PEKANBARU - Pengurus Forum Penyuluh Antikorupsi Indonesia mendesak Gubernur Riau Haji Syamsuar untuk menonaktifkan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau SF Hariyanto sebagai Pengarah I dalam Forum Penyuluh Antikorupsi Provinsi Riau yang merupakan bentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami juga mendesak agar Gubernur Riau segera menyurati Mendagri dengan rekomendasi nonaktif SF Hariyanto sebagai Sekda Riau karena telah melakukan berbagai tindakan yang tidak bertanggungjawab," kata Koordinator Penyuluh Antikorupsi Wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Bobson Samsir Simbolon, SH, C.L.A, C.P.L.C, C.T.L, C.M.L kepada pers di Pekanbaru, Senin (10/4/2023) malam.
Bobson menjelaskan, dalam waktu dekat, pekan ini, pihaknya akan menemui Gubernur Syamsuar sebagai Pembina Forum Penyuluh Antikoupsi Provinsi Riau untuk membahas penonaktifan SF Hariyanto.
"Baik itu sebagai pengarah di forum, maupun penonaktifan beliau sebagai Sekda Riau," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya juga mendesak KPK untuk jangan berhenti dan mengusut tuntas persoalan dugaan korupsi SF Hariyanto sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Riau hingga sekarang menjadi Sekda Riau.
"Saya pikir banyak proyek-proyek bermasalah selama beliau menjadi Kadis PU Riau, dan kasus hedonisme keluarganya bisa menjadi pintu masuk bagi KPK mengungkap semuanya," kata dia.
Bobson mengatakan, kasus hedonisme isteri dan anak Sekda Riau sebelumnya telah menjadi sorotan publik sehingga benar-benar harus dituntaskan.
"Terkait gaya hedon isteri dan anaknya itu, kemarin sudah dijawab dengan berbagai keterangan dan alasan, termasuk pesta ulang tahun di hotel bintang lima di Jakarta yang diakui di sebuah ruko, kemudian tas-tas branded yang dipakai isterinya diakui sebagai batang KW atau replika. Kebohongan ini menandakan yang bersangkutan tidak memiliki integritas," katanya.
Bobson meenjelaskan, bahwa Forum Penyuluh Antikorupsi dibentuk oleh KPK untuk menjadi agen antikorupsi, mulai dari pencegahan hingga kampanye dan pendidikan.
Jadi, demikian Bobson, orang-orang yang berada di dalamnya termasuk pengarah harus benar-benar merupakan orang yang berintegritas.
"Jadi untuk persoalan Sekda Riau ini sudah benar-benar memalukan, gubernur sebagai pembina kami minta untuk evaluasi SF Hariyanto," katanya.
Viral di Medsos
Sekda Riau SF Hariyanto, menjadi sorotan usai istri dan anak kerap pamer barang-barang mewah dan gaya hidup hedon di media sosial.
Adrias, istri Hariyanto sempat pamer mengenakan tas mahal merek Gucci dan Hermes yang ditaksir senilai ratusan juta rupiah. Adrias juga kerap memposting foto liburan ke Eropa.
Belum selesai istrinya jadi sorotan, kini giliran anak perempuan SF yang disorot pamer kemewahan.
Video putri Sekda Riau pamer kemewahan itu tiba-tiba beredar dan viral.
Dalam video yang diunggah akun Twitter @PartaiSocmed terlihat remaja perempuan yang disebut anak SF itu sedang merayakan pesta ulang tahun.
Dari video itu terlihat pesta ulang tahun dengan potong kue jumbo.
SF Hariyanto cepat-cepat pasang badan dan menyebut, tas yang dipakai istrinya itu adalah barang palsu atau KW yang dibeli di Mal ITC Mangga Dua di Jakarta.
"Mereka (netizen) lihat ini disandingkan totalnya Rp 420 juta, padahal hanya Rp 2-Rp 5 juta beli di ITC Mangga Dua di Jakarta," kata Hariyanto.
Hariyanto mengaku jika barang-barang KW itu dipakai istrinya sebagai pejabat, terlihat asli.
Dia menegaskan, harga barang KW yang dibeli istrinya di Jakarta itu bisa dicek langsung ke sana.
Dia memastikan tak satu pun barang mewah yang dipakai istrinya itu adalah barang asli malahan semuanya tiruan.
"Kalau istri saya yang pakai pasti dibilang mahal. Ini tidak ada satupun yang asli ya. Artinya itu fitnah. Silakan ke tokonya ITC Mangga Dua lantai 1 dicek, benar nggak," katanya.
Namun setelah dilakukan penelusuran ke toko yang dia maksud, ternyata toko tersebut tidak ada.
Selain memakai tas bermerek mahal seperti Gucci dan Hermes, Adrias juga pernah terlihat memposting saat bersepeda dengan sepeda Brompton.
Selain itu, Adrias juga ketahuan berfoto saat makan di restoran Salt Bae, restoran yang terkenal dengan harga menunya yang sangat mahal itu.
Sementara untuk sang anak, Hariyanto tidak membantah soal video viral yang mempertanyakan pesta putrinya. Namun pesta itu disebut sudah belasan tahun lalu saat putrinya berusia 17 tahun.
Pesta itu dilaksanakan disebuah toko yang bernama Ritz Carlton, Jakarta. Namun lagi-lagi, ketika ditelusuri awak media tidak menemukan toko yang namanya sama dengan hotel megah bintang lima itu.
Atas kegaduhan yang dia lakukan, SF Hariyanto beserta isteri akhirnya dipanggil KPK untuk klarifikasi harta kekayaannya.
(ist)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…