RIAUBOOK.COM - Oleh Ustad Felix Siauw
Sejak awal kedatangan Islam di tanah Arab, Islam sudah menampakkan ciri khasnya, yakni tauhid. Maknyanya adalah meng-ESA-kan Allah dalam tiap segi kehidupan.
Yakni menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang berhak, apakah itu dalam penciptaan, dalam penentuan baik dan buruk, sampai pada tempat berharap dan berlindung.
Kondisi bangsa Arab pada saat itu malah sebaliknya, mereka menduakan Allah, mereka meyakini Allah Pencipta, tapi malah menjadikan selain Allah sebagai tempat meminta.
Maka saat Rasulullah datang dengan kalimat tauhid, Rasul memberi kritik keras pada praktek-praktek Arab yang saat itu banyak bertentangan dengan tauhid.
Terutama pada aktivitas-aktivitas umum yang itu melibatkan hukum selain hukum Allah, seperti penyembahan berhala, riba, perbudakan, dan perlakuan dzalim lainnya.
Tabiat Islam bertentangan dengan kedzaliman, maka dimana ada kedzaliman, disitu Islam akan muncul dengan penentangan yang paling keras, begitupun Muslimnya.
Karena Muslim yang shalat, dia melakukannya karena ketaatan, atas dasar yang sama, ia ingin taat pada seluruh aspek hidup, ingin Al-Qur'an dan As-Sunnah mewujud dalam hidup.
Sebab itulah, yang bereaksi paling keras saat penjajah datang, adalah orang Muslim. Yang sepenuh hati berjuang mengusir penjajah, mayoritas adalah Muslim.
Sebab sudah alamiahnya, seorang Muslim tidak suka dengan kedzaliman, dan mereka mencintai kedamaian dan keadilan, sebab itu sudah inheren dengan agama mereka.
Jadi bila ada satu kelompok, atau pemahaman yang senantiasa mencap negatif dan memusuhi kaum Muslim, mengkriminalisasi ulama Muslim, bisa jadi itulah kedzaliman.
Apalagi kita saksikan saat ini, kelompok yang sama mendukung kaum Nabi Luth, membela penista agama, selalu nyinyir pada agenda-agenda persatuan ummat.
Maka wajar ummat Muslim kemudian berdiri tegak menghadapi kedzaliman semisal ini. Bedanya, kaum Muslim takkan pernah curang dan licik dalam perjuangannya.
*Felix Siauw adalah penulis, pengemban dakwah, bersama yang menginginkan kebangkitan Islam. Tulisan ini diambil dari akun instagram @felixsiauw, Minggu (31/12/2017). (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…