RIAUBOOK.COM - General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Ngawi-Kertosono Kediri Charles menjelaskan, dalam waktu dekat institusinya akan membangun tanggul agar kejadian banjir Seperti Kamis lalu, di jalan tol Trans Jawai tidak kembali terulang.
"Untuk sementara, kami ini mumpung sekarang ada penyusutan, kami akan pasang tanggul air, walaupun ada air masuk, air itu enggak ada masuk tol. Nanti apakah akan bangun tanggul permanen atau ada beton, kemudian akan ada desain baru lagi," kata Charles saat dihubungi reporter Tirto, umat (8/3/19).
Sementara itu, Kepala Badang Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit menjelaskan, lembaganya sudah menormalkan jalur tersebut. Menurut dia, genangan air sudah surut dengan ketinggian air diperkirakan 5 cm sehingga dianggap aman untuk dapat dilalui kendaraan.
Danang mengatakan, akibat adanya genangan air dari luapan Sungai Jeroan, jalur Tol Caruban-Madiun dari Km 603 600 - Km 604 000 sempat terputus selama 24 Jam lebih, sehingga harus dilakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan jalur maupun pemberlakuan sistem contra flow.
"Saat ini, di lokasi bekas genangan air telah dilakukan pengaturan dan pemberian rambu-rambu petunjuk demi keamanan pengguna jalan," kata dia.
Selain itu, kata Danang, PT JNK juga akan terus melakukan monitoring terhadap ketinggian air pada jalur tol yang di sekitarnya tergenang air dan melakukan pemantauan terhadap cuaca sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Upaya lainnya, kata Danang, PT JNK akan menyiapkan sand bag (kantong pasir) untuk menahan masuknya air kembali ke dalam jalur tol.
"Ke depan, diperlukan juga disiapkan mesin pompa air di titik genangan sebagai upaya agar air lebih cepat surut," kata dia. (Sumber: ANTARA)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…