RIAUBOOK.COM - Bupati Pelalawan HM Harris menaruh harapan besar kepada Gubernur Riau terpilih pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution untuk dapat merangkul semua pihak dalam mewujudkan cita-cita yang besar membangun daerah ini.
"Mari lupakan perbedaan, kita bangun Riau bersama, wujudkan Riau lebih baik dimasa yang akan datang," kata Harris lewat sambungan telepon kepada RiauBook.com, Selasa (3/7/2018) siang.
Harris menjelaskan, Golkar merupakan partai besar di Riau, kekalahan beringin menjadi yang terburuk sepanjang pemilihan langsung kepala daerah di Riau.
"Saatnya kita, bersama-sama mendukung dan memberikan kesempatan agar pemimpin baru nanti mampu membawa kemajuan, membawa Riau lebih baik," katanya.
Harris katakan, Riau merupakan provinsi yang memiliki banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, jika ini dikelola dan dijaga dengan baik, maka akan memberikan kemajuan yang luar biasa.
Seperti diketahui, lanjut dia, Provinsi Riau dihuni oleh masyarakat majemuk atau yang lebih dikenal orang banyak dengan sebutan masyarakat multikultural.
Multikultural artinya adalah masyarakat yang terdiri dari beragam kumpulan masyarakat yang memiliki asal, adat istiadat, maupun latar belakang, dan kebudayaan yang berbeda.
"Nah, bagaimana ini tetap disatukan, mereka juga diberi ruang atau kesempatan untuk memberikan ide-ide, gagasan-gagasan untuk membangun Riau," katanya.
Satu hal lagi, demikian Harris, pemimpin baru nanti diharapkan mampu mengoptimalkan pendekatan dengan pemerintah pusat yang selama ini masih begitu kurang perhatiannya untuk Riau.
"Harus dicari tahu apa masalahnya, apa persoalannya, dan segera carikan solusinya sehingga pusat kemudian benar-benar memandang Riau," katanya.
Tempatkan Plt
Sebelumnya dari informasi yang diterima RiauBook.com, DPP Golkar telah melakukan rapat untuk mengevaluasi sejumlah calon kepala daerah Golkar yang kalah pada Pilkada serentak tahun ini.
Di Riau, petahana Andi Rachman yang juga menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Riau maju sebagai calon gubernur dengan didukung partai berlambang beringin, koalisi dengan Hanura dan PDI Perjuangan.
Dari hasil hitung cepat Komisi Pemilihan Umun (KPU) Riau per 3 Juli 2018, petahana Andi Rachman - Suyatno berada di urutan kedua dengan meraih 468.519 suara atau 24,12 persen.
Pasangan petahana yang diusung Golkar hanya mampu meraih kemenangan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sementara kelah di 11 kabupaten/kota lainnya.
Peraih suara terbanyak adalah paslon Syamsuar - Edy Natar Nasution yang berhasil mengumpulkan 761.430 suara dari 1,9 juta DPT yang masuk.
Sementara pasangan Firdaus-Rusli hanya mampu meraih kemenangan di daerah kelahirannya, Kabupaten Kampar.
Secara keseluruhan Firdaus-Rusli hanya mampu mengumpulkan 390.699 suara atau 20,11 persen hingga menempatkannya di podium ketiga.
Terakhir paslon Lukman Eddy - Hardianto yang mampu menang cukup besar di kampung halaman Indragiri Hilir (Inhil) namun kalah telak di sejumlah wilayah kabupaten/kota.
Paslon ini menghasilkan 321.826 suara atau 16,57 persen hingga hanya finis di posisi keempat.
Kemenangan Syam-Edy atas petahana dan dua paslon lainnya tinggal menunggu pleno penetapan oleh KPU Riau yang akan digelar pada 8 Juli 2018.
Tekait kekalahan Ketua DPD I Golkar Riau pada Pilgub Riau, sejumlah petinggi partai tersebut belum bersedia memperikan komentar.
"Soal itu nanti lah," kata Masnur, pengurus DPD Golkar Riau.
Dia juga enggan menanggapi informasi rencana DPP yang bakal menempatkan pelaksana tugas untuk kepemimpinan DPD Golkar Riau menggantikan Andi Rachman. (RB/fzr)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…