RIAUBOOK.COM - Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang, Darwanto minta kepada semua pihak yang terlibat dalam pengawasan orang asing (PORA) terutama dalam moment Imlek di Meranti, agar melakukan tugasnya dengan elegan.
Dimana para orang asing yang berkunjung ke Meranti, tidak merasa terusik, atau bahkan terganggu privasinya. Kita harus memberikan pelayanan yang baik dan pendekatan yang humanis, sehingga dalam setiap deteksi atau pengawasan yang kita lakukan semua berjalan dengan kondusif.
Demikian diungkapkan Kakanim Imigrasi Selatpanjang Darwanto, didampingi Hidayat bersama anggota PORA Kepulauan Meranti yang dibentuk khusus melakukan pengawasan kehadiran orang asing berkaitan dengan pelaksanaan Imlek di Meranti, kemarin.
Bertempat di KopitiamandResto Selatpanjang, Rabu (14/2/18) baru lalu, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh berbagai instansi vertical dan lintas sektor lainnya. Membahas berbagai persoalan yang mungkin menjadi bagian tugas yang akan dilakukan oleh tim PORA dimaksud.
Dalam kesempatan tersebut juga diperoleh informasi dari pihak Polres Kepulauan Meranti mengungkapkan kedatangan orang asing dalam rangka Imlek di Selatpanjang yang dicatat berdasarkan perayaan tahun-tahun sebelumnya dimana kunjungan tersebut bisa berkisar sampai belasan ribu orang.
Dan umumnya pelancong itu datang dari wilayah Kepri dengan menggunakan kapal penumpang dari Batam. Pelancong yang datang dari luar negeri melalui kapal penumpang dari Batam ini menjadi cukup sulit dipantau karena baik bahasa maupun perawakan tidak berbeda dengan warga Tionghoa yang ada di Meranti.
Dan sebagian kecil memang didatangkan oleh panitia Imlek. Dimana orang asing ini terdiri dari berbagai latar belakang. Ada untuk penari, ada untuk juri dan pengunjung atau wisata relegius yang khusus masalah ritual keagamaan. Dan kedatangan mereka tidak dalam konteks comersial.
Dan sejauh ini sudah laporan kepada Polisi bahwa sekitar 80 orang asing akan segera masuk dan mereka semua akan menginap di hotel. Sehingga petugas atau tim bisa dengan mudah melakukan pengawasan, "kata Kasat Intel Polres Meranti.
Asnuddin dari pihak Bea Cukai mengungkapkan untuk pemeriksaan orang maupun barang di pelabuhan terpaksa dengan menggunakan pemeriksaan manual. Sebab peralatan ex ray sejak lama sudah rusak. Hal ini sebut Asnudin harus dimaklumi. Sehingga tidak ada niat petugas untuk mempersulit atau memperlambt pemeriksaan. Hanya karena peralatan deteksi kita yang dalam keadaan rusak, sebut Asnudin.
Diakhir rapat Kakanim Darwanto mengatakan moment Imlek di Selatpanjang juga sebagai moment pulang kampung bagi masyarakat Meranti yang telah menetap diberbagai negara. Baik di tingkat Asean, maupun di belahan dunia lainnya.
Jadi mari kita berikan pengawasan dan perlindungan yang terbaik bagi mereka, sehingga selama mereka di Meranti akan merasa nyaman. Dengan rasa nyaman yang mereka rasakan tentu akan berniat kembali untuk datang ke Meranti di tahun-tahun mendatang,"pinta Darwanto mengakhiri. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…