnya keberadaan pejabat OPD itu dinilai tidak berhasil alias gagal.

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, kepada RIAUBOOK.COM di ruang kerjanya Jumat, (5/5/2017), sebagaimana beliau sampaikan berulangkali, termasuk saat beliau membacakan pidato tanggapan kepala daerah atas pembahasan LKPJ Kepala Daerah, pada rapat paripurna DPRD Kepulauan Meranti, sehari sebelumnya.

Said mengatakan, kondisi Kepulauan Meranti dengan medan yang sangat berat, membutuhkan biaya pembangunan yang tidak sedikit. Untuk itu jika hanya mengandalkan kemampuan keuangan daerah dalam pelaksanaan berbagai bidang pembangunan itu, maka pelaksanaan itu akan sangat lamban.

Sebab yang akan dibangun itu terdapat di berbagai sektor yang kebetulan sama-sama mendesak. Atau membutuhkan penanganan pada waktu yang bersamaan pula. Persoalan infrastruktur dasar, mulai dari kondisi jalan, jembatan, listrik, air bersih dan juga pembangunan usaha perekonomian masyarakat menjadi persoalan strategis yang butuh jawaban yang pasti.

Belum lagi masalah peningkatan mutu pendidikan dan berbagai persoalan yang dihadapi oleh para guru dan sarana prasarana pendidikan itu sendiri, sebab sudah barang tentu pendidikanlah solusi dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia.

Demikian juga persoalan kesehatan masyarakat yang harus dibangun secara merata di berbagai desa dan kecamatan yang ada, sekaligus ketersediaan para medis maupun alat alat kesehatan yang sangat dibutuhkan itu.

"Ini bukanlah persoalan mudah, terutama dengan status Kepulauan Meranti yang masih menyandang daerah atau penduduk termiskin tertinggi di Provinsi Riau itu saat ini.

Program pengentasan kemiskinan tersebut, tidak bisa hanya dilakukan lewat retorika politik saja, melainkan harus dengan tindakan nyata dengan melakukan berbagai bentuk pembangunan fisik dan non fisik tersebut,"kata Said.

Selain itu lanjut Wabub, posisi letak wilayah Meranti yang berbatasan dengan negara tetangga, memaksa daratan Kepulauan Meranti ini senantiasa menjadi sasaran ombak yang berasal dari Selat Malaka.

"Ini mengakibatkan terjadinya musibah abrasi yang parah yang terdapat di sepanjang garis pantai Pulau Rangsang dan juga Pulau Merbau serta pulau-pulau lainnya yang berpapasan langsung dengan ombak yang berasal dari Selat Malaka tersebut.

Sehingga jika kondisi serba kompleks ini hanya mengandalkan keuangan daerah, atau beban tersebut hanya dipikul pada pundak Bupati dan Wakil Bupati, serta Ketua DPRD maupun wakil ketua atau seluruh anggota DPRD yang ada, maka seperti yang kita sampaikan tadi rasanya persoalan yang masih menggayut tersebut tidak akan pernah terselesaikan.

Untuk itulah kita berharap kepada seluruh kepala OPD yang telah diberikan kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai pembantu bupati dan wakil bupati di daerah, agar dapat turun ke lapangan untuk memantau kondisi riil di tengah-tengah masyarakat.

"Tampung aspirasi masyarakat dan upayakan menyalurkan bahkan hingga ke pemerintah pusat.

Dengan demikian, persoalan yang kita hadapi di Meranti ini akan sampai sepenuhnya ke pemerintahan pusat.

Kita tahu bahwa keuangan di berbagai departemen pada pemerintah pusat itu cukup besar. Demikian juga keuangan pada pemerintah provinsi, sehingga jika pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi sudah terlibat untuk menyikapi persoalan yang kita hadapi di Meranti ini, kita yakin kebijakan dana pembangunan itu akan lebih besar dan lebih deras lagi akan mengalir ke Meranti,"ujar Said.

Diakhir bicang-bincangnya mengatakan, daerah harus teriak keras ke pusat, tentunya dengan argumentasi yang kuat. OPD yang akan berangkat ke provinsi atau ke pusat, tidak cukup hanya membawa selembar kertas saja, melainkan harus membawa data lengkap atau proposal matang untuk menyelesaikan sebuah persoalan.

Dukungan data lapangan menjadi hal yang paling dibutuhkan untuk mempertahankan argumentasi bahkan membedah persoalan yang kita hadapi di Meranti. Untuk mendapatkan data akurat tersebut, pejabat harus turun langsung ke lapangan, melihat dengan mata kepala sendiri kemudian menganalisa persoalan untuk selanjutnya menyampaikan hal itu dengan penuh keyakinan.




Mudah-mudahan dengan kegigihan kita mengusulkan dan kesiapan kita menyiapkan berbagai data lapangan yang dibutuhkan, maka jika tahun berjalan belum juga diloloskan, kita yakin usulan tersebut apalagi jika sudah masuk dalam program Musrenbangprov lalu dikawal hingga ke Musrenbangnas, maka program pembangunan yang kita harapkan itu pasti akan terwujud.

Di sinilah kita harapkan semua pejabat pengambil keputusan tersebut berlomba-lomba membuat program kerja sesuai dengan kewenangan dan bidang yang digeluti.

Kita yakin pembangunan infrastruktur dasar di Meranti akan terwujud dalam waktu tidak terlalu lama," pungkas Said menutup pembicaraan.(jos/adv/RB)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Ridho

Berita Terkini

Pekanbaru Menuju Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Kamis, 13 April 2017 - 14:34 WIB

Bank Riau Kepri Raih Award Media Relations 2017

Senin, 27 Maret 2017 - 00:11 WIB

BRK Dipercaya Pemkab Lingga Kelola PBB-P2

Kamis, 23 Februari 2017 - 21:24 WIB

PKPU Pekanbaru Terus Berkarya Membangun Masyarakat Riau

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:23 WIB

BRK Raih The Winner of Best Banking Brand 2016

Sabtu, 17 Desember 2016 - 20:37 WIB

Semangat Pantang Menyerah Peraih Beasiswa

Selasa, 13 Desember 2016 - 15:35 WIB

BRK Libatkan BNN Dalam Seleksi Calon Pemimpin

Selasa, 13 Desember 2016 - 11:50 WIB

Sebanyak 35 Jabatan Pimpinan di Lingkungan BRK Dilelang

Senin, 12 Desember 2016 - 12:30 WIB

BRK Raih Peringkat 2 GCG untuk BUMD Nasional

Sabtu, 10 Desember 2016 - 10:46 WIB

BRK Raih Penghargaan Tertinggi SPEx2 Award 2016

Selasa, 06 Desember 2016 - 12:49 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize