RIAUBOOK.COM - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional (Divre) Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun ini kembali menggelar operasi pasar di wilayah setempat, Kamis (3/1/2019).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin stabilitasi harga dan pasokan bahan pangan, terutama pada beras medium.
Kepala Perum Bulog Divre Riau-Kepri, A. Muis S Ali mengatakan, operasi pasar tersebut juga dilakukan untuk melanjutkan program yang telah berjalan pada tahun sebelumnya, "awal bulan ini kita mulai dengan kegiatan baru berdasarkan keputusan Rapat (Rapat Kordinasi Terbatas) dan perintah Dirut Perum Bulog untuk segera melaksanakan operasi pasar dalam meningkatkan pasokan dan stabilisasi harga pangan, khususnya beras medium".
Dalam rangka memperkuat pasokan beras, Bulog juga mengoptimalkan jaringannya yang dinamakan "Rumah Pangan Kita" (RPK),
"Mereka akan mendapat suplai beras dengan harga lebih murah, termasuk juga toko pangan milik Bulog yang jumlahnya sudah mencapai 23 toko di Pekanbaru dan sudah mulai beroperasi sejak 2018 kemarin, ini terus kita perkuat setiap hari," Muis menuturkan.
Pada tahun lalu, kata Muis, pihaknya telah mendistribusikan 17.000 ton beras ke berbagai daerah di wilayah Riau, untuk tahun ini, Bulog menargetkan distribusi hingga 20.000 ton.
"Target kita jangan sampai tahun ini terjadi lonjakan harga, apalagi dengan kondisi cuaca seperti ini tentu ketersediaan stok harus terjaga dengan baik," kata dia.
Untuk beras medium, Bulog mematok harga di angka Rp8.600/Kg, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah di tingkat pasar sebesar Rp9.950/Kg,
"Jadi beras yang kami jual ini semua di bawah Rp10.000," ujarnya.
Secara simbolis, sore tadi Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi melepas 5 unit truk yang mengangkut 50 ton beras untuk didistribusikan ke berbagai pasar di Kota Pekanbaru.
"Kegiatan ini penting, karena salah satu tugas pemerintah adalah menstabilisasi, konsep stabilisasi yang paling baik itu kan bagaimana menciptakan suplai yang cukup, dengan begitu maka tentu saja harga akan terkendali," kata Hijazi kepada RiauBook.com.
Sementara untuk menjaga suplai tersebut, sebut Hijazi, dibutuhkan distribusi yang lancar, "dengan lancarnya distribusi tentu saja akan terjadi pemerataan, sehingga dibeberapa tempat harganya tidak terlalu bergejolak, ini penting".
"Untuk menstabilisasi harga itu biasanya memang dengan operasi pasar, agar itu bisa efektif tentu saja jumlah yang dioprerasipasarkan idealnya harus bisa mempengaruhi. Oleh karena perlu dilaksanakan secara massif pada momen tertentu," tambahnya lagi.
Karena itu, dalam memaksimalkan upaya tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi dan mendukung Perum Bulog dalam kegiatan operasi pasar ini.
Untuk mencegah tindakan penimbunan dan aksi curang lainnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan dan pengawalan. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…