RIAUBOOK.COM - Pertumbuhan ekonomi Riau pada kuartal ketiga 2020 diharapkan menunjukkan perbaikan positif, menyusul adanya geliat ekonomi masyarakat yang mulai bangkit.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun optimis akan harapan tersebut. Apalagi, sebelumnya pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi Bumi Lancang Kuning tercatat mengalami kontraksi, dengan capaian sebesar 3,22 persen.
Di mana, pertumbuhan ekonomi yang lesu itu akibat dampak dari pandemi covid-19 dan berimbas terhadap penurunan volume komoditi ekspor pada sejumlah sektor yang menjadi andalan Riau seperti CPO, serta Pulp and Paper.
"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II kan kita mengalami kontraksi 3,22 persen. Kita harapkan pada triwulan III ini bisa tumbuh positif, dengan cara mendorong anggaran pemerintah agar cepat terkucur," kata Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau John Armedi Pinem Rabu (19/8/2020) di Pekanbaru.
"Kita juga melihat saat ini ekonomi sudah mulai menggeliat, cafe-cafe dan mal sudah mulai buka. Tapi, kita juga harus menjaga protokol kesehatan. Artinya ini seperti dua mata uang, kedua-duanya (protokol kesehatan dan pemulihan ekonomi) berjalan," tambahnya.
Selain itu, kata dia, di sisi lain pihaknya juga terus mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi.
"Kalau kita lihat, Bank Riau Kepri juga memberikan deviden lebih dari Rp72 miliar. Ya ada juga lain, dia (BUMD) juga kan menyerap tenaga kerja, ada yang menyalurkan kredit ke masyarakat, yang kesemuanya ini juga akan mendorong perekonomian. Kedepan juga kita akan terus berupaya untuk menyehatkan BUMD-BUMD kita ini," demikian John. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…