RIAUBOOK.COM - Irsan alias Ican (25), pemuda di Palembang ini tega memperkosa dan membunuh bocah belia yang masih tetangganya dengan alasan yang di luar nalar. Yakni karena korban, NP (8) menolak perintahnya untuk membeli rokok.
"Setiap kali saya suruh beli rokok, dia tidak mau," kata Ican, Selasa (23/5/2017) malam
Karena itu, ketika melihat korban sedang bermain. Ican lalu memanggil korban. "Saya bilang dipanggil Nenek Jamilah. Jadi dia mau dan nurut," kata pria yang baru saja keluar dari penjara itu.
Saat itulah, Ican pun langsung mengancam dan memperkosa NP.
"Saya lakukan satu kali," kata Ican.
Dari pengakuan Ican juga, lelaki ini menyebutkan ada nama Andre, yang juga ikut memperkosa.
"Andre saya panggil, dia main satu kali. Setelah meninggal mayatnya dimasukkan ke dalam karung. Rencana mau saya buang ke Sungai Musi," ujarnya.
Akibat perbuatan bejatnya itu, Ican pun dihadiahi enam peluru saat penangkapan oleh Kepolisian Resor Kota Palembang pada Selasa (23/5/2017) dinihari.
Sementara itu, warga yang merasa resah akan perbuatan Ican pun mengamuk. Mereka resah sekaligus kesal karena IC selalu lolos setiap digerebek polisi. Lalu meluapkan amarah dengan mengamuk dan merusak seisi rumah IC di Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi pun tak bisa menahan amarah warga. Rumah yang terbuat dari kayu itu pun hancur. Warga juga membawa sejumlah senjata tajam saat merusak rumah IC.
Sebelumnya, NP ditemukan tewas di rumah tetangganya di Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Nurfadilah awalnya dilaporkan hilang dari rumahnya sejak Jumat, 19 Mei 2017. Keluarga korban akhirnya melaporkan ke Polresta Palembang.
Pada Sabtu malam, 20 Mei 2017, Andre, anak pemilik rumah, menemukan sebuah karung di bawah kolong tempat tidur. Ketika ditarik keluar, ternyata karung itu berisi jenazah NP.
Tim Laboratorium Forensik Cabang Palembang langsung mengolah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan mayat Nurfadhilah. Rumah IC dipasangi garis polisi (police line) agar warga tak masuk.
Tim Laboratorium Forensik juga menyisir seluruh rumah untuk mencari barang bukti lain kasus pembunuhan NP. Polisi menemukan beberapa helai rambut dan seprai yang terdapat bercak darah. (viva)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…