RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Riau merilis ekonomi setempat melambat sebesar 2,80 persen pada triwulan II 2019 dibandingkan triwulan I tahun ini yang tumbuh 2,87 persen.
"Perlambatan terlihat dari sisi penggunaan, yang bersumber dari konsumsi pemerintah.
Hal tersebut didorong oleh meredanya intensitas pengeluaran belanja Pemilu yang telah terlaksana pada awal triwulan II 2019," kata Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Riau, Teguh Setiadi pada acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Riau Periode Agustus 2019 dan Perkembangan Fiskal Regional Provinsi Riau Semester I 2019 di Pekanbaru, Kamis (10/9/2019).
Teguh menyebutkan bahwa perlambatan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga tumbuh melambat. Yaitu dari 5,07% (yoy) pada triwulan I menjadi 5,05% (yoy) pada triwulan II.
Ia juga menjelaskan penyebab perlambatan ekonomi Riau akibat menurunnya total APBD Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Riau tahun 2019 sekitar 2,3 persen dibandingkan APBD tahun 2018.
Selain itu perlambatan juga terjadi dari sisi lapangan usaha bersumber dari industri pengolahan, konstruksi, dan kontraksi pertambangan akibat natural declining. Melambatnya pertumbuhan industri pengolahan dipengaruhi berlalunya aktivitas Pemilu. Pada triwulan I 2019, aktivitas Pemilu cukup signifikan mendorong permintaan produksi kertas, pencetakan, dan makanan minuman.
Sementara itu, melambatnya kinerja konstruksi dipengaruhi oleh berkurangnya intensitas konstruksi akibat banyaknya hari libur, dan telah berlalunya carry over penyelesaian 3 (tiga) infrastruktur strategis di Riau yaitu Jembatan Siak IV, Flyover SKA, dan Flyover Arengka.
BI juga mencatat realisasi belanja Riau hingga triwulan II 2019 tercatat sebesar 31,80%, lebih rendah dibandingkan triwulan II 2018 yang mencapai 32,53% dari pagu anggaran. Sedangkan pada sisi pendapatan pada triwulan II 2019 tercatat sebesar 48,08%, lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 45,08% dari pagu anggaran.
"Meskipun demikian, peningkatan pendapatan lebih didorong oleh peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) akibat adanya pembayaran dana tunda salur DBH 2017 dari pemerintah pusat," tuturnya.
"Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan berada pada kisaran 2,30 – 2,80 % (yoy), dengan kecenderungan meningkat terbatas jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2018," demikian Teguh. (RB/Ver)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…