RIAUBOOK.COM - Pemerintah melalui sidang itsbat telah menetapkan satu Ramadhan jatuh hari ini, Sabtu (27/5/2017). Namun bagi penganut Islam Kejawen di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, tanggal 1 Ramadhan 1438 Hijriyah jatuh hari Minggu (28/5/2017) besok.
Ini artinya, penganut Islam Kejawen di Banyumas dan Cilacap baru akan mulai puasa besok pagi. Penghitungan masa puasa ini sudah dilakukan sejak abad ke 14 Masehi.
Juru Bicara Tetua Panembahan Banakeling Pakuncen Kecamatan Jatilawang, Sumitro mengatakan mereka menggunakan kalender qomariyah yang sama dengan kalender hijriyah. Hanya saja, sesuai penanggalan Alif Rebo Wage (Aboge), tiap delapan tahun atau sewindu sekali, kalender akan kembali ke tahun awal.
"Kalender Jawa itu dihitung delapan tahunan dan memiliki nama-nama tersendiri, yaitu Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim Akhir," katanya dikutip dari merdeka.com.
Sumitro menjelaskan, tahun ini merupakan tahun Za sehingga perhitungannya adalah Sanemro. Sa diartikan sebagai Selasa yang tahun ini jatuh di hari pasaran Pahing, Nem berarti enam menilik jumlah hari, dan ro merupakan pertanda rangkap. Pada tahun Za ini, tanggal 1 Ramadhan jatuh pada Minggu Pon (27/5/2017).
Menurut Sumitro, penanggalan aboge mudah dipelajari karena rumusnya jelas dan tertulis. Awal 1 Ramadhan ini bahkan sudah diketahui sejak ratusan tahun yang lalu, sama dengan metode hisab pada muslim pada umumnya.
"Jadi hafalnya kyai itu itu hafal dari tahunnya dulu. Tanggalnya 1 sura, penanggalannya Aboge, Alif Rebo Wage. Ini masih tahun Za. Berarti Selasa Pahing, 1 Suronya. Nah, Selasa Pahing sampai puasa, Sanemro, itu rumusnya. Nem itu jumlah hari, ro itu rangkapnya. Nah. Ini kan Ahadnya itu kan enam, berarti hari Ahad Pon," terang Sumitro.
Senada dengan Sumitro, Tetua Paguyuban Resik Kubur Rasa Sejati Desa Kalikudi Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, Hadi Rismanto mengatakan, pihaknya juga menetapkan tanggal 1 Puasa jatuh pada Minggu Pon esok. Penanggalan yang digunakan juga sama, yakni penanggalan Aboge.
Penanggalan Aboge, menurut Hadi merupakan perpaduan kalender qomariyah yang dikombinasikan dengan penanggalan jawa, yang mengenal hari pasaran. Hari Pasaran itu yakni, Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.
"Puasanya ya perhitungannya ada Sanemro. Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Pahing, Pon. Berarti Minggu Pon. Hitungan Aboge. Kalau dari pemerintah belum mendengar ketetapan. Biasanya kan menunggu rapat penentuan dulu ya," kata Hadi.
Dia mengatakan, meski berbeda dalam menentukan awal Ramadan, hal itu tak perlu dipermasalahkan. Pasalnya penanggalan syamsiyah dan qomariyah, penanggalan Aboge juga memiliki perhitungan yang akurat. (mdk)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…