RIAUBOOK.COM - BEM Universitas Riau sangat menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPRD Riau di salah satu media beberapa hari yang lalu yang menyatakan pendemo harus paham substansi demo.
Ini seolah mengatakan bahwa gerakan yang dilakukan adalah hal yang salah. BEM Universitas Riau menilai apa yang disampaikan wakil rakyat yang biasa dipanggil Dedet ini adalah salah satu cara agar DPRD terlihat tidak salah dan tak ingin disalahkan.
Padahal sudah jelas, aksi yang dilakukan mahasiswa (BEM Unri) ini ditempuh sebagai bentuk kekecewaan yang dirasakan karena langkah-langkah perundingan dan diskusi yang mereka tempuh jauh-jauh hari tak juga membuahkan hasil.
"Sudah sejak lama kita menempuh jalur komunikasi yang baik dengan DPRD masalah RTRW ini. Kita sudah datangi Ketua Pansus RTRWP Riau," kata Rinaldi Parepare seperti reales yang diterima Riaubook.com, pagi ini, Senin (25/9/2017).
Menurut Rinaldi, tujuan Bem Unri sudah jelas, untuk meminta kejelasan dari hasil kerja Pansus yang mereka (Pansus_red) klaim sudah pro terhadap rakyat.
Namun lanjut Rinaldi, tetap kita tak mendapatkan penjelasaan yang baik dari ketua Pansus.
"Kita sudah menjumpai anggota Pansus RTRWP yang kita tuntut juga jelas keterbukaan informasi, namun lagi-lagi hal tersebut tak juga kita dapatkan. Bahkan ketika kita datangi Pansus RTRW ini muncul statement yang tak seharusnya keluar dari mulut wakil rakyat yang katanya intelektual "Draft RTRW ini tidak bisa kita buka, kita sahkan dulu baru kemudian kita buka," terang Rinaldi sambil menceritakan aksi demo yang ia gelar beberapa hari kemarin.
BEM Unri menilai ini merupakan jawaban yang tak layak dilontarkan oleh wakil rakyat. Sedangkan Undang-undang saja telah menjamin keterbukaan informasi perihal penyusunan Perda ini.
Menurut Rinaldi, BEM Unri tak ingin menuding begitu saja, sebelumnya ia telah mengumpulkan informasi perihal keterlibatan masyarakat dalam RTRW ini.
Dari pengakuannya, DPRD mengatakan sudah melibatkan LAM dan sudah terbuka masalah RTRW ini. Namun ketika BEM Unri mendatangi LAM Riau, ternyata jawabannya berbeda, kepada LAM Riau juga DPRD belum membuka Peta Hasil kerjanya.
Namun dikemudian hari, ketika BEM Unri telah melakukan aksi dan menyampaikan aspirasi di muka umum (ruang paripurna) barulah Wakil Rakyat ini mau menemui mahasiswa di depan Gedung DPRD.
"DPRD selalu terbuka kok, kenapa kalian tidak melapor ke saya. Kenapa hanya ke Pansus," terang Rinaldi yang menirukan kata-kata dari Noviwaldy Jusman ketika itu.
Ini jelas pernyataan yang seharusnya tidak lagi keluar dari mulut wakil Ketua DPRD, tentu meminta hasil kerja RTRW jelas harus kepada pihak yang mengerjakan RTRW yang dalam hal ini adalah Pansus RTRW.
"Perlu kami tegaskan pula bahwa RTRW Riau ini bukan Hukum Newton, yang ketika ada aksi baru ada reaksi. Ketika mahasiswa sudah berbicara didepan umum (aksi) barulah wakil rakyat merespon (reaksi)," ungkap Rinaldi.
Seperti diketahui, aksi pada Rabu (20/9/17) yang dilakukan oleh BEM Unri membawa sebuah tulisan yang berisikan runtutan SK Menteri yang selama ini dijadikan dasar dalam penentuan kawasan hutan di Riau yang dinilai keliru dan juga berisi 3 tuntutan. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…