RIAUBOOK.COM - Tim 9 Satgas 7 penaggulangann kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD, hingga kini masih terus berjibaku melakukan upaya pendinginan pada areal kawasan gambut bekas terbakar di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (9/8/2019).
Sebelum turun kelokasi bekas terbakar di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Satgas lebih dulu melakukan apel pagi dipimpin oleh Danramil 03/Bunut, Kapten Inf E.Sihotang.
Saat apel tersebut, Danramil mengingatkan agar seluruh personel Satgas harus terus waspada saat melaksanakan tugas-tugas pemadaman baik pada titik api, maupun pada lokasi pendinginan.
"Jangan pernah menganggap remeh dengan lokasi gambut, tekstur tanahnya sudah sangat rapuh dan mudah amblas jika dipijak, kalau tidak hati-hati ini justru malah berakibat fatal bagi keselamatan kita sendiri," kata Danramil dalam arahannya.
Sejak bencana Karhutla mulai "menggila" di sejumlah daerah, wilayah Riau beberapa waktu belakangan, masing-masing personel Satgas harus rela meninggalkan keluarga selama berminggu-mingu.
"Tak pulang kerumah dan tidak bertemu keluarga, itu sama sekali tidak membuat personel Satgas kurang semangat, justru sebaliknya," ujar Danramil.
"Jiwa patriotisme lah yang membuat semangat terus membara dalam rasa tanggung jawab, yang tak rela pergi tanpa hasil yang memuaskan, itulah alasan yang membuat pelaksanaan tugas selalu teras ringan," tambah Danramil lagi.
Karakteristik lahan yang merupakan kawasan gambut, terkadang menjadi dilema tersendiri bagi para anggota Satgas lantaran memerlukan waktu yang lama untuk menghilangkan asap dari sumber api yang terlihat nyata. (rb)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…