RIAUBOOK.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan saat ini ada dua kabupaten di Riau yang telah berlakukan tanggap darurat banjir.
Dua wilayah kabupaten itu adalah Indragiri Hulu (Inhu) terhitung 5-25 November dan Kuantan Singingi (Kuansing) sejak 3-16 November.
"Sementara Pelalawan masih memberlakukan status siaga dari 17 Oktober hingga 31 Desember," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Jumat (9/11/18).
Ada pun dua daerah lainnya status tanggapnya sudah berakhir seiring banjir yang sudah surut, yakni Rokan Hulu sejak 12 hingga 27 Oktober lalu.
Begitu juga Rokan Hilir yang awalnya sempat menetapkan status siaga darurat pada 19 Oktober, kemudian meningkatkan status menjadi tanggap hingga 7 November.
"Semuanya sudah ada lima daerah yang sudah menetapkan status. Tapi ada yang status tanggap, ada siaga. Diantaranya ada juga sudah berakhir masa tanggapnya, karena banjirnya sudah tak ada lagi," katanya.
Untuk dua daerah yang memberlakukan masa tanggap seperti Kuansing dan Inhu karena memang daerah ini terjadi banjir. Tidak hanya, sarana umum seperti jalan, rumah sekolah. Ribuan rumah warga juga masih terendam termasuk sawah dan perkebunan warga.
Mantan Penjabat Walikota Pekanbaru ini mencontohkan di Inhu sampai hari ini, banjir sudah merendam 59 desa dan kelurahan termasuk 1.437 rumah warga di 10 kecamatan.
Seperti di Kecamatan Pasir Penyu 5 desa, merendam 190 rumah serta 1 unit sekolah. Lirik 1 desa merendam 90 rumah. Sungai Lala 7 desa, merendam 52 rumah. Kelayang, 9 desa merendam 165 rumah. Rakit Kulim 7 desa, merendam 60 rumah. Batang Peranap 3 desa merendam 124 rumah, sawah 65 hektar, kebun 175 hektar serta perkebunan palawija 35 hektar. Peranap 10 desa merendan 756 rumah.
Begitu juga dengan Kuansing, rumah, sawah dan perkebunan sudah terendam akibat meluapnya air sungai Kuantan. Sanger menghimbau semua warga khususnya yang tinggal di dekat bantaran sungai waspada. Hanya saja, di Kuansing komunikasi penanganan sedikit terkendala, mengingat daerah ini tidak ada BPBD, instansi yang khusus menangani berbagai bencana di daerahnya.
Akibatnya, BPBD Riau hanya bisa mengoptimalkan langkah penanggulangan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satpol PP setempat. "Kita terpaka memaksimalkan melalui Dinsos dan Satpol PP Kuansing," kata Sanger. (RB/MCR)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…