Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Riau pada Minggu (23/7/2017) lalu menyisakan sejumlah catatan penting yang patut kita cermati.
Pertama, kehadiran orang nomor satu di Indonesia ke Riau dalam rangka menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di mana Riau mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaannya.
Ditunjuknya Riau menjadi tuan rumah tentu hal yang patut dibanggakan dan disyukuri. Karena kepercayaan yang diberikan ini mengisyaratkan kepercayaan pusat terhadap Bumi Lancang Kuning menggelar event besar yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan rombongan.
Tidak hanya sebagai penyelenggara acara, kepercayaan Riau untuk helat ini juga berkaitan dengan komitmen pemerintah daerah terhadap anak.
Ini dapat dilihat dari prestasi yang diterima sejumlah kabupaten/kota di Riau yang mendapatkan penghargaan yang berkaitan dengan anak.
Seperti Pemerintah Kota Pekanbaru, Dumai dan Pemerintah Kabupaten Siak yang menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tingkat madya tahun 2017.
Kedua, Jokowi dan rombongan selain menghadiri peringatan HAN 2017 juga menyempatkan diri meninjau proyek nasiok yang kini sedang menjadi harapan publik, yaitu pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.
Dalam peninjauan tersebut kepada wartawan Jokowi menyebut progres pembangunan proyek ini tergolong cepat dan diperkirakan akan selesai tahun 2019.
Peninjauan Jokowi ke lokasi pembangunan jalan tol ini tentu sangat penting sekali bagi progres pembangunan jalan yang ditunggu-tunggu masyarakat Riau penyelesaiannya. Dengan hadirnya Jokowi ke lokasi proyek tersebut menandakan keseriusan pemerintah pusat terhadap proyek tersebut.
Kehadiran Jokowi meninjau proyek sekaligus menjadi kontrol progres pembangunan proyek agar tetap berjalan sesuai skedule dan tidak terlambat. Bahkan lebih cepat lebih baik. Biasanya jika seorang presiden turun langsung meninjau sebuah proyek menandakan keseriusan pemerintah dan biasanya proyek pembangunan selesai sesuai jadwal.
Ketiga, di balik kehadiran Jokowi ke Riau namun sayang ada hal yang tidak disuarakan pemerintah provinsi kepada Jokowi terkait beberapa hal penting bagi Riau yang hingga kini belum terselesaikan seperti soal pengesahan rancangan tata ruang wilayah (RTRW).
Dari beberapa kali kunjungan Jokowi ke Riau yang menunjukkan kepercayaan dan perhatian pusat untuk Riau, namun sayangnya hingga kini Riau belum memiliki tata ruang wilayah yang memiliki payung hukum. Meski upaya percepatan pengesahan RTRW telah dilakukan bertahun-tahun tapi toh nyatanya hingga kini Riau belum memiliki RTRW yang merupakan dasar utama untuk pembangunan di daerah ini.
Padahal tanpa ini, mana mungkin pemerintah daerah bisa membangun. Bagaimana mungkin pemerintah daerah mengembangkan kawasannya untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Idealnya, dalam kunjungan Jokowi ke Riau kemarin, masalah ini harus menjadi agenda pemerintah daerah untuk menyuarakan persoalan ini jika memang persoalan yang muncul terkait RTRW datangnya dari pemerintah pusat. Tapi, toh bukankah dari dulu persoalan RTRW ini selalu terbentur di pemerintah pusat?
Poin ini rasanya penting untuk kita cermati. Karena bagaimana pun juga RTRW adalah persoalan krusial yang menyangkut hajat hidup masyarakat Riau. Kunjungan dan keberhasilan Riau sebagai tuan rumah kegiatan nasional selama ini terasa sedikit hambar manakala dalam realitanya provinsi ini belum memiliki RTRW. Sungguh ironi bukan?
Akan terasa lengkap dan sempurna bukan jika manakalah menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang dihadiri orang nomor satu di Indonesia, bahkan saat menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional, Riau saat itu merupakan daerah yang 'berdaulat' secara kewilayahan karena telah memiliki RTRW sebagai acuan pembangunan daerah ini. Sekaligus juga wujud gambaran denyut pembangunan daerah ini benar-benar berdetak secara riil. Semoga.***
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…