RIAUBOOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dalam waktu secepatnya.
Perintah secepatnya, menurut Jokowi tidak sampai berbulan-bulan, melainkan kasus tersebut harus terungkap dalam hitungan hari.
"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Udah tanyakan langsung ke sana (Polri)," kata Jokowi, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2012).
Dalam pertemuan antara Jokowi dan Idham di Istana Merdeka, Jakarta kemarin, orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta laporan soal penanganan kasus Novel yang telah berjalan selama dua tahun lebih.
Dikatakan Jokowi, Idham menyampaikan ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan.
Namun, ia tak menjawab saat dikonfirmasi apakah temuan baru ini soal pelaku penyiraman.
"Tanyakan langsung ke Kapolri. Yang jelas sudah disampaikan kepada saya temuan barunya itu seperti apa. Tanyakan langsung ke Kapolri," tuturnya.
Jokowi sudah beberapa kali menerima laporan tentang penyelidikan kasus Novel, namun sampai kemarin sore, Idham kembali melaporkan bahwa pelaku belum tertangkap.
Diketahui, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi pada April 2017 lalu.
Kenyataannya, hingga kini Polri masih belum mengumumkan siapa pelaku dibalik penyerangan tersebut.
Beberapa tim yang sudah dibentuk untuk mengusut tuntas kasus Novel itu pun belum mendapati hasil memuaskan.
Novel sendiri telah beberapa kali menjalani perawatan medis akibat insiden penyiraman air keras yang dialaminya.
Meski telah menjalani serangkaian operasi, namun kondisi penyidik KPK itu tak dapat pulih seutuhnya. Matanya masih belum dapat melihat seperti semula.
Sumber: CNN Indonesia


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…