Riau Gunakan KMS Deteksi Kebakaran Lahan, Apa itu KMS?

Riau Gunakan KMS Deteksi Kebakaran Lahan, Apa itu KMS?

RiauBook.com - Pihak Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau menggunakan alat khusus untuk memonitor peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota pada musim panas saat ini. Namanya KMS atau Karhutla Monitoring Sistem.

"Kegutaannya adalah untuk melakukan pemantauan titik api di seluruh kabupaten/kota. KMS yang pertama di Indonesia ini diharapkan akan mampu mendeteksi sekaligus pencegahan titik api di Riau," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau Yulwiriati Moesa lewat sambungan telepon kepada pers di Pekanbaru, Jumat (16/1).

Ia menjelaskan, bahwa KMS yang sudah mulai dipasang sejak 16 November 2014 di wilayah ibu kota dan selanjutnya juga akan dipasang di seluruh wilayah kabupaten/kota.

Yulwiriati mengatakan, alat tersebut sudah difungsikan dan akan mendeteksi kejadian kebakaran hutan dan lahan agar kemudian segera diantisipasi jika ditemukan titip api.

Sampai saat ini, lanjut dia, Riau merupakan satu-satunya provinsi yang memiliki KMS sekaligus sebagai percontohan secara nasional.

"Nanti KMS ini juga akan dipasang ke kantor-kantor bupati dan wali kota di Riau untuk mendeteksi titik-titik api yang ada di daerah itu. Dengan demikian, tidak ada alasan kabut asap untuk kembali datang menyelimuti Riau," katanya.

Ia mengatakan BLH Riau juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh kepala daerah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan serta bagaimana mengantisipasnya.

Kemudian, lanjut dia, bagi siapa saja termasuk perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan, pihaknya akan menegurnya langsung dan memberikan peringatan keras.

"Jika tidak ada tindakan cepat dari perusahaan itu, maka sanksi berat akan menyusul," katanya.

Untuk saat ini, lanjut dia, pihaknya masih akan melihat kemambuat alat khusus memonitoring kejadian kebakaran lahan tersebut.

"Untuk saat ini, KMS yang terppasang di ibu kota baru ada tiga unit. Satu di Kantor BLH, kemudian di Dinas Kehutanan serta satu lagi di Kantor Gubernur," katanya.

Kedepannya, lanjut kata dia, KMS juga akan ada di seluruh wilayah kabupaten/kota tanpa terkecuali, khususnya di daerah yang rutin terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti Rokan Hilir, Meranti, Bengkalis dan lainnya.

Sebelumnya pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, terdapat sebanyak 21 titik panas (hotspot) yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Itu merupakan hasil pencitraan Satelit Terra dan Aqua pada Kamis (15/1).

BMKG menyatakan, Riau menjadi penyumbang "hotspot" terbanyak di Pulau Sumatera, karena pada saat yang sama di kawasan tersebut terpantau ada 25 titik panas.

Adapun, puluhan titik panas itu paling banyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni mencapai 10 titik. Kemudian Kabupaten Bengkalis ada empat titik, Kabupaten Indragiri Hulu tiga titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing dua titik. (hrd)

foto

Terkait

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan