RIAUBOOK.COM - SMA N 2 Rambah Hilir memperoleh juara harapan 1 pada festival musikalisasi puisi dalam kegiatan Pekan Bahasa dan Sastra 2018 yang diadakan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 03-07 September 2018 ini bertempat di Hotel Pesonna, Kota Pekanbaru.
Tim musikalisasi puisi SMA N 2 Rambah Hilir terdiri dari 6 orang siswa, yakni Bhakti Bagus Rajabsya, Amsal Sulaiman Sirait, Daniel Stevanus Sitorus, Adya Sanny Putri, Kartika Sari Dewi dan Raja Taufik Hidayat. Keenam siswa ini didampingi oleh guru pendampingnya, Tengku Novenia Yahya, S.Pd.
Novenia mengatakan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerjasama yang baik antara siswa, para guru dan pihak sekolah serta bantuan dari beberapa alumni SMA N 2 Rambah Hilir.
Dikatakan juga oleh Novenia, prestasi ini merupakan angin segar bagi SMA N 2 Rambah Hilir setelah kurang lebih 2 tahun vakum dari festival musikalisasi puisi tingkat SMA se-Riau. Pasalnya, sejak tahun 2011 SMA N 2 Rambah Hilir tidak pernah absen dalam ajang ini dan selalu mendapatkan panggung juara 5 besar.
"Memang tidak sesuai targetan. Kami menargetkan tahun ini masuk juara 3 besar. Namun, juara harapan 1 ini pantas disyukuri sebab tahun 2017 lalu SMA N 2 Rambah Hilir tidak ikut partisipasi. Alhamdulillah tahun ini bisa kembali unjuk gigi di provinsi," ujar Novenia.
Adya Sanny Putri, salah seorang tim musikalisasi puisi juga mengatakan bahwa ini pertama kalinya mereka mengikuti festival musikalisasi puisi yang diadakan oleh Balai Bahasa Riau.
"Kami sangat bersyukur dan senang. Targetan kami, tahun depan harus masuk peringkat 3 besar," ujar Adya.
Selain lomba musikalisasi puisi, SMA N 2 Rambah Hilir juga berpartisipasi dalam lomba debat berbahasa Indonesia yang diadakan pada tanggal 06 September 2018. Namun, pada cabang lomba ini SMA N 2 Rambah Hilir hanya berhasil masuk ke babak perdelapan final. Tiga orang siswa yang menjadi anggota tim debat ialah Sigit Muamar Yusuf, Surya Ramadani dan Adya Sanny Putri.
"Kami akan terus belajar. Tahun depan harus bisa lebih baik lagi," ucap Surya Ramadani.
Di samping prestasi para siswa, Tengku Novenia Yahya selaku guru pendamping juga memperoleh prestasi pada cabang lomba Pewara (Pembawa Acara) sebagai juara harapan 1. Meskipun mengampu mata pelajaran Fisika, namun Novenia berhasil membuktikan hobinya sebagai Pewara yang disalurkan dalam kegiatan lomba ini tidak kalah saing dengan Pewara profesional lainnya. Dalam cabang lomba ini, Novenia mewakili desa tempat ia mengajar yakni Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.
"Karena dalam lomba Pewara ini harus mewakili instansi pemerintah, tidak boleh nama sekolah. Jadi saya bawa nama Kantor Desa Rambah yang merupakan desa tempat saya mengajar," ungkapnya. (RB/Rls)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…