RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Syamsuar menerima lawatan resmi Konsul Malaysia di Pekanbaru Wan Nurshima Wan Jusoh dalam rangka rencana kerja sama dua negara pada berbagai sektor, khususnya yang nanti akan dilaksanakan di wilayah setempat, Selasa (14/5/2019).
Didampingi Wakil Konsul Awaluddin Mohd. Nasir dan PAT Konsulat Antoni, Wan Nursihma mengatakan lawatan tersebut merupakan lawatan pertamanya sejak Syamsuar menduduki kursi jabatan Gubernur Riau.
"Ini lawatan resmi pertama kali dari Konsulat Malaysia, kami sudah ketemu beberapa kali di luar, tapi ini lawatan pertama secara resmi untuk mendukung kerja sama antara Malaysia dengan Indonesia, khususnya Riau," kata dia.
Sementara, Gubernur Riau Syamsuar menerangkan kedatangan pihak Konsulat Malaysia tersebut terkait rencana kerja sama dengan pihak Perbadanan di Malaka dalam rangka pengembangan pariwisata.
"Konsul Malaysia ini berkunjung menyampaikan adanya rencana kerjasama antara perbadanan dari Malaka, kemungkinan katanya dengan Pak Walikota, nanti mereka akan berkunjung ke sini, apakah di bulan ini atau di bulan depan, sekaligus mengelola Sungai Malaka dalam rangka menggerakkan pariwisata," kata Syamsuar kepada RiauBook.com.
Lebih lanjut orang nomor satu di Riau ini mengatakan, perbincangannya dengan Konsul Malaysia tersebut juga berkenaan dengan pengoperasian maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) dengan rute Kuala Lumpur - Pekanbaru dalam waktu dekat.
"Counter-nya sudah ada, sebenarnya dari MAS sudah siap, kalau misalnya sekarang sudah diizinkan dari Menteri Perhubungan RI, tapi dia (Konsul Malaysia) mendapat gambaran, kemungkinan di September nanti baru dapat izin dari Kementerian Perhubungan RI," tuturnya.
"Jadi MAS sudah siap menambah penerbangan ke Pekanbaru, kami sangat senang sekali, jadi sekarang ada dua maskapai yang melayani penerbangan Pekanbaru Malaysia. Air Asia dan MAS," tambah Syamsuar.
Dalam pembahasan mengenai maskapai tersebut, kata Syamsuar, pihaknya juga sempat membahas terkait kemungkinan untuk mengakut jamaah umroh asal Riau ke Jeddah atau Madinah.
"Tapi ini masih dalam tahap perbincangan," ujarnya.
Selain itu, dikatakan Syamsuar, pihaknya juga membahas rencana pertemuan antara Pemerintah Malaysia dan Pemeritah Indonesia dalam rangka percepatan implementasi Roro Dumai-Malaka.
"Itu diperkirakan pada bulan Juni, kalau menurut jadwal kementerian Perhubungan, pertemuan itu akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsuar juga menyampaikan Pemeritah Provinsi Riau telah menetapkan wisata halal, karena itu, ia berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia untuk bisa bersama-sama dalam meningkatkan kunjungan di sektor pariwisata.
Apalagi, sebutnya Indonesia dan Malaysia menempati rangking satu dunia, dalam kategori pariwisata halal yang ditetapkan oleh Global Moeslem Index.
"Kami juga menyampaikan kami yang berkaitan dengan industri-industri Syariah, harapan kami juga mendapat kerjasama yang baik antara Malaysia dan Indonesia," demikian Syamsuar. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…