RIAUBOOK.COM - Peringatan Hari Bumi se Dunia 2018, Yayasan Belantara Bersama Kabupaten Siak dan Mitra lakukan Penanaman 126.000 batang Mangrove di Ekosistem Semenanjung Kampar, Kampung Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit Senin (30/4/18).
Kegiatan ini juga dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Siak, Budhi Yuwono yang mewakili Plt Bupati Siak serta sejumlah pejabat lainnya.
Budhi Yuwono menyampaikan, dulunya pesisir timur Sumatera banyak terdapat hutan bakau. Termasuk di kawasan Sungai Apit ini dan dulunya kayu bakau banyak digunakan untuk arang.
Potensi ini menjadi aksi kepedulian lingkungan untuk menjawab kebutuhan meningkat banyak maka hutan bakau menjadi gundul. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung upaya penyelamatan hutan bakau dengan kegiatan penanaman seperti ini.
"Kami juga apresiasi atas inisiatif masyarakat melakukan upaya penyelamatan hutan bakau dibantu oleh pihak terkait. Dukungan Yayasan Belantara patut dimanfaatkan terlebih lagi kegiatan ini bertepatan dengan acara Jambore Generasi Hijau atau Green Generation Indonesia," paparnya.
Ia mengharapkan dengan keikutsertaan peserta Jambore Generasi Hijau pada kegiatan hari ini, maka peserta jambore dapat mempromosikan apa yang dilihatnya selama di Kabupaten Siak. Termasuk indahnya ekowisata mangrove di kampong Rawa Mekar Jaya.
Sementara itu Direktur Eksekutif Yayasan Belantara Dr Sri Mariati mengatakan bahwa Yayasan Belantara merupakan lembaga penyalur dana hibah yang mendukung berbagai inisiatif proteksi dan restorasi eksosistem. Sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat lokal.
Ia menambahkan, cakupan area dukungan Yayasan Belantara adalah area konservasi, hutan produksi, hutan lindung dan perhutanan sosial.
"Saat ini fokus kami adalah untuk mendistribusikan hibah ke 10 area di 5 provinsi, dan salah satunya adalah di Provinsi Riau. Dari 10 areal yang menjadi fokus Yayasan Belantara 5 area hibah berada di Provinsi Riau yaitu Ekosistem Senepis, ekosistem Giam Siak Kecil Bukit Batu, Ekosistem Semenanjung Kampar, ekosistem Kerumutan dan ekosistem Bukit Tiga Puluh," paparnya.
Untuk program di Ekosistem Semenanjung Kampar sendiri saat ini Yayasan Belantara menggandeng 4 mitra yaitu Yayasan Lingkar Pesisir Bertuah (YLPB), Sustanaible Environental Development Studies (SENDS), Lembaga Konservasi Alam Riau (LKAR) dan Forum Masyarakat Penyelamat Semenanjung Kampar (FMPSK). (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…