RIAUBOOK.COM - Nama Supirman akhir-akhir ini menjadi sorotan publik dan disebut-sebut sebagai 'motor' yang melancarkan realisasi pencairan dana bagi hasil (DBH) migas untuk Provinsi Riau yang bertahun-tahun 'tersandera'.
"Semua karena perjuangan kita, bukan hanya karena saya dan soal saya," kata Supirman, kader senior Golkar yang memiliki kedekatan dengan Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat pesan elektronik yang diterima di Pekanbaru, Rabu (7/11/2018).
Supirman adalah salah satu 'punggawa' dari Tim Relawan Cakra 19 yang di dalamnya terdapat sejumlah nama purnawairawan TNI yang mendukung pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf.
Dia adalah mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KaDIn) Pekanbaru, juga merupakan kader Golkar yang saat ini dipercaya sebagai bendahara pada satu bidang di partai berlambang pohon beringin.
Nama Supirman mencuat begitu 'deras' setelah Relawan Jokowi-Ma'ruf (Projo) Wilayah Riau berhasil mengaet 11 kepala daerah untuk bersama-sama mendeklarasikan diri mendukung Jokowi 2 periode memimpin Indonesia.
Sejumlah pihak menduga-duga, deklarasi sejumlah kepala daerah di Riau bersama Projo ada peran Cakra 19 yang dikerahkan oleh Supirman lewat pendekatan-pendekatan persuasif.
"Yang jelas itu adalah keinginan mereka (sejumlah kepala daerah), tidak ada tekanan melainkan penguatan untuk Riau lebih baik," kata Supirman yang saat ini ambil bagian merebut kursi parlemen (DPR RI) dengan nomor urut 7 lewat Partai Golkar.
Terakhir, nama Supirman kembali disebut-sebut sebagai orang yang berperan besar dalam suksesi pencairan DBH migas bahkan tahun depan pemerintah pusat memastikan DBH migas bertambah seiring kenaikan harga minyak dunia.
"Substansi pembicaraan pertemuan kepala daerah kemarin dengan Pak Menko, hanya Pak Menko dan kepala daerah lah yang tahu. Tetapi intinya adalah, perhatian pemerintah pusat untuk Riau itu besar dan menggambarkan bahwa tidak rumit untuk menjalin komunikasi dengan pusat," kata Supirman.
Sebelumnya, Tim Banggar DPRD Riau telah berhasil menerima kesepakatan yang menggembirakan usai bertemu dengan pejabat Kementerian Keuangan.
Pertama adalah; terjadi perubahan besaran DBH migas yang akan diterima Riau atau mengalami kenaikan, yang berdampak pada pendapatan 2019.
Kedua untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat juga menjanjikan kenaikan yang signifikan untuk Riau pada 2019.
Total kenaikan dari pendapatan yang telah ditetapkan naik Rp1 triliun lebih menjadi Rp5.719.715.049.000,-.
Semula Triwulan ke III, pusat sudah mentransfer Rp387,2 miliar DBH, dan masih akan tambah Rp41 miliar lagi pada pekan ini.
Legislator Riau, Suhardiman Amby mengatakan, semula pihak Banggar datang ke Kementerian Keuangan untuk minta anggaran senilai Rp357 miliar, namun pusat justru menambahnya menjadi Rp586 miliar.
Sehingga Pemprov Riau diperkirakan tahun depan akan mampu menyerap lebih besar Dana Alokasi Khusus yang semula Rp1.533.482.890.000 naik sebanyak Rp329.558.448.000 menjadi Rp1.863.041.338.000. (RB/fzr)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…