Riau Book -Â Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan, Riau, kian mengkhawatirkan. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini telah merenggut nyawa seorang bocah 6 tahun bernama Nurilham, anak wargaDesa Sialang Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Â
"Dari 39 kasus DBD yang terjadi hingga 3 bulan terakhir ini, 1 di antaranya meninggal dunia. Pasien atas nama Nurilham usia 6 tahun meninggal dunia akibat DBD dan sempat dirawat rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong," ujar Kadiskes Pelalawan dr Endid Romo Pratiknyo melalui Kabid P2PL Khairul, Kamis (17/3/2016).Â
Khairul ditemui media ini bersama Ketua Fraksi Golkar Baharudin MH di RSUD Selasih saat mengunjungi pasien DBD yang baru Ade mutiara Rahmah (12), bocah kelas 6 SDN Desa Sialang Indah RT 01 RW 01 Pangkalan Kuras. Menurut Khairul, Nurilham, menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (9/3/2016) lalu, dimana korban tampak gejala DBD pada 2 Maret lalu.Â
"Memang sempat dirawat di RS Efarina, tapi karena agak terlambat mendapat pertolongan medis, maka tanggal 9 Maret lalu, korban Marhalim meninggal dunia," bebernya.Â
Kata mantan Kabid Penempatan Kerja Disnakertrans Pelalawan ini, bahwa sebelumnya kejadian, pada tanggal (22/2), dirinya bersama anggota DPRD Pelalawan Burhanuddin telah melakukan sosialisasi bahaya DBD sekaligus melakukan fogging di desa Sialang Indah kecamatan Pangkalan Kuras.Â
       Â
"Jadi, korban diperkirakan digigit nyamuk penyebar DBD pada (25/2) lalu, dimana gejalanya muncul pada 2 Maret. Sementara fogging telah dilakukan jauh hari sebelumnya. Artinya, penanganan dan tindakan telah diambil dinas," katanya.
Tapi, lanjut dia, dengan melakukan fogging, tidak memutus mata rantai penyebaran dan penularan penyakit DBD ini. Pasalnya, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara untuk membunuh jentik nyamuk berbahaya ini harus masyarakat harus melakukan gotong royong dan 3M plus (menguras, menutup dan menimbun) serta menaburkan bubuk Abate. Sedangkan bubuk Abate, bisa diminta ke Puskesmas terdekat.
    Â
Ketika ditanyakan tentang penetapan kondisi luar biasa (KLB), Khairul mengatakan, bahwa hingga saat ini, kendati sudah ada kasus DBD yang menimbulkan korban jiwa, pihaknya belum menetapkannya.
"KLB belum lah, tapi tindakan dan langkah deteksi dini sudah kita lakukan. Dan tentunya masyarakat juga harus lebih meningkatkan kesadarannya lagi untuk peduli lingkungan. Dulu tahun 2011 kita sempat KLB, apakah ada kaitannya siklus 5 tahunan atau sebab faktor lainnya. Namun, yang jelas sekali lagi masyarakat diimbau untukÂ
tidak lengah, lakukan goro paling tidak seminggu satu kali.
Saya mengingatkan kepada Puskesmas juga agar terus memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Dan dari 39 kasus DBD yang terjadi dalam tenggat waktu lebih 3 bulan ini, paling banyak di Kecamatan Pangkalan Kerinci dengan jumlah 22 kasus," tuturnya.
Ia katakan, menyebutkan kasus DBD di Desa Sialang Indah ditemukan sebanyak 5 kasus.Â
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Pelalawan sekaligus Ketua Fraksi Golkar Baharuddin menambahkan, bahwa pasien yang baru masuk ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci ini, bernama Ade Mutiara Rahmah (12) yakni bocah kelas 6 SDN Desa Sialang Indah RT 01 RW 01 Pangkalan Kuras. Namun, karena kondisinya kian parah, maka korban terpaksa dirujuk ke RS Awal Bross Pekanbaru.Â
"Keluarga Darsino (45) yang merupakan orang tua Ade Mutiara ini dari keluarga kurang mampu. Dan Alhamdulillah setelah berkoordinasi dengan Diskes, maka korban bisa mendapatkan Jamkesda dan dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.
Namun, mengingat kondisi korban kian parah dan pihak dokter yang menangani tak mampu, maka pihak RSUD Selasih merujuk korban untuk dirawat ke RS Awal Bross Pekanbaru. Mudah-mudahan ditangani maksimal dan cepat sembuh. Dengan kasus DBD yang cenderung meningkat ini, maka saya berharap Pemkab Pelalawan juga semakin kencang mensosialisasikan pola hidup bersih sebagai upaya mendukung salah satu program unggulan Pelalawan Sehat,"Â pungkasnya. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…