RIAUBOOK.COM - Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman angkat bicara soal biaya perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar dan menjadi sorotan Gubernur Riau terpilih H. Syamsuar.
"Saya sarankan Syamsuar cek dulu, baca dulu Buku APBD, mungkin beliau belum baca, saya sarankan baca dulu lah," ketus pria yang akrab disapa Deded, Rabu (23/1/2019) saat wawancara di lokasi proyek pembangunan Jembatan Siak IV, Pekanbaru.
Deded menganggap biaya perjalanan dinas yang ada saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan,"kita sudah melakukan pemotongan-pemotongan perjalanan dinas, pengurangan 10 persen".
Deded juga menyarankan, agar Syamsuar lebih teliti dan bertanya langsung kepada Dewan, tidak hanya mendengar bisikan dari sebelah pihak.
"Itu sudah dikupas kegiatan perjalanan dinas, maka saya sarankan baca dulu, jangan dengar bisik-bisik orang, kami sampai pagi buat penghematan itu, sampai subuh kami mencari pengurangan 10 persen," ungkap Deded.
Sebelumya, dalam acara Bedah APBD 2019 yang diadakan di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Selasa (23/1/2019) kemarin, Syamsuar mengatakan jika10 persen atau Rp401 miliar dari total belanja langsung sebesar Rp5,076 triliun dipakai untuk perjalanan dinas.
"Biasanya saya kalau di Siak, ada undangan acara di Provinsi minta lima orang, saya hanya setujui satu orang. Secara tidak langsung, kami sudah hemat anggaran perjalanan dinas, baik Pemkab maupun provinsi," kata dia
Sebab kata dia, ada juga kebiasaan pejabat, kegiatan yang dilaksanakan satu hari, dibuat menjadi dua hari.
"Ini pertanggungjawabannya dunia akhirat," kata Syamsuar.
Syamsuar juga menjelaskan dari APBD Riau 2019 yang berjumlah Rp 9,1 triliun, terdiri dari Rp4,102 triliun untuk belanja langsung, dan Rp5,076 triliun untuk belanja tidak langsung.
Dimana, kata dia, belanja tidak langsung terbesar digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp2,415 triliun.
Jumlah tersebut 48 persen dari total belanja tidak langsung atau mencapai 26,3 persen dari belanja daerah.
"Kemudian, bagi hasil kabupaten/kota mencapai Rp1,414 triliun atau 28 persen, dan belanja hibah sebesar Rp1,09 triliun atau 21 persen dari total belanja tidak langsung," Syamsuar menuturkan.
Sedangkan belanja langsung berjumlah Rp4,102 triliun, sebutnya, belanja langsung terbesar digunakan untuk belanja barang dan jasa, yakni Rp2,438 triliun atau 59 persen. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…