foto

Isu PKI dan Pilpres 2019, Apa Kaitannya?

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli
Syamsuar-Edy Nasution
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
Lukman Edy-Hardianto

RIAUBOOK.COM, JAKARTA - Benarkah PKI itu ada? Siapa saja orang-orangnya kini, dan Apa tujuan akhir mereka? Ini adalah pertanyaan dasar saat isu PKI mencuat beberapa pekan belakangan ini. Pertanyaan—pertanyaan yang belum terjawab hingga saat ini.

Ada pertanyaan lanjutan sesungguhnya, bisakah PKI kemudian berkembang pada era keterbukaan sekarang ini. Karena kita tahu, bahwa paham Komunisme bersifat tertutup, terpusat, dan menolak keterbukaan seperti yang terjadi pada alam demokrasi. Sungguh dua hal yang bertentangan.

Sebelum mengupas jawaban di atas, saya mencoba memuculkan pertanyaan lebih lanjut. Jika memang isu PKI ini sesungguhnya tidak nyata, lalu siapa yang potensial paling diuntungkan dengan berkembangnya isu ini?

Barisan kaum Akhwat pada aksi unjuk rasa

Dalam tayangan AIMAN, Senin (2/10/2017) ini pukul 20.00 WIB di KompasTV, saya memulai dengan Aksi 299 yang saya datangi. Saya ingin melihat apa yang disuarakan oleh puluhan ribu orang yang pada Jumat (29/9/2017) lalu memadati daerah ring Senayan, Jakarta, mulai dari Gedung Kemenpora hingga Kementerian LHK.

Di Jalan Gatot Subroto, ring depan Gedung MPR/DPR/DPD nyaris tak ada satu tempat pun yang kosong. Bahkan saya sulit untuk menembus hingga persis ke depan pintu pagar gedung parlemen itu.

Saya tetap mencoba untuk menembus. Mulanya saya berjalan dari arah Gedung Kemenpora, menyusuri TVRI hingga ke Jalan Gatot Subroto.

Sejauh ini pandangan saya melihat massa diisi khusus kaum perempuan alias akhwat. Mereka membentuk barisan yang dipisahkan dengan tali plastik, agar tidak ada selain perempuan yang masuk ke dalam barisan mereka. Setiap 300 meter, ada mobil komando unjuk rasa yang di atasnya terdapat perempuan yang sedang berorasi.

Mereka berorasi layaknya kaum lelaki, penuh dengan yel-yel dan kritik pedas, dengan suara lantang dari banyak pengeras suara. Di bawah terik matahari, sejak usai salat Jumat, mereka bertahan sampai unjuk rasa usai pada sore hari. Ada sebagian laki laki di luar tali plastik membantu menjaga barisan massa perempuan pengunjuk rasa ini.

Nobar two in one

Saya lanjutkan perjalanan saya menuju ke Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Saya menemui sejumlah mobil taktis polisi yang biasa digunakan untuk menjaga ketertiban saat unjuk rasa berjalan. Ribuan personel tampak siaga menjaga di sejumlah tempat terpisah. Di Jalan Gatot Subroto inilah dipusatkan unjuk rasa. Di sinilah sejumlah mobil komando unjuk rasa utama ditempatkan.

Selain orasi, perhatian saya juga tertuju pada sebuah lapak pedagang DVD. Pedagang tersebut berteriak—teriak menjual dagangannya dan mengajak nobar alias nonton bareng film G30S/PKI, karya sutradara Arifin C Noer.

Namun yang unik, dalam satu DVD itu, film G30S/PKI dijadikan satu dengan film-film sejarah Islam, seperti "The Message-Mohammad Messenger of God", yang menceritakan perjalanan sejarah Nabi Muhammad SAW, dalam Bahasa Inggris.

Pemeran utama film ini adalah Anthony Quinn, yang memainkan peran Hamzah bin Abdul Muththalib, sahabat sekaligus paman Rasulullah. Film tahun 1976, karya sutradara Moustapha Akkad asal Suriah, ini sempat masuk dalam nominasi Academy award ke-50.

Suasana titik pusat pengunjuk rasa

Saya melanjutkan perjalanan menuju ke pusat berkumpulnya pengunjuk rasa di depan pintu gedung parlemen. Semakin dekat ke sana, semakin sulit saya berjalan menembus pengunjuk rasa.

Semakin dekat pusat pegunjuk rasa, semakin marak yel-yel dan teriakan dari para pengunjuk rasa yang menyuarakan pelarangan PKI dan Penolakkan Perppu Ormas.

Selain teriakkan soal penolakan PKI, saya juga mendengar kerap kali pengunjuk rasa meneriakkan "khilafah". Saya tanya beberapa pengunjuk rasa, apakah mereka berasal dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebagian menjawab iya, sebagian lagi tidak karena menilai HTI telah dibubarkan pemerintah.

PKI, di antara Isu dan Politik 2019

Kembali ke isu PKI, untuk menjawab pertanyaan di awal tulisan, saya pun mendatangi sosok yang sudah 33 tahun berekcimpung di dunia intelijen, Marsekal Muda Purnawirawan Prayitno Ramelan. Kepadanya saya menanyakan, apakah mungkin PKI bisa tumbuh pada era keterbukaan saat ini. Sebab kita tahu, Komunis bersifat sentralistis di pucuk pimpinan dan tertutup. Sangat berseberangan dengan kondisi saat ini, demokrasi di Indonesia yang sangat terbuka.

Prayitno menjawab, justru di era keterbukaan ini paham komunis punya peluang yang besar untuk berkembang. Pemikiran—pemikiran yang terbuka untuk membahas paham komunis rentan dibalut dengan isu—isu yang berkembang di tengah masyarakat. Prayitno juga meyakini, ideologi, apa pun bentuknya, tak akan pernah mati.

Meski demikian, tak perlu menyikapi berlebihan atas mencuatnya isu PKI. Karena meskipun tetap berpeluang, tak mudah bagi komunis untuk berkembang di era dunia yang dikuasai mayoritas oleh paham liberal.

Lalu apa adakah keuntungan yang diperoleh dari seolah "mencuat hebat"-nya isu ini?

Jawabannya, ada! Pemilu 2019 yang ditujunya. Inilah yang disimpulkan dalam penelitian Indikator Politik Indonesia (IPI), pimpinan Burhanuddin Muhtadi. Ada korelasi antara massa yang keras menyuarakan menolak PKI dengan massa yang berpotensi untuk ditarik ke dalam sebuah kekuatan politik sejumlah partai yang ikut dalam Pemilu 2019.

Pertanyaannya, akankah berhasil?

Apapun jawabannya, kita pasti akan melihat gejolak suhu politik yang makin panas, jelang 2019!

Saya Aiman Witjaksono.

Salam!

(RB/kompas)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Terkait

Foto

Nasib 300 Desa Pasca-Perda RTRWP Riau Diketok Palu

Agenda Rapat paripurna pengesahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Provinsi sempat tertunda 2 kali. Bersyukur, akhirnya bisa bernafas…

Foto

Gagasan Konstruktif Lembaga DPR Ditinjau Sebagai "The People's Representatives"

Gagasan parlemen sebagai badan atau lembaga yang menjalankan fungsi legislatif bervariasi penerapannya di berbagai negara. Dalam beberapa konstitusi, parlemen disebut…

Foto

Kedaulatan Ekonomi Digital

Belum lama ini, aplikasi photo dan video sharing Instagram merilis kota paling popular di fitur Insta Story. Siapa yang jadi…

Foto

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Meski Pemilihan Gubernur baru akan di selenggarakan pada bulan Juni tahun 2018, tetapi hingar bingar, propaganda, dan suhu politik di…

Foto

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Provinsi Riau hingga detik ini, menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rencana Tata Ruang (RTRWP). Mengapa terjadi,…

Foto

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Oleh : Bagus Santoso, Praktisi Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau.Mendekati tahapan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri ), angin semakin kencang menerpa…

Foto

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Oleh : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi RiauPemerintah Republik Indonesia telah mengalokasikan dan mendistribusikan dana desa untuk seluruh kabupaten dengan…

Foto

Menghayati 'Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas'

Di hari jadi ke-60 tahun Provinsi Riau kabar menghebohkan muncul. Pada Selasa (8/8/2017) Kantor Bupati Bengkalis digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi…

Foto

Kasak-kusuk hingga Posisi Basah-Kering (Rencana Mutasi) Pejabat Pemprov Riau

Ibarat bola salju yang menggelinding kencang. Begitulah perumpamaan derasnya kabar menyeruak tentang rencana mutasi pejabat eselon di lingkup Pemprov Riau.Rencana…

Foto

Perubahan Iklim Lingkungan

MANUSIA dan bumi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta. Bumi merupakan tempat hidup dari komunitas kehidupan yang unik.…

Foto

Catatan Penting dari Kedatangan Jokowi ke Riau

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Riau pada Minggu (23/7/2017) lalu menyisakan sejumlah catatan penting yang patut kita cermati.Pertama,…

Foto

Bangsa Cakap Indonesia

Jika kita diminta untuk membicarakan tentang Negara "Indonesia" apa yang terlintas dalam benak pikiran kita. Tentunya pertama kalinya ketika kita…

Foto

Bangkit Pemuda Indonesia

Dirgahayu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke 44. Mengelola anak muda adalah PR besar kabinet Jokowi, anak muda saat ini…

Foto

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Rasanya perlu memberikan pemahaman kepada presiden PKS Sohibuliman tentang negara hukum. Sebab pernyataan yang bersangkutan tentang status saya di partai…

Foto

Demokrasi Kita Terancam

Kelak, Kita akan menyimpulkan bahwa kompleksitas demokrasi ini memerlukan akumulasi kearifan. Bukan tangan besi atau tirani. Kearifan itu buah dari…

Foto

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Ketika Fokus saat ini terkuras dengan Pro-Kontra kasus diterbitkannya Peraturan Pemerntah Pengganti Undang-Undang (PERPU) tentang Ormas oleh Pemerintah, rakyat dikejutkan…

Foto

Konferprov PWI Riau; Asa Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Wartawan

Perhelatan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (Konferprov PWI) Riau telah usai. Pesta demokrasi wartawan Riau yang berlangsung di Pangkalan Kerinci,…

Foto

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Pemotongan anggaran kembali menghantui daerah dalam penyusunan APBD Perubahan 2017. Kondisi ini terjadi salah satunya karena kebijakan pemerintah pusat yang…

Foto

Surat Terbuka untuk Para Guru Besar Pendukung KPK

RIAUBOOK.COM - Ingin mengirim surat terbuka kepada Guru Besar KPK sebut saja demikian namanya. Sebagian mereka memakai Forum Rektor :Para…

Foto

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Setelah merayakan suasana Idul Fitri 1438 H, kini tiba saatnya kita semua menjalankan aktivitas keseharian seperti biasa.Berdasarkan Keputusan Presiden RI,…

foto

Pendidikan