RIAUBOOK.COM - Kabar mengenai penerimaan hasil penjualan minyak bumi dari participating interest (PI) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ke BUMD Riau Petroleum Rokan (RPR) yang hanya 1 dollar sontak mengejutkan pemerintah dan masyarakat setempat.
Untuk menggali informasi lebih dalam, Redaksi RiauBook.com, Senin (3/11/2025), mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida.
Dalam wawancara daring lewat pesan elektronik, redaksi mengajukan empat pertanyaan ke managemen PHR.
Pertanyaan pertama; mengapa 1 dollar?
Eviyanti Rofraida menjelaskan; Sesuai dengan Akta Perjanjian PI antara PHR dan RPR (Akta Perjanjian), PHR menanggung (carry) 100% di muka biaya investasi untuk bagian 10% milik BUMD.
Biaya modal ini, lanjut dia, merupakan kewajiban BUMD yang harus dikompensasi (reimburse) terlebih dahulu dari hasil penjualan minyak bagian 10% milik BUMD, sebelum BUMD menerima bagi hasil tunai.
Angka 1 dollar per bulan kata Eviyanti adalah minimum pendapatan yang diberikan PHR kepada BUMD ketika arus kas bersih (Net cash flow) WK Rokan berada di posisi negatif.
"Seharusnya ketika terjadi arus kas bersih negatif, BUMD ikut menanggung kerugian sebesar 10%. Kerugian yang seharusnya dibayarkan BUMD sebesar 10% ditalangi dahulu oleh PHR. Namun BUMD tetap menerima bagi hasil sebesar 1 dollat per bulan.
Seluruh mekanisme ini kata dia sesuai peraturan ESDM yang mendasari PI 10%, serta akta perjanjian yang telah disosialisasikan dan disepakati bersama.
2. Berapa biaya operasi PHR di Blok Rokan sepanjang 2025?
Eviyanti Rofraida menjelaskan, PHR telah menggelontorkan investasi puluhan triliun rupiah sejak alih kelola. Sebanyak 10% investasi seharusnya dibayarkan oleh BUMD.
Sesuai dengan Akta Perjanjian, lanjut dia, seluruh modal besar ini ditalangi oleh PHR agar BUMD tidak perlu mencari modal awal. Komponen investasi inilah yang kini menjadi biaya yang harus dikompensasi dari pendapatan PI BUMD.
3. Apa saja yang diprogramkan sehingga biaya opreasional membengkak?
Eviyanti Rofraida menjelaskan, investasi masif ini sangat krusial karena bertujuan menahan laju penurunan alamiah produksi Blok Rokan yang memang sudah mature.
Tahun ini, kata dia, PHR menambah sumur produksi baru sebanyak 558, sedangkan tahun lalu ada sebanyak 491.
PHR kata dia, saat ini memasuksi fase 'secondary' dan 'tertiary', dimana diperlukan tambahan steam dan pompa dalam proses produksinya.
"Selain itu fasilitas produksi dengan umur lebih dari 25 tahun, membuat biaya pemeliharan meningkat," kata dia.
4. Lantas apa target PHR atas kegiatan yang menyedot begitu besar biaya?
Produksi yang stabil kata dia menjamin bahwa saat fase kompensasi modal ini selesai, BUMD akan menerima Arus Kas Bersih yang maksimal dari Blok Rokan yang terjaga.
5. Bagaimana dengan keterbukaan informasi? Apakah PHR selama ini terbuka dan transparan atas informasi yang disampaikan ke BUMD RPR dan masyarakat?
Eviyanti Rofraida menjelaskan, mengenai keterbukaan informasi, PHR secara rutin setiap bulannya/triwulan telah menyampaikan Laporan Keuangan Financial Monthly Report (termasuk komponen biaya investasi dan operasi), Joint Interest Statement, Laporan perhitungan bagi hasil produksi (Entitlement Calculation Sheet), Laporan perhitungan pajak, Work Program & Budget, Financial Quarterly Report kepada PT Riau Petroleum Rokan (RPR) selaku BUMD yang mengelola PI 10%, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Pengalihan PI.
PHR kata dia juga sudah melakukan sharing session terkait aspek keuangan maupun operasi PHR kepada Tim RPR.
Data operasional dan keuangan PHR kata dia adalah data Korporat dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
PHR menurutnya berpegang pada prinsip bahwa transparansi data dilaksanakan secara B2B (Business to Business) dengan mitra PI, yakni RPR, yang kemudian memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Pemerintah Daerah.
"Kami siap bekerjasama dengan RPR dan Pemerintah Daerah untuk memberikan edukasi yang lebih mendalam mengenai aspek akuntansi dan finansial dari mekanisme PI," demikian Eviyanti Rofraida. (fjr)



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…