RIAUBOOK.COM - Korem 031 Wirabima (WB) dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memantapkan komitmen dan sinergi dalam membantu mewujudkan pembangunan "Bumi Lancang Kuning". pada masa mendatang.
Salah satunya, terkait pembangunan sumber daya manusia di wilayah setempat. Dalam hal ini, LAMR pun diminta dapat mendorong dan merekomendasi putra-puteri Riau untuk menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Demikian benang hijau pertemuan antara Komandam Korem 031 Brigjen TNI M.Syech Ismed dengan sejumlah tokoh pengurus LAMR pada Jumat (19/6/2010) petang, tampak di antaranya, yakni Al Azhar, Syahril Abubakar, Taufik Ikram Jamil, Syamsurizal, Asri Auzar, Hermansyah, Nasir Penyalai, dan Mustafa Haris.
M. Syech yang menjabat Danrem sejak April lalu itu mengatakan, me-ngenengahkan putra daerah untuk mengikuti pendidikan militer, memang merupakan kebijakan institusinya.
Ia menyebut, dengan kesempatan baik tersebut diharapkan semakin banyak putra Riau yang berkiprah di dunia kemiliteran.
Sempat disebutnya, soal perawakan tidak menjadi pertimbangan utama untuk mengikuti pendidikan militer. Asal calon peserta memiliki kesehatan baik, karena hal itu sudah menjadi modal besar untuk terjun ke dunia militer.
Ujarnya, Korem 031/WB pun bersedia melatih para pemuda yang berminat untuk dapat diterima di Akmil dengan baik.
Jalan pertemuan antara Korem dan LAMR pun turut menyorot sejumlah upaya yang selama ini sudah dilakukan demi kemajuan pembangunan Riau.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Al Azhar pada kesempatan itu menyebut, bahwa sebagian besar dari masyarakat miskin di Riau adalah masyarakat adat.
LAMR, kata Al Azhar, turut menggagas gerakan "jaga kampung", yakni upaya agar masyarakat tetap aktif dan kreatif menghadapi pandemi covid-19 dengan mengolah kemampuan sendiri secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Syahril Abubakar menerangkan, LAMR merupakan lembaga yang pada prinsipnya bergerak dalam memperjuangkan hak-hak adat.
Di antaranya, sambung Syahril, adalah secara aktif terlibat dalam memperjuangkan agar daerah ini memperoleh sesuatu yang lebih dari usaha tambang minyak semacam Blok Rokan, tidak hanya puas dengan bagian participan interest (PI) sebesar 10 persen yang sudah diatur dalam undang-undang.
Menanggapi segala yang diungkapkan pengurus LAMR, Danrem Brigjen TNI M.Syech Ismed mengatakan sangat mengapresiasinya. Sebab, menurutnya, LAMR melakukan sesuatu dari akar, misalnya berkaitan dengan gerakan jaga kampung.
Kata Danrem, kampung itu sendiri adalah akar, sehingga jika kampung baik, kecamatan, kabupaten, daerah, bahkan negara, akan baik pula.
Atas dasar itu, pihaknya siap bekerja sama dengan LAMR dalam berbagai hal yang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab Danrem. Ada juga sifatnya yang menyokong seperti berkaitan dengan hutan-tanah ulayat.
"Sudah bagus kalau dalam kegiatan LAMR, ada Korem, begitu pula sebaliknya," kata M. Syech Ismed yang baru beberapa hari lalu ditepuktepungtawari LAMR. Ditambahknya, tentu perlu dirumuskan bersama kegiatan dimaksud secara lebih konkrit, sehingga pertemuan demi pertemuan secara teknis harus dilakukan pada pekan-pekan mendatang. (RB/rls)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…