RIAUBOOK.COM - Makmur di Negeri Melayu adalah tema saat debat kandidat perdana yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Riau dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun ini.
Empat pasangan calon ditampilkan untuk mengumbar visi dan misi mereka dalam membangun dan memajukan daerah ketika nanti, rakyat benar-benar menjatuhkan pilihan dalam menentukan pewaris tahta kekuasaan di lingkar mahkota tanjak.
Malam itu, Jumat (27/4/2018), masing-masing kandidat hadir dengan penampilan sederhana, namun memiliki cirikhas tersendiri.
Seperti nomor urut 1, pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution, kompak mengenakan kemeja lengan pendek putih dengan kepala ditutup oleh peci sebagai busana nasional orang Indonesia.
Sementara paslon nomor urut 2, Lukman Edy-Hardianto memilih pakaian yang berbeda. LE memakai kemeja cokelat muda selaras dengan celana panjang yang dikenakannya sebagai khas penampilan dari Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan.
Hardianto, malam itu memilih mengenakan kemeja putih dengan celana dongker, keduanya pakai peci dengan gerak fisik yang mirip dengan Ketua Umum Partai Gerinda yang mengusung mereka.
Kemudian paslon nomor urut 3, Firdaus-Rusli Effendi menjadi satu-satunya pasangan dengan penampilan berbeda yang mencolok. Keduanya menonjolkan busana khas Melayu dengan tanjak yang melinkari kepala keduanya.
Untuk pasangan nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno, busana yang dikenakan memiliki isyarat kental. Kemeja lengan panjang berwarna kuning dengan kain batik melayu melinkar di bawah pinggang memberi kesan keduanya mencintai budaya Melayu.
Sementara 'irisan' warna merah yang ada di saku Suyatno menandakan satu partai pengusung PDI Perjuangan.
Empat paslon gubernur dan wakil gubernur Riau malam itu diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka dalam membangun Riau 5 tahun kedepan jika terpilih.
Syamsuar-Edy Natar
Pasangan ini menjadi yang pertama diberikan kesempatan oleh moderator untuk mencapaikan visi dan misi mereka. Syamsuar dalam penyampainnya menyatakan, Provinsi Riau adalah daerah yang kaya potensi, tetapi warganya jauh dari kemakmuran.
Oleh sebab itu, lanjut dia, berdasarkan pengalaman memimpin Kabupaten Siak, diperlukan pemimpin yang perduli dan pekerja keras untuk mewujudkan kemakmuran bersama bagi seluruh warga.
"Dalam lima tahun ke depan, kami bersama Edy, ingin meningkatkan perekonomian rakyat, dengan mempercepat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama jalan provinsi yang baik, jalan-jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan yang diharapkan bisa lebih baik," kata Syamsuar.
Syamsuar juga berjanji, jika terpilih nanti akan menerapkan wajib belajar 12 tahun, sehingga anak-anak calon penerus tidak ada yang tidak tamatan SMA dan SMK, dan itu diberikan kepada semua anak-anak Riau.
"Karena kami telah menerapkan di Kabupaten Siak selama kepemimpinan kami," kata dia.
Selanjutnya, kata Syamsuar, pihaknya juga akan memberikan pelatihan-pelatihan, kepada kaum perempuan, kepada generasi muda untuk menopang masa depan mereka.
Lukman Edy-Hardianto
Paslon Lukman Edy dan Hardianto yang diberikan kesempatan berikutnya menyatakan; Allah memberikan kekayaan yang berlimpah, di atas minyak, di bawah minyak, di tengah-tengah ada masyarakatnya yang terbuka, serta posisinya yang paling strategis di Selat Malaka, yang paling ramai akan perdagangan dunia.
"Tapi saat ini kita mengalami negeri yang paradog, karena pertumbuhan paling rendah se Indonesia," kata LE.
Kemudian kemiskinan, kebodohan menurut dia masih tinggi, dan infrastruktur 45 persen saja yang masih bagus.
"Serta umumnya kemiskinan berada di wilayah pedesaan, 70 persen kemiskinan ada di pedesaan," kata Lukman lagi.
Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya menawarkan sebuah program yang sederhana dan praktis, yaitu program Rp1 miliar per desa per tahun.
Program itu kata dia baik untuk mengatasi masalah korupsi, karena transfer langsung ke desa, kemudian signifikan menambah pertumbuhan 2 sampai 7 persen setiap tahun dan pastinya program ini menaikkan kapasitas fiskal masyarakat yang ada di desa, dari Rp1,5 miliar menjadi Rp3 miliar per tahun.
"Untuk menjalankan program ini harus didukung dengan sistem dan pemerintahan yang kuat," demikian Lukman Edy.
Firdaus-Rusli Effendi
Pasangan nomor urut 3, Firdaus-Rusli Effendi dalam kesempatan itu memaparkan visi dan misi untuk Riau madani, maju berkeadilan.
"Untuk membangun Riau hari ini dan Riau kedepan dan untuk anak cucu kita, maka kami Firdaus-Rusli membawakan sebuah harapan yaitu sebuah visi, yakni Riau madani, maju berkeadilan," katanya.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, lanjut dia, pihaknya menyatakan perang dan dan mengajak semua pihak untuk memerangi kebodohan, kemiskinan dan ketiga memerangi narkotika atau narkoba.
"Apa yang harus kita lakukan, pertama adalah membangun SDM yang berperadapan dan berkualitas yang disebut dengan madani," kata Firdaus.
Yang kedua, Firdaus melanjutkan, adalah membangun ekonomi, yaitu ekonomi yang cerdas, dengan memadukan ekonomi kerakyatan dengan ekonomi padat modal.
"Dan juga kita kuatkan nilai-nilai budaya dan agama sebagai wujud dari dasar membangun Riau yang madani dan berkeadilan," demikian Firdaus.
Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno
Pasangan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno dalam kesempatan diacara itu menjelaskan bahwa visi mereka adalah bagaimana menjadikan Riau maju sejahtera, berkeadilan dan berbudaya.
"Untuk menyukseskan visi tersebut, ada 4 misi dari paslon nomor urut 4, pertama pembangunan ekonomi yang berkualitas, berkeadilan dan merata," kata Arsyadjuliandi.
Yang kedua, lanjut dia, membangun dan mengembangkan pelayanan publik yang efesien dan modern.
Ketiga, kata dia, yakni mempercepat dan mempermudah akses kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan sandang, papan dan pendidikan serta kesehatan.
Yang keempat, katanya lagi, membangun masyarakat yang berbudaya menuju 'The Homeland of Melayu', Riau tumpah darah melayu, dan diikuti nanti oleh rencana kerja permerintahan dengan program-program yang strategis.
Telaah
Menelaah janji-janji politik dari empat paslon tersebut, niscaya untuk dilakukan jika mereka konsisten untuk mengedepankan kepentingan rakyat.
Pendidikan Gratis
Seperti pendidikan gratis 12 tahun. Misi ini menjadi harapan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengalami kesulitan ekonomi.
Besarnya biaya pendidikan saat ini, membuat banyak keluarga miskin di Riau harus rela mertungkus lumus dalam mengumpulkan rupiah.
Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) mengindikasikan tingkat pendidikan di Riau untuk penduduk usia bekerja diatas 20 tahun sejauh ini masih lemah, terdapat lebih 200 ribu orang yang ada di daerah ini hanya tamatan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Janji politik pendidikan gratis 12 tuhun yang menjadi misi paslon Syamsuar-Edy Natar setidaknya akan berdampak pada pemilih di kalangan dengan ekonomi menengan ke bawah.
Rp1 Miliar Per Desa
Dana desa menjadi program jitu di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena menyasar langsung ke pemerintahan tingkat desa melalui transfer langsung.
Program ini mengurangi resiko korupsi, sekaligus memeratakan pembangunan di tingkat desa sesuai dengan jumlah penduduknya.
Program ini juga niscaya untuk dilakukan lewat penambahan anggaran APBD Riau, dan tentu akan menjadi harapan bagi pemerintahan tingkat desa yang ada di daerah ini.
Program yang menjadi misi paslon Lukman Edy - Hardianto ini diprediksi mampu mengaet secara signifikan kalangan masyarakat pedesaan, terlebih bagi desa-desa tertinggal.
Riau Madani Berkeadilan
Riau madani yang berkeadilan dengan masyarakat yang cerdas dan unggul tentu menjadi dambaan semua pihak. Namun untuk mewujudkannya tidak mudah, terdapat 3 dasar yang harus dilaksanakan.
Paslon Firdaus-Rusli Effendi menyatakan perangnya terhadap tiga hal, yakni kebodohan, kemiskinan dan narkoba.
Masalah kebodohan adalah masalah serius di daerah dan di republik ini. Tantangan di era terbuka dalam ekonomi Asean adalah meningkatkan kualitas SDM agar andal dan mampu bersaing.
Jika ini terwujudkan, maka SDM di daerah ini akan mampu bersaing di era MEA yang saat ini telah 'menusuk' sendi perekonomian lokal dan nasional setelah Tiongkok mendominasi kejayaan tenaga kerja asing di dalam negeri.
Begitu juga dengan kemiskinan, jika paslon Firdaus-Rusli mampu meningkatkan kualitas SDM, maka rangkaian dampaknya adalah kesejahteraan masyarakat dan daerah hingga jumlah kemiskinan terus ditekan.
Namun, narkoba menjadi masalah terberat di Negeri Melayu. Perang terhadap barang haram itu tidak semudah membalikkan telapak tangan mengingat para pelaku kejahatan ini memiliki jaringan yang kuat bahkan mengakar di berbagai kalangan dan kelompok masyarakat elite.
Lewat program terintegrasi yang dikedepankan, paslon Firdaus-Rusli diprediksi akan mendulang suara di kalangan pendidik dan di kalangan masyarakat cerdas yang ada di daerah ini.
Maju Sejahtera
Visi ekonomi yang berkualitas dan merata, kemudian membangun sistem pelayanan publik yang efesien serta modern tentu menjadi harapan besar bagi masyarakat di Riau.
Kemudian mempermudah akses kebutuhan pokok masyarakat dan membangun masyarakat yang berbudaya, tentu akan menjadi program yang menyasar ke seluruh kalangan atau kelompok masyarakat.
Visi tersebut dikedepankan oleh paslon Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno. Keduanya adalah calon petahana yang selama ini mengedepankan kerja bersih dalam pemerintahan sebelumnya.
Program-program jitu yang dituangkan dalam visi dan misi para kandidat calon pewaris mahkota tanjak agaknya masih imbang dalam merebut simpati masyarakat di Bumi Melayu.
Masing-masing paslon menyasar kalangan yang berbeda dan terdapat di seluruh kantung suara pada 12 kabupate/kota.
Tiggal bagaimana cara untuk meyakinkan masyarakat, bahwa mereka mampu menjalankan program-program tersebut, dan juga mampu mengemban amanah besar bukan sebagai penguasa, melainkan pengayom masa depan.
Oleh Fazar Muhardi
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…