RIAUBOOK.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pada tahun 2018 lalu, membangun 15 titik sumur bor di Propinsi Riau, yang diberikan ke masyarakat untuk kebutuhan pokok masyarakat, dari 15 titik yang dibangun, 7 diantaranya ada di Kabupaten Siak.
Hal itu disampaikan Inspektur II di Inspektorat Jenderal di Kementrian ESDM Said Junaidi, disana penyerahan sumur bor air bersih di Kampung (Desa) Sialang Sakti Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Senin (11/2/19) pagi.
Said Junaidi mengatakan, selain Kabupaten Siak, Kabupaten/kota yang mendapatkan program sumur bor tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.
"Penyerahan sumur ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018, sebanyak 7 unit di Kabupaten Siak, 2 unit di Kotamadya Pekanbaru dan 4 unit di Kabupaten Rokan Hulu, dan 1 Unit di Kabupaten Kepulauan Meranti, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih," kata Said.
Beliau menjelaskan, selain itu, peresmian ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Riau masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.
"14 unit yang dibangun di Provinsi Riau memiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 meter, debit 0,6 s.d 2,2 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter," katanya lagi.
Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1886 jiwa. Pada tahun 2018 di Provinsi Riau, telah selesai dibangun sebanyak 15 unit sumur bor yang tersebar di Kabupaten/kota.
Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an ini kata Junaidi, terhitung dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 2.288 unit sumur bor, dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM yang didukung oleh DPR RI Komisi VII sebagai mitra kerja berupaya terus menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak," katanya lagi.
"Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia," jelasnya. (RB/Agus)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…