Ancaman Degradrasi Moral

Riau Book- Kemerdekaan dari pejajahan merupakan suatu keinginan dan cita-cita luhur dari Bangsa Indonesia. Proses mencapai kemerdekaan yang dipelopori oleh para pejuang Nusantara membutuhkan waktu yang tidak singkat, keringat dan air mata terus bertetesan bahkan hingga bertarung nyawa hanya untuk menyebut kata merdeka. Dalam literatur sejarah perjuangan bangsa Indonesia banyak cerita-cerita heriok yang bisa dicerna dan direnungkan oleh manusia Indonesia saat ini sebagai begal dalam menjaga integritas Nasionalisme didalam jiwa rakyat Indonesia.

Kemeredekaan yang saat ini bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia seharusnya patut kita selalu syukuri dengan mengisi ruang kemerdekaan ini dengan hal-hal positif untuk mengharumkan bangsa Indonesia dimata Dunia. Pasca proklamasi kemerdekaan, Indonesia selalu dihadapi oleh dinamika-dinamika persoalan bangsa yang begitu alot. Sebagai bangsa yang optimis Indonesia terus berlayar dengan dinamika yang kapanpun akan menghantam Indonesia.

Tentunya untuk memperkokoh bangsa ini diperlukan generasi-generasi Emas yang lahir dari rahim kartini-kartini bangsa ini yang memiliki sikap dan mental sejati bangsa Indonesia. Sejatinya untuk menjadi bangsa tangguh dibutuhkan generasi muda yang unggul dalam intelektual dan anggun moral.

Banyak dibelahan negara-negara yang sudah maju, lebih memperhatikan SDM mereka di masing- masing negaranya, Intelektual dan moral menjadi perhatian khusus untuk menciptakan SDM dengan kualitas terbaik melalui proses pendidikan. Contohkan saja negara Finlandia, dengan Negara pendidikan terbaik di dunia, yang memusatkan perhatiannya tidak hanya saja pada Intelektual generasi muda mereka tetapi juga pada segi moralitasnya, sehingga menciptakan generasi muda yang siap pakai dan unggul serta menjadikan negaranya dengan Indeks Tingkat Korupsi paling kecil di Dunia.

Kemudian Jepang, negara yang tidak jjauh berbeda dengan Indonesia, Jepang negara dengan tingkat etos kerja yang luar biasa hebatnya. Pada perang Dunia ke II Jepang menyerah pada negara sekutu, hingga pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 kota Nagasaki dan Hirosima di bom bardir oleh Negara sekutu dengan Bom Atom sehingga menyebabkan ledakan luar biasa dan membuat negara Jepang ketika itu luluh lantah. Namun bagi Jepang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit, dan hanya dengan waktu kurang lebih 20 Tahun pasca dari Bom atom tersebut, sekarang Jepang menjadi negara maju. Dengan etos kerja luar biasanya tersebut lah Jepang bisa bangkit setinggi gunung Fujiyama.

Lalu kita berbicara tentang Indonesia yang sudah 71 Tahun memutuskan rantai penjajahan dan mulai bangkit. Indonesia dimata dunia Internasional cukup disegani, baik dari segi pertahanan militer, olahraga, kekayaan Alam, hingga perlombaan pelajar seperti Sains tingkat Internasional Indonesia selalu meletakkan namanya sebagai juara umum. Namun dengan segala prestasi dan pujaan dunia terhadap Indonesia sepertinya hampa begitu saja. Gonjang-ganjing Pemerintahan, stabilitas politik yang tak pernah stabil, separatisme, elit politik selalu Korupsi, kekuasaan otoriter, persoalan narkoba, anak putus sekolah, kemiskinan, kejahatan seksual, liberalisasi sektor kekayaan alam indonesia, serta banyak persoalan yang menggeroti Indonesia. Lantas dimana letak kesalahan bangsa Indonesia tersebut? persoalan hulu nya adalah moralitas bangsa kita mulai memudar akibat arus globalisasi.

Moralitas bangsa kita sejatinya tertuang pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang juga merupakan Ideologi Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Penanaman moral Pancasila dikalangan pelajar dan generasi muda sepertinya saat ini hanya sebgai ceremony belaka. Telah banyak kasus yang sebenarnya akibat moralitas bangsa kita telah memudar. Contoh beberapa bulan lalu, penghinaan terhadap Ideologi Pancasila, yang menyebut sila ke empat dengan sebutan "Pantat Ayam" oleh salah satu artis Indonesia.

Persoalan ini sebenarnya mengerucut pada persoalan moral, sama halnya dengan persoalan KKN, kejahatan seksual, narkoba dan segala macam nya. Penanaman kembali nilai moral Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti perlu digenjot kembali oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Hal ini perlukan menurut saya tidak lain dan tidak bukan untuk kembali menyalamtkan Indonesia dari degredasi moral yang sebenarnya mengancam pertahanan Indonesia dari dalam. Indonesia negara dengan pendudukan paling toleran di dunia.

Namun jika pemahanan tentang moral bangsa kita terus mengalami penurunan akibat arus globalisasi ini tentu akan menyembabkan persoalan SARA, seperti yang terjadi di Papua dan Tanjung Balai, dari persoalan seperti ini lah maka akan lahir kelompok separatisme separatisme yang tentu akan mengancam kedaulatan negara. Dunia mengenal indonesia sebgai negara santum, namun yang terjadi sekarang konfli-konflik terus terjadi.

Saat ini generasi yang akan menjadi harapan bangsa sudah banyak terkontaminasi virus-virus yang merusak pikiran-pikiran mereka. Bahkan anak SD saat ini sudah banyak yang melakukan tindakan-tindakan yang tak patut, seperti merokok, kekerasan sesama rekannya sendiri dan sebagainya. Rata-rata gadis remaja Indonesia sudah banyak hamil diluar pernikahan akibat seks bebas yang seperti menjadi trend dikalangan anak muda. Situs-situs yang berbau pornografi kini mudah diakses oleh siapapun tak terkecuali anak-anak. Tentu ini sebuah ancaman yang lebih maha dahsyat dari pada bom atoom. Yang diserang adalah setiap individunya. Nilai-nilai kejujuran dan sopan santun dan segalam macam seperti langka kini untuk dijumpai pada generasi muda. Ini tentu akan menjadi bibit-bibit baru para calon koruptor dimasa depan. Rasa nasionalisme pun kini juga mulai hilang bara apinya di dalam sanubari generasi muda, akibat degedrasi moral.

Persoalan bangsa ini sangatlah begitu kompkles, dibutuhkan Founding Father yang peka terhadap persoalan masa depan bangsa, jika hari ini Para elit politik dan penguasa hanya berfikir untuk mengankan kasur, perut dan tempat duduk mereka maka alamat kapal tenggelam. Maka untuk itu penanaman moralitas melalui nilai — nilai Pancasila harus kembali ditanamkan dan diberi pupuk ke pada generasi muda saat ini, melaui Pendidikan yang berbasis pada moral. Dulu di Era Orde Baru kita mengenal PMP (Penanaman Moral Pancasila), jika perlu dihidupkan kembali dan diajarkan pada tingkat Sekolah dasar Menengah, agar bisa kembali memupuk moralitas sehingga nilai nasionalisme, kejujuran, seopan santun dll bisa hidup didalam sanubari anak bangsa. (RB/yp)

Penulis adalah Menteri Sosial dan Politik BEM Universitas Riau: Aditya Putera Gumesa

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Refleksi 71 Tahun Indonesia Merdeka: Secercah Harapan?

Riau Book- Tak di sadari usia Republik ini sudah memasuki umur ke 71 tahun. Usia yang sudah tua kalau kita…

Foto

Spirit Pengkaderan Mencetak Aktor Kebaikan

Riau Book- Lelaki lembut, dermawan, dan penyayang itu pun mulai mengajak orang-orang dekatnya untuk bergabung kejalan kebenaran yang telah…

Foto

Menagih Janji Jokowi, Riau Bebas Asap?

Riau Book- Negara Indonesia bukan lagi negara yang sehat, negara Indonesia saat ini adalah negara berpenyakit. Mengapa demikian? Sekian…

Foto

Pilkada Pekanbaru, Ajang Menyatukan Duo Kekuatan Golkar Lewat Ramli Walid-Irvan Herman

Riau Book - Partai Golongan Karya (Golkar) sempat terpuruk usai kekalahan pada Pilpres lalu, 'kehancuran' partai berlambang pohon beringin ditandai…

Foto

Licik, Perusahaan Asing "Mau" Curi Uang Negara Indonesia

Riau Book- Indonesia merupakan Negara dengan ladang investor asing terbesar saat ini, hampir di setiap daerah di Tanah Indonesia beranekaragam…

Foto

Mencuri Dalih Cost Recovery

Riau Book- Jelang berakhirnya masa kontrak PT Chevron Pasifik Indonesia diperkirakan akan hengkang dari bumi lancang kuning 2021 mendatang. Data…

Foto

(Dirgahayu RI 71) Dalam Bayang-bayang Asap!

Riau Book- Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera, terutama di Provinsi Riau telah memasuki edisi baru. Lepas dari permasalahan…

Foto

Punya Kewarganegaraan AS, Mahasiswa Universitas Riau Minta Presiden Copot Menteri ESDM

Riau Book- Kewarganegaraan merupakan status dan hak yang diberikan oleh negara sebagai anggota dari negara tersebut, dengan ditandai pemberian…

Foto

Adi Sasono, Perginya Orang Berbahaya

Riau Book - Adi Sasono berpulang di hari Sabtu 13 Agustus 2016 sore, empat hari menjelang negeri ini merayakan ulang…

Foto

Partai Politik Sibuk Berhias Diri!

Riau Book- Keberadaan Negara demokrasi, seperti Indonesia ini tentu tidak akan pernah hilang akan kehadiran partai politik. Secara Teoritis…

Foto

Partai Golkar !

Riau Book - Bendera-bendera kuning berkibar-kibar di pinggiran jembatan layang Kuningan, Senayan, Pancoran, dan sejumlah tempat di ibukota hari-hari ini.…

Foto

Permudah Remisi Koruptor, Pemerintah Bunuh Keadilan

Riau Book- Korupsi dalam bahasa latin corruption dari kata kerja corrumpare artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok. Dari sudut…

Foto

Inilah Foto-foto Ketika Chevron Diduga Cemari Riau dengan Minyak

Riau Book - Caltex dan kini Chevron Pasific Indonesia (CPI) Aktif di Indonesia selama 90 tahun dan menjadi perusahaan sebagai…

Foto

Ketahanan Pangan Terancam, Kedaulatan Pangan Hanya Menjadi Angan

Riau Book- Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara Agraris. Tipikal masyarakatnya yang hampir sebagian besar bekerja sebagai petani untuk…

Foto

Layakkah "Full Day School" diterapkan?

Riau Book- Pendidikan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki seorang anak dan menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua, guru, masyarakat…

Foto

Full Day School Tidak Pantas!

Riau Book- Di setiap Negara memiliki konsep tersendiri mengenai pendidikannya, mulai dari tujuan, kurikulum pendidikan, bahkan sampai sarana dan…

Foto

DBH Turun, Harus Ada Solusi untuk Pendapatan Daerah

Riau Book- Dana Bagi Hasil ( DBH ) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan…

Foto

Diantara 59 Tahun Riau Berdiri dan Suku Pedalaman Riau

Riau Book- Tepat pada tanggal 9 Agustus 2016, Riau menginjak usianya yang ke- 59 Tahun. Sederet persiapan disetiap daerah di…

Foto

Pokemon Ini Membuat Gamers Menjadi Lupa Diri

Riau Book- Akhir-akhir ini dunia dimarakan dengan permain Pokemon Go termasuk di Indonesia salah satunya, hal ini seharusnya menjadi perhatian…

Foto

Kawal Reklamasi

Riau Book- Pasca reshuffle kabinet kerja, banyak pendapat yang beranggapan bahwa pergantian pengurus yang dilakukan merupakan besar dari pengaruh politik…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan