Rinaldi Parepare saat menjadi pemateri dalam Dialog Kepemimpinan di UIN Suska Riau. (RB)

Minggu, 31 Desember 2017 - 21:54 WIB 49230000

Ibarat Perusahaan, Rokan Hilir Sudah Gulung Tikar Malah Tertimpa Hutang

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Rinaldi Parepare (Mahasiswa Rokan Hilir/Presiden Mahasiswa Universitas Riau)

Terlalu lama dan berkepanjangan kita melihat wajah lesu ribuan tenaga honorer Kabupaten Rokan Hilir, pasalnya gaji 13.450 tenaga honorer bulan Agustus s/d September 2017 baru dibayarkan, dan gaji bulan Oktober s/d Desember 2017 baru akan dibayarkan pada anggaran tahun 2018 dengan catatan tidak menyalahi aturan keuangan.

Ditambah lagi 28 Desember 2017 secara resmi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengeluarkan surat Nomor : 800/BKPSDM-SES/2017/174 tentang Tindak Lanjut Tenaga Honorer, yang membahas masalah kontrak kerja sampai pemberhentian tenaga kerja.

Yang paling mengejutkan adalah tentang penetapan Besaran Gaji Tenaga Honorer anggaran tahun 2018, Utk sarjana (S1) yaitu Rp 375.000, Diploma Rp 350.000, & SLTA Rp 325.000. serta utk cleaning servis, penjaga malam & supir di masing-masing OPD Besaran gajinya adalah Rp 275.000.

Ini sangat bertentangan dengan Standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rokan Hilir tahun 2018 yang disahkan oleh Suyatno (Bupati Rohil) tanggal 16 September 2017 lalu, yaitu Rp 2.506.000. naik 8,7% dari tahun sebelumnya, dan ini sudah diajukan ke Gubernur Riau untuk dibuatkan surat keputusan nya. Kita harusnya bingung, apa yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan besaran gaji tenaga honorer ini.

Walaupun tidak ada aturan yang implisit menegaskan bahwah gaji tenaga honorer harus berdasarkan UMK, tapi harusnya ini menjadi pertimbangan utama, karna penghitungan UMK sudah mencakup Standar Hidup Layak, Inflasi & Pertumbuhan Ekonomi daerah itu sendiri. Jika aturan besaran gaji ini diberlakukan, maka tenaga honorer hanya bisa memenuhi sekitar 7,14% kebutuhan hidupnya.Mari kita gunakan pertimbangan lain, dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Rokan Hilir 2017 (BPS), kita bisa melihat bahwa rata-rata pengeluaran perkapita perbulan yang paling rendah (kelompok masyarakat kurang mampu) adalah Rp 414.061 Kelompok masyarakat menengah Rp 720.891 dan kelompok masyarakat paling atas itu Rp 1.637.410.

Kita ambil sample Kecamatan Bangko (Bagan Siapiapi), Kecamatan yang paling banyak tenaga honorer nya mulai tingkat pemkab sampai pemdes, rata-rata jumlah jiwa per kepala keluarga adalah 4, berarti keluarga paling miskin di kecamatan Bangko membutuhkan biaya hidup normal Rp 1.656.244 perbulan.

Maka kalau rata-rata gaji kepala keluarga adalah Rp 350.000./bulan, maka kita akan menemukan sebutan baru untuk tingkatan status masyarakat, yang jelas jauh dibawah miskin. Ini semakin membingungkan, Pemkab Rohil hampir sama sekali tidak mempunyai landasan ilmiah dalam menetapkan besaran gaji tenaga honorer.

Jika landasan berpikirnya hanya defisit anggaran, maka ditengah APBD yang terasionalisasi, harusnya Pemkab Rohil menstimulasi agar stabilitas ekonomi riil tetap terkendali, bukan malah membuat kebijakan yang menyebabkan ekonomi riil akan terkoreksi semakin dalam.Jelas ini kebijakan yang sangat salah, mulai dari menghambat gaji, menurunkan gaji sampai PHK besar-besaran.

Multiplayer efec dari kebijakan ini adalah menurunnya daya beli masyarakat karna pendapatan yang berkurang, konsumsi akan turun, dan pasti produksi berkurang. Jangka panjangnya, pengangguran akan bertambah, dari tenaga honor yang berhenti sampai pengurangan tenaga kerja industri. Ibarat perusahaan, Rokan Hilir sudah gulung tikar malah tertimpah hutang.Dalam keadaan ekonomi yang seperti ini, daya beli masyarakat adalah hal penting yang harus tetap terjaga, maka harusnya Pemkab Rohil menerapkan Keep Buying Strategi, bukan malah sebaliknya yang membuat daya beli masyarakat melemah.

Struktur APBD harus dirubah, jangan terlalu mengutamakan pembangunan infrastruktur yang tidak dirasakan langsung manfaat nya oleh masyarakat kecil, ciptakan lapangan pekerjaan baru, alokasikan subsidi langsung, dan masih banyak pola lainnya yang bisa diterapkan.

Harusnya masyarakat punya mimpi indah, harapan dan cita sebagai resolusi tahun 2018, tapi pemerintah malah menambah rentetan mimpi buruk tahun depan.

Masih ada waktu untuk Pemkab Rohil memperbaiki kebijakannya sebelum nasi menjadi bubur, kecuali pemerintah ingin menjadikan Rohil sebagai daerah yang Auto Pilot. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Intoleransi Toleransi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 23:08 WIB

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

Jumat, 29 Desember 2017 - 23:33 WIB
Opini:

Dimulai Dari yang Kecil

Jumat, 29 Desember 2017 - 16:59 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa Dalam Perspektif Psikologi Hukum

Selasa, 26 Desember 2017 - 23:48 WIB

Gubri Ideal

Minggu, 24 Desember 2017 - 01:32 WIB

Para Pembebek Nabi

Minggu, 24 Desember 2017 - 21:33 WIB
Opini:

LGBT Itu Penyimpangan Fitrah

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:18 WIB
Opini:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB
Opini:

Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:37 WIB

Ramalan Shio untuk Karir Masa Depan

Kamis, 21 Desember 2017 - 07:46 WIB
Opini:

Anti-LGBT Itu Alami

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:57 WIB
Opini:

Narasi Tanpa Orasi

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:38 WIB
Opini:

Andi Rachman Berpotensi Menang Pilgubri 2018

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:36 WIB
Opini:

PDIP Untung, Andi Rachman Rugi

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:16 WIB
Opini Fahri Hamzah:

The Real People Power

Senin, 18 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Aksi Cuma Omong Doang

Senin, 18 Desember 2017 - 21:38 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Al-Aqsha di Hatimu

Senin, 18 Desember 2017 - 20:57 WIB

Baca Garis Tangan, Konon Katanya Menentukan Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 - 23:30 WIB
Dunia Islam:

Bela Al-Aqsha

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:48 WIB
Opini:

Polemik Putusan MK

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:31 WIB
Opini:

Tuntaskan Kasus Begal Sekarang Juga

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:19 WIB
Opini:

Tapak Kilas Kemesraan Indonesia, Mesir dan Palestina

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Kelak Di Hadapan Allah

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:40 WIB
Al-Aqsha Menunggumu

Perhatian dan Perhatikan

Kamis, 14 Desember 2017 - 00:54 WIB
Opini:

Membalik Logika

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:04 WIB
Opini Fahri Hamzah:

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:24 WIB
Dunia Islam:

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

Selasa, 12 Desember 2017 - 13:30 WIB

Riau dan Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:35 WIB

Atas Nama NKRI dan Pancasila

Senin, 11 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

Senin, 11 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB
Opini:

Efek Doa

Rabu, 06 Desember 2017 - 21:09 WIB
Dunia Islam

Allah Pemberi Hidup

Selasa, 05 Desember 2017 - 19:35 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize