RIAUBOOK.COM - Suasana debat kandidat perdana pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dengan "Makmur di Negeri Melayu" di Hotel Labersa, Riau, berlangsung riuh diwarnai aksi bertarung yel-yel dari masing-masing massa pendukung, Jumat (27/4/2018) malam.
Barisan tempat duduk massa pendukung pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau diatur sedemikian rupa, sejajar berada di belakang barisan tamu undangan, tim pendukung paslon nomor urut 1 (Sayamsuar-Edy) terlihat kompak memakai kostum berwarna biru dengan tulisan "Membangun Riau lebih Baik".
"Nomornya 1, pendukungnya banyak," teriak pendukung Syam-Edy.
Di samping itu, massa pendukung Paslon nomor urut 2 (Lukman Edy-Hardianto) dominan memakai kostum berwarna hijau bertuliskan "Riau Bangkit, LE-Hardianto the next Gubri-Wagubri Zaman Now".
Sementara, massa pendukung Paslon nomor urut 3 (Firdaus-Rusli) adalah satu-satunya tim pendukung yang memakai tanjak sebagai ciri khas budaya Melayu, kompak dengan kostum berwarna putih dan bertuliskan "Jadikan Firdaus Rusli" mereka tak mau kalah bersorak-sorai adu kekuatan volume suara.
"Firli, Jadikan," teriak Tim Pendukung Paslon nomor urut 3 tersebut.
Sementara, Tim Pendukung Paslon dengan nomor urut 4 (Andi Rachman-Suyatno) serempak memakai kostum berwarna kuning bertuluskan "4yo Lanjutkan" pada bagian belakang baju mereka.
Terlihat beberapa pendukung "4yo" mememakai blangkon, yang menjadi ciri suku khas Jawa.
"Ayo lanjutkan," teriak mereka.
Keriuhan masa pendukung Paslon sempat beberapa kali ditertibkan oleh pengarah acara debat tersebut karena dinilai mengganggu konsentrasi para kandidat dalam menjawab pertanyaan.
"Tim pendukung, kami harap dapat mengikuti instruksi yang kami sampaikan, acara kita bukan hanya ditonton di Riau, tapi seluruh Indonesia, kami akan sediakan waktu kepada tim pendukung untuk bisa menyampaikan yel-yelnya pada awal dan akhir segmen, sesuai dengan arahan saya," kata pengarah acara debat itu.
Dia juga meminta agar tim pemenangan tersebut tidak berjalan mondar-madir di area ruangan karena bisa menutupi lensa kamera.
"Tolong bapak - ibu jangan berdiri apa lagi mondar-madir di ruangan, karena bisa menutupi kamera dan mengganggu konsentrasi paslon, saya ingatkan jangan mencemooh dengan teriakan 'Huu.., kita jalankan debat ini dengan santun tapi tetap seru," dia berujar. (RB/dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…