RIAUBOOK.COM - Salah satu upaya mempercantik ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti adalah dengan mengatur seluruh bangunan yang saat ini membelakangi laut, diubah menjadi menghadap laut.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah bersama anggota legislatif harus menerbitkan perda terkait pembangunan di sepanjang pantai dibangun menghadap arah laut.
Dengan demikian secara perlahan namun pasti kota Selatpanjang nantinya menjadi sebuah kota dengan tata kelola yang apik dan dapat mengundang selera bagi kunjungan wisata.
Selain itu, dengan bangunan yang ada menghadap ke laut, itu berarti lautan menjadi bagian terdepan dari keberadaan kota. Bukan diposisikan sebagai bagian belakang, sehingga pengunjung yang datang atau melihat kota dari arah laut tidak terkesan dibelakangi lagi.
Dengan menjadikan lautan sebagai beranda terdepan kota, sudah barang tentu akan menjamin kebersihan dan keteraturan tata kelola dan arus transportasi kapal angkutan.
Apalagi diikuti dengan aturan pelabuhan yang mumpuni dimana seluruh kapal barang yang saat ini masih kerab membongkar dan memuat barang di belakang ruko tidak dibenarkan lagi. Keberadaan kapal barang atau kargo akan ditempatkan pada pelabuhan tertentu sehingga bisa diawasi dan dimonitor oleh petugas.
Hal ini tentu saja untuk memberikan jaminan keamanan bagi pengusaha, maupun jaminan pemasukan retribusi bagi pendapatan daerah.
Demikian diungkapkan Supardi, salah seorang pegiat pelabuhan di Selatpanjang kepada RIAUBOOK.COM baru-baru ini.
Supardi menguraikan keberadaan bangunan di sepanjang pantai Selat Air Hitam yakni bagian utama dari kota Selatpanjang, terutama dipandang dari arah laut sangat tidak nyaman.
Di mana yang pertama terlihat justru tiang pancang rumah atau ruko, bahkan WC yang menggantung serta membuang sampah secara langsung ke laut. Semua kondisi tersebut sangat tidak kondusif untuk memberikan kesan indah bagi sebuah kota.
Adakalanya Pemkab Meranti berguru ke kawasan daerah Danau Toba yang saat ini telah berhasil menerbitkan Perda tentang bangunan yang terdapat di pinggir danau harus menghadap ke danau itu.
Hal ini sudah mulai terlihat hasilnya, dan dipastikan kebijakan tersebut akan mendukung industri pariwisata nantinya di sana. Kita juga sangat berharap Pemkab Meranti mengadopsi kebijakan yang dilakukan Pemkab Simalungun dalam rangka membangun kawasan danau toba yang lebih baik lagi dimasa datang.
"Jika hal ini diterapkan di Meranti, tidak saja hanya di kota Selatpanjang, namun secara merata dilakukan di seluruh kepulauan, maka Meranti kedepan akan tumbuh menjadi sebuah kota asri dengan tata kelola yang pasti akan mengundang selera siapa saja," katanya.(RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…