RIAUBOOK.COM - Sekertaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi kembali menegaskan kalau pihaknya tidak memiliki masalah dalam membelanjakan anggaran yang ada, namun, lain halnya ketika berbicara tentang pendapatan.
Hal tersebut dilontarkan Sekda menanggapi komentar dan pandangan publik yang menurutnya keliru dalam melihat kondisi saat ini.
"Sekarang ini mata publik masih belum berubah, dari komentar, dari pesan WA yang masuk, seolah-olah kita itu tak bisa belanja, padahal itu tiga tahun lalu, mata publik belum berubah, harusnya publik bisa melihat kalau saat ini kita lancar belanja, kelemahan kita itu justru saat ini pendapatan kita seret," kata Sekda kepada RiauBook.com, Rabu (15/8/2018) saat ditemui dikantornya.
Keuangan Daerah yang kini kian merosot, kata Sekda disebabkan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh tidak mengalami peningkatan signifikan, sementara disisi lain juga ada penurunan pendataan Dana Bagi Hasil (DBH) baik Migas maupun pajak.
"Ditambah lagi tunda salur, jadi saat ini berbanding terbalik dengan dulu, dulu itu belanja tidak lancar, pendapatan normal, tidak ada tunda salur, dan ada peningkatan walaupun relatif kecil, kita punya SiLPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) besar sehingga punya cadangan yang besa, " tuturnya.
Dengan jumlah SiLPA yang besar, kata dia, daerah mampu menghasilkan pendapatan dari Deposito dan Giro.
"Kalau kita punya SiLPA sampai Rp3-4 triliun diakhir tahun, itu bisa di deposito dan digirokan, sehingga akan menjadi pendapatan lain -lain, bahkan hampir setengah triliun, dari bulan ke bulan, sekarang karena tidak ada SiLPA, tentu juga nendang ke pendapatan lain-lain, karena tidak ada yang mau di depositokan," demikian Sekda.(RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…