Ilustrasi. (net)

Selasa, 11 Februari 2020 - 09:06 WIB 82340000

Tanda Akhir Zaman, Begini Kronologi Terjadinya Perang Dajjal

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Dunia yang kita tinggali telah mengenal dua perang besar, yaitu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kelak, di akhir zaman, disebutkan akan kembali terjadi peperangan besar, yang akan menjadi penutup segala perang, karena setelah itu tidak akan ada lagi perang.

Ada dua perang besar yang akan terjadi di akhir zaman. Yang pertama adalah perang al-Malhamah kubra, perang tersebut terjadi setelah kaum muslimin menaklukkan Persia, yang sekarang menjadi republik Iran.

Perang al-Malhamah kubra terjadi antara kaum muslimin dengan Rum. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist tentang urutan peperangan akhir zaman.

"Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Rum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya." (HR Muslim).

Di dalam hadist di atas dijelaskan bahwa perang terakhir umat Islam terjadi dengan Rum dan Dajjal. Peperangan dengan rum disebut perang al-Malhamah kubra, sedangkan peperangan dengan Dajjal disebut perang Armageddon atau perang Gog Magog (Ya'juj dan Ma'juj).

Pusat peperangann perang al-Malhamah kubra di Suriah sebagaimana dalam hadist, "Sungguh Rum benar-benar akan memasuki Syam (Suriah) selama empat puluh hari, tidak ada yang selamat selain Damaskus dan Amman." (HR. Abu Daud)

Sedangkan perang Armageddon, pusat peperangannya terjadi di Palestina, wilayah negara Israel sekarang. Karena Dajjal akhir zaman akan menjadi pemimpin negara Israel yang mengusai wilayah Palestina.

Mageddon adalah sebuah bukit yang terletak di wilayah Palestina. Sehingga perang Armageddon adalah perang dalam misi pembebasan Palestina dari jajahan kaum Yahudi.

Perang al-Malhamah kubra terjadi sebelum penaklukan Konstantinopel, yang sekarang menjadi rezim sekuler Turki, dan perang Armageddon terjadi setelah penaklukkan Konstantinopel.

"Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (Al-malmah kubra), terjadinya peperangan besar adalah tanda pembukaan Konstantinopel, dan pembukaan Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal."

Kemudian beliau menepuk-nepuk pundak seseorang yang beliau ceritakan hadits tersebut, kemudian bersabda, "Semua ini adalah sesuatu yang benar, sebagaimana engkau, Mu'adz bin Jabal, sekarang berada di sini adalah sesuatu yang benar". (HR. Abu Daud)

Di dalam hadist di atas, secara jelas dinyatakan bahwa perang al-Malhamah kubra terjadi sebelum penaklukan Konstantinopel, sedangkan perang Dajjal atau perang Armageddon terjadi setelah penaklukan Konstantinopel.

Adapun Rum yang dimaksud dalam hadist di atas adalah Rum timur, yang dulu pusat pemerintahannya berada di Konstantinopel. Karena dalam Islam tidak pernah dikenal Romawi barat.

Romawi barat telah runtuh seratus tahn sebelum munculnya Islam, dan berdiri kembali setelah seratus tahun wafatnya Rasulullah saw. Sehingga Rum yang dimaksud dalam al-Quran surah Rum adalah Romawi timur yang berpusat di Kostantinopel.

Setelah Romawi timur runtuh, pusat pemerintahan berpindah ke Rusia, yang disebut dengan Tsar Rusia. Tsar adalah asal kata Kaisar, yang mengadopsi sistem kekaisaran romawi Timur.

Setelah Konstantinopel direbut oleh kaum muslimin, kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia. Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, pemimpin Mokswa. Ia menikah dengan Shopia Paleologue. Cucunya, Ivan IV, akan menjadi Tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah zaman dulu yang digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine.

Penerus-penerus mereka mendukung gagasan bahwa Moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel. Gagasan Kekaisaran Rusia sebagai kekaisaran Rum tetap hidup hiingga meletusnya revolusi Rusia tahun 1917 M. Setelah berdirinya Uni Soviet, kekaisaran Rum runtuh dan digantikan sistem komunis.

Tetapi setelah Uni Soviet runtuh, kekaisaran Rum dilanjutkan kembali oleh negara Rusia modern.

Maka, secara jelas Rum yang dimaksud dalam hadist adalah Romawi timur yang merupakan Rusia hari ini. Sikap Rusia yang menentang zionis Dajjal menjadikan Islam akan berdamai dengan Rusia.

Perdamaian dengan Rusia belum terjadi untuk saat ini, karena perdamaian tersebut terjadi saat kaum muslimin memerangi Persia yang merupakan Iran sekarang. Untuk saat ini, Iran masih bersekutu dengan Rusia menentang zionis Dajjal. Akan tetapi, pada masa al-Mahdi, Rusia akan meninggalkan sekutunya, Iran, dan berdamai dengan kaum muslimin.

Sedangkan Iran akan beralih bersekutu dengan Amerika. Hal ini bisa kita lihat sikap Iran yang membantu rezim Irak yang merupakan boneka zionis untuk mempertahankan hegemoni zionis di timur tengah.

Tentang perdamaian dengan Rum pada masa al-Mahdi, dijelaskan oleh Imam as Sayuti. Abu Nua'im meriwayatkan dari Abi Umamah, Rasulullah SAW bersabda, "Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun".

Ada seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Siapakah imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?"

Rasulullah SAW menjawab, "Al Mahdi, anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukkan negeri-negeri syirik."

Setelah Rum ditaklukkan, kemudian kaum muslimin menaklukkan Turki tanpa peperangan. Setelah Turki ditaklukkan, maka keluarlah Dajjal. Terjadilah perang Armageddon atau Perang Dajjal, atau disebut juga dalam hadist sebagai perang Gog Magog (Ya'juj dan Majuj).

Ketiganya sama, karena pusat peperangan perang Armageddon di bukit Mageddon Palestina. Disebut perang Dajjal, karena pada saat itu Dajjal menjadi pemimpin, dan disebut dengan perang Ya'juj dan Ma'juj, karena pasukan koalisi dunia yang mempertahankan negara zionis dari serangan kaum muslimin yang tergabung dalam negara-negara Eropa dan Amerika disebut pasukan Ya'juj dan Ma'juj.

sumber naviri

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Pentingnya Bahasa Indonesia

Jumat, 10 Januari 2020 - 11:39 WIB

Ketika Hukum Sudah di Kaki

Minggu, 05 Januari 2020 - 20:23 WIB

Dagelan Sidang Bahadur Nagari Gumarang

Rabu, 18 Desember 2019 - 11:11 WIB

'DMA' Syamsuar

Senin, 14 Oktober 2019 - 09:44 WIB

Bunga-bunga Alahan Panjang

Sabtu, 29 Juni 2019 - 10:23 WIB

Merindu

Rabu, 12 Juni 2019 - 10:28 WIB

Subur Nagari Minang Kabau

Selasa, 11 Juni 2019 - 19:39 WIB

Jokowi Menang

Selasa, 12 Maret 2019 - 12:31 WIB

Riau Menuju 'Wajib Belajar 12 Tahun'

Kamis, 07 Maret 2019 - 10:33 WIB

Plt Sekum PKS INHU: Hari-hari Kami adalah Perjuangan

Jumat, 04 Januari 2019 - 11:18 WIB

Agar Hubungan Asmara Langgeng, Ini Tipsnya

Kamis, 15 November 2018 - 09:15 WIB

Kerja Nyantai Gaji Besar, Tapi Bukan Kantoran

Jumat, 09 November 2018 - 06:18 WIB

Polemik Ketertutupan SKK Migas & Jargon 'Sarang Korupsi'

Jumat, 02 November 2018 - 11:34 WIB

Emak-emak Andalan Prabowo-Sandi

Jumat, 26 Oktober 2018 - 08:00 WIB

Paradoks Infrastruktur, Manufaktur dan Lapangan Kerja

Senin, 24 September 2018 - 19:52 WIB

Pilkada 2018 Aman Damai, Golput Masih 'Pemenang'

Minggu, 08 Juli 2018 - 19:18 WIB

Tips Agar THR Tak Cepat Habis dan Sia-sia

Rabu, 06 Juni 2018 - 09:16 WIB

Para Rider Berebut Tahta Gubernur

Selasa, 20 Maret 2018 - 09:16 WIB

Medsos Sosial Bikin Boros, Mitos atau Fakta?

Senin, 19 Maret 2018 - 12:11 WIB

Politik Pelacur

Rabu, 14 Maret 2018 - 06:43 WIB

Presiden Jokowi Nyaris Dipastikan Bercerai?

Minggu, 18 Februari 2018 - 10:28 WIB

Frasa-frasa Janggal dalam Kehidupan Orang Indonesia

Kamis, 15 Februari 2018 - 22:27 WIB

Memperbanyak Publikasi Internasional Terindeks

Senin, 12 Februari 2018 - 12:06 WIB

Mengukur Moralitas dalam Politik

Kamis, 08 Februari 2018 - 12:38 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize