RIAUBOOK.COM - Pembangunan pasar ramadhan setiap tahunnya selama ini, dengan membangun lapak yang terbuat dari meja dan peralatan kayu. Mulai dari tempat berjualan hingga meja disediakan pemerintah daerah.
Namun setelah pasar Ramadhan usai, maka bangunan itupun akan dibongkar dan kayu-kayu yang digunakan tersebut tidak bisa digunakan pada tahun berikutnya. Demikian dilakukan selama ini, dari tahun ke tahun setiap pembangunan pasar ramadhan, selalu dengan membangun sarananya. Dan usai ramadhan, seluruh peralatan tersebut tidak bisa dimanfaatkan.
"Ini menimbulkan kemubajiran, dan harus kita hentikan," kata Wakil Bupati Drs. H Said Hasyim saat berbincang-bincang dengan Suardi, Kabid Perindustrian bersama Kadis PU Hariadi, di Desa Bandul Selasa (9/5/2017).
Said mengungkapkan, walaupun nilainya tidak seberapa, tapi dari kebiasaan tersebut menimbulkan ketidakefektipan. Pada hal peralatan itu akan kita butuhkan setiap tahunnya. Lantas kenapa kita tidak adakan secara penggunaan yang bisa dilakukan setiap tahun, tanpa harus setiap tahun mengeluarkan biaya.
"Untuk tahun ini kita belikan tenda secukupnya untuk membangun pasar ramadhan. Dan kepada masyarakat tidak boleh dipungut uang mejanya. Sebab tahun ini meja jangan dibangun lagi, biarlah masyarakat yang mengadakannya. Kita hanya menyediakan tempat saja. Sehingga tidak boleh ada pemungutan," katanya.
Selanjutnya untuk acara-acara lainnya seperti pelaksanaan bazar di berbagai kecamatan, atau pada perayaan HUT RI maupun perayaan HUT kabupaten, demikian Wabup, maka tenda itu akan kembali bisa digunakan.
"Jadi tidak lagi setiap tahun kita harus membangun tempat-tempat bazaar melainkan cukup sekali kita adakan untuk bisa dimanfaatkan selamanya," kata Said menerangkan.
Ia katakan, jika kecamatan mengadakan kegiatan, maka tenda-tenda itu bisa langsung didrop sehingga pihak panitia juga tidak terlalu disibukkan untuk membangun lokasi bazaar sebagaimana selama ini.
"Kita harus berpikir jangka panjang, jangan hanya berpikir untuk kebutuhan sesaat namun semuanya kita rancang sehingga sebuah pembangunan akan bisa dinikmati oleh masyarakat dalam waktu relatif lama. Termasuk pola pembangunan fisik yang akan kita bangun di Meranti harus mengacu pada kebutuhan jangka panjang," ungkap Wabub lagi. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…