RIAUBOOK.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi menerangkan, pemanfaatan potensi lokal untuk menggesa peningkatan ekonomi daerah, tidak bisa mengesampingkan konteks penganggaran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas pada skema pendapatan daerah.
Hal tersebut dikatakan Hijazi menanggapi pandangan sejumlah pihak yang menyarankan agar Pemerintah Provinsi tidak perlu harus "mengemis" dana bagi hasil dari eksploitasi sumber daya alam "Bumi Melayu", apalagi, Riau dinilai kaya akan potensi.
"Ada dua hal, di sini kita bicara konteks perekonomian dan konteks pemerintahan, kalau bicara keekonomian, betul, kita harus memanfaatkan potensi lokal, potensi lokal itu kan strateginya ada pendayagunaan, pemanfaatan, optimalisasi, sumber daya," kata Hizaji kepada RiauBook.com, (27/11/2019) saat ditemui di Kantor Gubernur Riau.
Oleh karena itu, sebut Hijazi, perlu langkah dan strategi dalam mengintegrasikan potensi ekonomi dengan langkah-langkah kebijakan serta usaha masyarakat.
"Tapi dalam konteks anggaran Pemda, sampai saat ini kita belum bisa meninggalkan kontribusi bagi hasil, itu pakemnya, bagaimana mungkin kita produksi Migas kalau kita tidak dapat bagi hasil," tuturnya.
Justru, kata Sekda, ketika sumber daya Migas daerah setempat dieksploitasi, maka dibutuhkan recovery (pemulihan), "jadi perlu ada transformasi dari sumber daya alam yang diambil kepada sumber daya yang lain seperti pengembangan pendidikan, infrastruktur dan lain-lain".
"Itulah gunanya, kalau misalnya itu kita biarkan saja dan tidak ada transformasi di situ, lama kelamaan akan terjadi defrisiasi yang besar terhadap sumber daya alam kita," tutur Sekda.
Untuk itu, kata Sekda, persoalan ini pendekatannya harus dilihat dari dua aspek, yakni aspek ekonomi dan aspek anggaran.
"Secara ekonomi memang kita tidak bisa andalkan lagi sektor Migas, sementara kalau kita andalkan sektor non Migas, itu harus betul-betul kita tata bagaimana pendayagunaannya, selama ini kita lari ke sektor hutan, hutan sudah habis di eksploitasi, lari ke sektor perkebunan, ternyata terkendala harga" tuturnya.
"Makanya perlu diversifikasi, apa yang perlu di kembangkan, misalnya sagu dan ubi kayu, itu kan perlu untuk dikembangkan," demikian Sekda. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…