Poin-poin Perdebatan BPK Vs Ahok di Polemik Lahan Sumber Waras

Riau Book - Perdebatan antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berlangsung cukup sengit. Terlebih dalam polemik pembelian 3,6 hektare lahan Rumah Sakit Sumber Waras pada anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2014.

Sebenarnya poin apa saja yang menjadi perdebatan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini ya? Dilansir dari Kompas.com, Senin (18/4/2016), ada beberapa poin yang menjadi perdebatan antara Ahok dengan BPK, adalah:

1. Transaksi tunai pembelian lahan

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK Yudi Ramdan mengatakan awal kecurigaan pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras berawal dari transaksi tak lazim yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Karena pembelian sebagian lahan itu menggunakan cek tunai sebesar Rp 755,69 miliar yang diambil dari uang persediaan (UP).

Ini dinilai tak lazim, karena sistem pembayaran melalui cek tunai sama seperti pembayaran uang tunai. Caranya dengan mencairkan cek tersebut di bank dan kemudian ditransfer ke rekening pihak ketiga, dalam hal ini Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW).

Harry menyoroti waktu transaksi pembayaran yang dilakukan pada pukul 19.49, 31 Desember 2014. Selain itu, ia menyebut, pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras terkesan dipaksakan. Karena sudah lewat batas tutup buku anggaran pada 25 Desember dan dilakukan sebelum tutup tahun.

Cek tunai itu kemudian ditransfer ke rekening pihak ketiga melalui rekening Bank DKI. Nah, itu masuk laporan audit investigasi.

Menanggapi hal itu, Ahok meminta wartawan mengonfirmasi perihal itu kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta yan melakukan transaksi pembayaran. Hanya saja hingga kini belum diperoleh konfirmasi dari pihak terkait.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara menegaskan bahwa pembayaran pembelian lahan itu melalui sistem transfer. Pemprov DKI Jakarta mentransfer uang tersebut ke rekening Bank DKI RS Sumber Waras.

"Yang benar, pembayarannya itu kami terima di Bank DKI rekening kami. Rekening kami Bank DKI sudah lama, bukan gara-gara kami jual ini (baru buka), enggak," ujar Abraham.

2. Lokasi dan nilai jual obyek pajak (NJOP)

Salah satu penyebab munculnya indikasi kerugian negara sebesar Rp 191 miliar itu disebabkan adanya perbedaan pandangan terkait lokasi lahan RS Sumber Waras yang dibeli Pemprov DKI Jakarta. Hal ini berdampak pada nilai jual obyek pajak (NJOP) lahan tersebut.

Dalam audit BPK, Pemprov DKI Jakarta membeli lahan RS Sumber Waras yang berada di Jalan Tomang Utara. Merujuk lokasi itu, NJOP-nya sekitar Rp 7.440.000. Sementara Pemprov DKI Jakarta membeli sebagian lahan tersebut dengan NJOP sebesar Rp 20.755.000 per meter persegi, dengan merujuk lokasi di Jalan Kyai Tapa.

Menanggapi perbedaan ini, Ahok menyebut Kementerian Keuangan yang berhak menghitung besaran NJOP. Penetapan NJOP berdasarkan zonasi sebagai satu hamparan tanah (satu nomor obyek pajak menghadap Jalan Kyai Tapa) yang ditetapkan sejak tahun 1994 sesuai database yang diserahkan oleh Kementerian Keuangan Cq Dirjen Pajak.

Adapun total pembelian lahan yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan NJOP, yakni Rp 755 miliar, dengan berbagai keuntungan karena tidak harus membayar biaya dan administrasi lainnya.

Nilai transaksi sudah termasuk nilai bangunan dan seluruh biaya administrasi, atau dengan kata lain Pemprov DKI tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lainnya. Selain itu, bukti formal sertifikat hak guna bangunan (HGB) atas lahan tersebut menyatakan alamat Jalan Kyai Tapa.

Sesuai dengan hasil appraisal, nilai pasar lahan tersebut per 15 November 2014 yaitu Rp 904 miliar. Artinya, nilai pembelian Pemprov DKI Jakarta jauh di bawah harga pasar.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Pertanahan Nasional Jakarta Barat Sumanto mengatakan, sebagian lahan Sumber Waras yang dibeli Pemprov DKI Jakarta terletak di Jalan Kyai Tapa RW 10 RT 10, Tomang, Jakarta Barat.

Luas lahan milik YKSW yang dibeli Pemprov DKI Jakarta mencapai 36.410 meter persegi. Hal itu sesuai dengan sertifikat hak guna bangunan (HGB) Nomor 2878.

3. Perdebatan HGB

Salah satu pertanyaan auditor BPK yang membuat Ahok kesal perihal habisnya masa berlaku HGB RS Sumber Waras pada tahun 2018. Ahok menyebut, hal ini bukan berarti lahan itu langsung dapat dimiliki negara.

"Sekarang saya tanya kalau HGB berakhir 2018 apakah itu berarti disita buat negara? Kalau kamu berpikir kayak gitu, berarti semua mal, rumah sakit, gedung swasta, termasuk gedung sawit di daerah bisa langsung disita buat negara," kata Ahok.

Habisnya masa berlaku HGB hanya membuat si pemilik tanah perlu memperpanjang sertifikat HGB-nya.

4. Klarifikasi audit investigasi RS Sumber Waras

Ahok juga kesal ketika protesnya terhadap audit investigasi BPK terkait pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras tidak pernah ditanggapi. Surat protes tersebut sudah dikirim Ahok kepada BPK pada 3 Agustus 2015.

Dalam surat itu, Ahok mempertanyakan hasil audit BPK Provinsi DKI Jakarta tersebut. Surat protes itu kemudian dibalas BPK pada 18 Agustus 2015.

Dalam surat balasan, BPK berjanji akan segera memanggil Ahok terkait protes terhadap hasil audit.

"Dia (BPK) ngaku sudah terima ya. Surat pengaduan tersebut telah dicatat dan telah diregistrasi untuk kepentingan sidang MKKE (Majelis Kehormatan Kode Etik), pelapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan," ucap Ahok.

Namun, hingga kini, Ahok mengaku belum dipanggil BPK untuk mengklarifikasi protesnya akan hasil audit BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras itu.

Menanggapi hal itu, Harry Azhar menjelaskan ada tiga jenis audit. Pertama, audit keuangan negara demi kepentingan publik. Kedua, audit kinerja yang dilakukan tiap semester kedua; dan ketiga, audit investigasi.

Audit pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras merupakan audit investigasi.

"Audit jenis ketiga dengan tujuan tertentu atau audit investigasi ini tidak perlu komentar pihak terkait. Kalau audit keuangan dan kinerja harus pakai komentar institusi terkait," kata Harry. (RB/kom)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Ayo, Jujur Isi Data Kependudukan Pekanbaru

Riau Book - Saat ini transparansi adalah tuntutan masyarakat terhadap pemerintah, sebaliknya pemerintah juga berharap masyaraktnya jujur, maka gayung bersambut…

Foto

Ini Agar Remaja Inhu Tak Nikah Dini, Terlindungi dari Narkoba dan HIV/AIDS

Riau Book - Pihak Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menggelar pelatihan…

Foto

Gawat Riau Nih, 'Biasanya SKPD Beli Barang Tapi Tidak Memasukkannya ke Daftar Aset'

Riau Book - Untuk penataan aset secara menyeluruh di seluruh SKPD, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau berkomitmen…

Foto

Peringatan dari Wardan, Ini Demi Hasil Audit BPK Terhadap Pengelolaan Barang Pemda

Riau Book - Kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengatur dan mendata semua aset daerah dengan baik dan…

Foto

Peralihan Kewenangan Ini Buat 500 ASN Berbagai Instansi Pemda Dumai Beralih Urusan

Riau Book - Pihak Pemerintah Kota Dumai tengah membahas rencana menjalankan kebijakan pusat menarik sejumlah urusan dan kewenangan daerah ke…

Foto

Innalillahi, Wartawan Senior Guntur Razak Berpulang

Riau Book - Guntur Razak, wartawan senior media televisi nasional yang bertugas di Pekanbaru, Riau, telah berpulang. Dia meninggal dunia…

Foto

Legislator Riau Noviwaldy Malas Komentar Soal 'Uang Lelah' Dana Eskalasi

Riau Book - Sejumlah legislator di DPRD Riau sebelumnya sempat meributkan pencairan dana eskalasi senilai Rp220 miliar ke sejumlah kontraktor.…

Foto

Mau Tahu Apa Masalahnya, Kok 5 Bulan Kerja Sampah Pekanbaru Masih Menumpuk, Padahal Proyeknya Rp53 Miliar

Riau Book - Legislator di Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Riau, memggelar hearing dengan PT Multi Inti Guna (MIG) dan…

Foto

Alasan PT MIG, Kebiasaan Buruk Masyarakat Ini Menjadi Pengaruh Besar Kumuhnya Pekanbaru

Riau Book - PT MIG dan DKP Pekanbaru, Riau, menyatakan berbagai alasan untuk menutupi kesalahannya. Bahkan terkait menumpuknya sampah…

Foto

KPK Sorot Riau, Baru 50,75 Persen Eksekutif yang LHKPN dan 34,3 Persen Legislatif, 'Masih Jauh'

Riau Book - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan saat ini lembaga itu sedang menyorot beberapa provinsi di Indonesia khususnya…

Foto

Ayat Soal KTP dan Akta Kematian Warga Pekanbaru

Riau Book - Pihak Pemerintah Kota Pekanbaru, melakukan revisi terhadap peraturan daerah (ranperda) administrasi kependudukan terhahulu yang dinilai tidak layak…

Foto

Dulu Situs Porno Diblokir, Kini Situs Porno Blokir Pengunjung, Ini Alasannya

Riau Book - Sotus porno menjadi sorotan PemerintahIndonesia. Situs-situs porno pun diblokir oleh pemerintah agar tak bisa diakses oleh penggguna…

Foto

Wali Kota Gelar Gerakan Tampan Bersih Menuju Pekanbaru Madani

Riau Book - Wali Kota Pekanbaru, Riau, Dr.H.Firdaus, mengajak warga di Kecamatan Tampan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan bergotong royong.…

Foto

PEMBERITAHUAN PEMADAMAN LISTRIK KOTA DUMAI

PEMBERITAHUAN MANAGER PT PLN (PERSERO)WILAYAH RIAU AREA DUMAI RAYON DUMAI KOTATentangPEMADAMAN ALIRAN LISTRIK PT PLN (PERSERO )Sehubungan…

Foto

Terlilit Kasus Sumber Waras, 10 Jam Ahok 'Digarap'KPK

Riau Book - Proyek pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat telah menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja…

Foto

Umar Patek Tawarkan Diri untuk Bebaskan 10 ABK di Filipina

Riau Book - Masih ingatkah dengan nama Umar Patek? Terpidana teroris kasus bom Bali 2002. Ia telah mengajukan diri menjadi…

Foto

Jokowi Tak Jadi ke Riau Karena Ada yang Lebih Penting

Riau Book - Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan berkunjung ke Riau. Namun rencana itu batal karena mendadak ada hal…

Foto

Layaknya PNS, Pelacur di Daerah Ini Bekerja 5 Hari Sepekan, 2 Hari Jatah Suami

Riau Book - Banyak cara mencari uang untuk meningkatkan kekuatan ekonomi keluarga. Tapi sebagian wanita memilih jual diri. Bahkan sebagian…

Foto

Tamu Undangan Berfoto di Ornamen Dekorasi Pesta Anak Walikota Dumai

Riau Book-Pernikahan putri Walikota Dumai Zulkifli AS dengan keponakan Mantan Gubernur Riau, Mambang Mit ditata rapi dan mewah, bahkan ornamen…

Foto

Karangan Bunga Dari Presiden RI Ke 6 Hiasi Resepsi Pernikahan Anak Walikota Dumai

Riau Book-Karangan bunga ucapan selamat pernikahan anak Walikota Dumai hiasi jalan Jendral Sudirman Dumai, bahkan mantan Presiden Republik Indonesia ikut…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan