RIAUBOOK.COM - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Cabang, Gerakan Nasional Anti Narkotika Kota Pekanbaru, Riau, kembali mendesak pemerintah dan aparat kepolisian untuk lebih tegas dalam setiap melaksanakan operasi penertiban tempat-tempat hiburan malam di seluruh kawasan 'Kota Madani'.
Hal tersebut disampaikan Larshen Yunus selaku Ketua DPC GRANAT Kota Pekanbaru, pada saat melakukan pertemuan bersama perwakilan aktivis aahasiswa Universitas Riau, di Aula Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru.
Pertemuan tersebut dilakukan sambil menunggu Adzan Maghrib, sebelum berbuka puasa bersama.
"Kami melihat, bahwa selama ini aparat kepolisian hanya gencar melaksanakan penertiban secara tegas, hanya karena momentum bulan suci ramadhan saja. Kalau sudah bulan puasa barulah mereka terlihat proaktif, tetapi selesai bulan ini, tempat-tempat tersebut terkesan sengaja dibiarkan," kata Larshen Yunus dalam pesan elektronik yang diterima RiauBook.com, Selasa (6/6/2017).
Fenomena ini menurutnya sudah mulai jauh-jauh hari, pemerintah daerah dan aparat kepolisian, tampak over protektif dalam menertibkan tempat-tempat hiburan tersebut, karena hanya saat Ramadan saja.
Namun selepas bulan puasa ini, demikian Larshen, justru sikap yang sama tidak terlihat lagi.
"Ini sama saja mereka mempertontonkan hal-hal yang sangat tidak patut dicontoh," kata alumni Mahasiswa Universitas Riau ini.
Jika mau buka-bukaan, lanjut dia, dan jujur atas kondisi daerah ini, maka semestinya para pemilik otoritas sudah mengetahui betul hal-hal tersebut.
"Jangan lagi ada dusta di antara kita," katanya pula.
Kalau memang pemerintah dan aparat yang berwenang ingin dianggap sebagai pejabat yang memimpin masyarakat, kata dia, maka sudah seharusnya memberikan contoh dan suritauladan kepada semua pihak.
"Hilangkan sikap-sikap kemunafikan yang selama ini sudah menjadi budaya kita semua," katanya lagi.
Kalau benar, katakan benar, kalau salah yang jangan takut, langsung sikat," Larshen menegaskan.
Menurut informasi dari media center DPC GRANAT Kota Pekanbaru, diketahui bahwa sangat mudah menemukan tempat-tempat hiburan yang dimaksudkan.
Seperti di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, itu sangat merebak, dalam hal ini para aktivis GRANAT mengimbau kepada bapak/ibu kepolisian agar secepatnya menutup, bahkan bila perlu mengusir mereka dari kota ini.
"Kami imbau kepada bapak Wali Kota Pekanbaru, yang selama ini sangat percaya diri akan visi, misi dan programnya yang ingin menjadikan kota ini madani. Apa perlu kami jelaskan, apa itu madani?" kata Larshen Yunus. (RB/rls)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…