foto

Perilaku Manusia Ternyata Juga Disebabkan Genetik Keturunan, Ini Hasil Penelitian

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli
Syamsuar-Edy Nasution
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
Lukman Edy-Hardianto

RIAUBOOK.COM - Siapa yang sangka, ternyata DNA dapat dikenal lewat prilaku seseorang tersebut, mulai dari sifat ramah, hobi traveling, kecenderungan rasa makan, keterampilan mengemudi hingga ketenaran.

Diringkas dari listverse.com dan RiauBook.com melansirnya dari liputan6, pada Selasa (14/11/2017), berikut ini adalah 5 perilaku yang ternyata merupakan hal yang diwarisi secara genetis:

4. Sifat Ramah

Kemampuan kita untuk ramah dan menunjukan empati ditentukan oleh DNA. Ada gen tertentu yang menghasilkan reseptor untuk oksitosin, yang sering dijuluki sebagai hormon cinta.

Reseptor itu menentukan berapa besar kecenderungan menunjukan welas asih kepada orang lain. Gen yang menghasilkan reseptor oksitosin tersebut ada dalam tiga varian, yaitu G/G, A/G, dan A/A.

Mereka yang memiliki varian G berganda yang diturunkan oleh dua orangtuanya menampilkan kemampuan terbesar untuk ramah. Mereka yang memiliki varian A/A memiliki empati terendah terhadap orang lain. Sementara itu A/G ada di tengah-tengah.

Bukan hanya itu, varian G/G telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk autisme dan kecemasan sosial, berlawanan dengan varian A/A.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang berbakat ramah dapat menjaga keramahan mereka walaupun sedang berada dalam keadaan sulit.

Para peneliti menelaah bagaimana orang bertindak ketika mereka sedang takut dan mengamati bahwa hal ini berkaitan dengan varian yang ditemukan dalam DNA.

Hasilnya mengungkapkan bahwa orang-orang dengan varian G/G menunjukkan niat baik yang setara kepada sesamanya walaupun mereka sedang merasa tak aman.

Sedangkan orang dengan varian A/G atau A/A yang merasa terancam menanggapinya melalui pengurangan keramahan terhadap orang lain.

Kabar baiknya, keramahan adalah hal yang lazim. Dalam suatu penelitian terhadap 348 orang, sekitar 51,5 persen memiliki varian G berganda dan hanya 7,2 persen yang memiliki jenis A/A.

2. Hobi Travel

Ada orang yang puas menghabiskan hidup mereka di satu tempat dan tidak berjauh-jauh dari kampung halaman. Beberapa orang lain malah mengutamakan berjalan-jalan ke seluruh dunia.

Perbedaan ini ditemukan pada variasi gen reseptor dopamin. Variasi tertentu gen ini, yaitu DRD4-7R, dikaitkan dengan sifat penasaran dan tak lelah yang seringkali dijuluki sebagai "gen pengelana."

Beberapa penelitian tentang DRD4-7R menunjukkan bahwa orang dengan varian ini memiliki semangat bertualang dan terbuka kepada pengalaman-pengalaman baru.

Sekitar 20 persen orang di dunia memiliki varian gen ini. Varian ini lebih banyak di negara-negara yang semakin jauh dari Afrika. Temuan ini berkaitan dengan pandangan bahwa semua kehidupan manusia bermula di Afrika.

Jika manusia-manusia mula-mulai berasal dari Afrika, maka populasi manusia di tempat yang jauh dimulai oleh para moyang yang berpergian cukup jauh untuk menemukan rumah baru mereka.

Gen DRD4-7R juga memiliki kaitan dengan "perilaku Neanderthal."

Jadi, pembawa gen ini mungkin menghabiskan hidup mereka bepergian dan menjelajahi tempat-tempat eksotis, tapi mereka juga mungkin memukul-mukul dada dan kadang-kadang mempraktikan kanibalisme.

3. Kecenderungan Rasa Makan

Beberapa orang senang dengan makanan berbumbu dan sebagian lagi menyenangi hambarnya nasi putih atau kesederhanaan roti lapis selai kacang dan jeli buah.

Makanan yang nikmat untuk seseorang mungkin memuakkan bagi orang lain. Ya, rasa yang kita nikmati ditentukan oleh genetik.

Suatu temuan awal tentang hubungan DNA dan rasa terungkap pada 1931. Seorang ahli kimia bernama Arthur Fox sedang meneliti bubuk peniltiokarbamid (phenylthiocarbamide, PTC).

Ketika ada bubuk yang tersebar di udara, seorang rekan Fox mengeluhkan rasa pahitnya. Fox tidak mengerti apa maksudnya, karena bubuk PTC tidak berasa apapun baginya.

Kejadian itu mengarah kepada eksperimen di antara teman dan kerabat untuk mengetahui bagaimana rasa PTC menurut orang-orang. Hasilnya sangat bervariasi dari sangat pahit hingga benar-benar hambar.

Kemudian terungkaplah bahwa rasa PTC berkaitan dengan TAS2R38, suatu gen yang berdampak kepada kuncup pengecap (taste bud).

Variasi tertentu TAS2R38 yang dimiliki seseorang menentukan apakah PTC terasa pahit atau hambar sama sekali. Varian gen berbeda itu disebut dengan "mengecap rasa" dan "tidak mengecap rasa."

Penelitian 2005 mengungkapkan bahwa variasi-variasi TAS2R38 juga berdampak kepada betapa senangnya anak-anak kepada permen.

Anak-anak yang memiliki dua versi gen "mengecap rasa" pahit lebih berkemungkinan menyukai makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi.

Bagi orang-orang yang tidak terlalu suka yang manis-manis, pengaruh gen ikut berperan.

Ada beberapa orang yang digolongkan sebagai "pengecap super" (supertaster). Orang-orang itu diwarisi lebih banyak titik kucup pengecap dibandingkan dengan orang-orang biasa sehingga mereka kewalahan akibat beberapa rasa tertentu.

Mereka menghindari makanan-makanan yang rasanya kuat, termasuk makanan penutup (dessert) yang sangat manis. Jadi, tidak heran kalau mereka cenderung kurus.

4. Keterampilan Mengemudi

Suatu kali nanti kita dihentikan oleh polisi, coba jelaskan bahwa kinerja kita yang buruk ketika mengemudi adalah karena DNA.

Suatu penelitian oleh para ilmuwan syaraf di University of California—Irvine mendapati bahwa orang-orang dengan varian genetik tertentu adalah pengemudi yang lebih parah dibandingkan dengan gen "normal."

Zat yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF) adalah sebuah protein yang dihasilkan otak ketika melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.

BDNF menjaga sel-sel otak tetap berfungsi optimal dan membantu ingatan serta pembelajaran.

Orang yang memiliki varian gen menghasilkan BDNF yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki varian yang dimaksud.

Artinya, selama melakukan tugas tertentu, orang yang memiliki varian tersebut kurang mampu belajar hal baru, menjaga informasi atau memperbaiki tindakan berdasarkan kesalahan.

Dalam penelitian, para ilmuwan menciptakan simulasi uji mengemudi dengan rute sulit yang penuh lengkungan dan belokan. Para peserta diminta mengemudi sebanyak 15 lap.

Mereka dinilai berdasakan betapa baiknya menghadapi lintasan dan apakah kemampuan mengemudinya meningkat setelah mengulangi lap.

Dari 29 peserta, ada 7 orang yang memiliki varian gen. Para pengemudi yang memiliki varian berkinerja 20 persen lebih buruk daripada para pengemudi yang tanpa varian.

Di Amerika Serikat (AS), sekitar 30 persen warganya memiliki varian gen ini. Jadi, kalau kita sedang di AS dan merasa frustrasi dengan 3 di antara 10 pengemudi yang kita temui, maklumlah bahwa kecerobohan mereka bukan sepenuhnya salah mereka.

5. Ketenaran

Jika kita memiliki banyak teman, mungkin saja kita diwarisi "gen popularitas."

Para ahli genetik mengidentifikasi beberapa gen yang membuat orang berperilaku dalam cara-cara yang disukai.

Mereka menelaah perilaku-perilaku mana yang ditentukan oleh DNA dan apakah perilaku-perilaku itu mengundang tanggapan-tanggapan positif dari lingkungannya.

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa ketenaran di kalangan pria memiliki kaitan kuat dengan gen yang berpengaruh pada kadar serotonin.

Kadar serotonin yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan letupan-letupan yang bisa mengarah kepada pelanggaran aturan. Dan pelanggaran aturan cenderung membuat seorang pria muda disukai di antara sebayanya.

Lebih dari 200 pria ditelaah dalam sebuah penelitian yang membandingkan genetik mereka dengan betapa populernya mereka dianggap dalam suasana kelompok.

Para pembuat onar dinilai sebagai lebih populer, dan mereka biasanya membawa "gen ketenaran."

Gen dimaksud diteliti untuk mengungkap kaitannya dengan perilaku lain yang disukai orang maupun dampaknya kepada kaum wanita. (RB/lp6)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Terkait

Foto

Mengabdi Selama 22 Tahun Jadi Kader Posyandu Balita, Nurhamin Terima Penghargaan saat Acara HKN di Siak

RIAUBOOK.COM - Atas pengabdiannya menjadi kader Posyandu Balita selama 22 tahun, Nurhanim menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Siak, saat peringatan…

BAZNAS Siak Salurkan Bantuan 140 Jamban untuk Warga Miskin

RIAUBOOK.COM - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak kembali memberikan bantuan berupa 140 unit Jamban yang di berikan kepada…

Foto

Pimpin Upacara Hari Kesehatan di Siak, Alfedri Apresiasi Masyarakat yang Menerima Penghargaan

RIAUBOOK.COM - Dihadapan tenaga kesehatan dan ASN, Wakil Bupati Siak Alfedri menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan RI, bahwa tantangan kesehatan saat…

Foto

Sempena HKN ke-53, Klinik Utama Sehati Siak Berikan Program Kesehatan ke Masyarakat

RIAUBOOK.COM - Sempena Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-53, Klinik Utama Sehati Siak sebagai Klinik Utama satu-satunya di Kabupaten Siak,…

Foto

HKN ke-53 di Siak, Panitia Sediakan Door Price

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang Ke-53 Tahun 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak menggelar senam sehat…

Foto

Wajib Hukumnya Jaga Kesehatan, kata Wabup Kampar

RIAUBOOK.COM - Kesehatan sangat penting dalam menunjang segala aktivitas kehidupan manusia, maka wajib hukumnya untuk menjaga kesehatan pada tubuh."Pemerintah Daerah…

Foto

Diikuti Ribuan Masyarakat, Gubri Hadiri Kegiatan Bersempena HKN ke-53 di Kawasan CFD Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 yang dipusatkan di kawasan Car Free…

Foto

Kasiat Kunyit Bisa Jadi Obat Kanker

RIAUBOOK.COM - Indonesia kaya akan rempah berkhasiat, salah satunya adalah kunyit, bahan atau zat hang terkandung di dalamnya diyakini bisa…

Foto

Sambut HKN 2017, Dinkes Riau Harapkan Layanan Kesehatan Beri Diskon Berobat 5,3 Persen

RIAUBOOK.COM - Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 pada tanggal 12 November mendatang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau…

Foto

Hari Kesehatan Nasional ke-53, Ada Pemecahan Rekor MURI di Riau

RIAUBOOK.COM - Berbagai kegiatan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 yang…

Foto

Tegas, Singapura Larang Rokok Elektrik Pakai Amandemen UU

RIAUBOOK.COM - Produk tembakau tiruan yang mencakup rokok elektronik, cerutu elektronik, dan pipa rokok elektronik dilarang penggunaanya di Singapura. Pelarangan…

Foto

Mengalami Impotensi di Usia Muda, Segera Berobat ke Rumah Sakit Ini

RIAUBOOK.COM - Impotensi merupakan penyakit disfungsi seksual yang saat ini tidak hanya menjadi momok bagi pria dewasa, akibat gaya hidup…

Foto

Eka Hospital Layani Pasien Gangguan Irama Jantung

RIAUBOOK.COM- Eka Hospital Pekanbaru kembali melakukan terobosan baru, yakni sudah bisa melayani pasien dengan gangguan Irama Jantung (Aritmia). Layanan ini…

Foto

Mahasiswa Paling Banyak Gunakan Rokok Elektrik (Vape), Kata Polisi Mengandung Narkoba

RIAUBOOK.COM - Gaya hidup anak muda terutama mahasiswa akhir-akhir ini banyak menggunakan electric cigaret(vape) yang beredar luas di pasaran. …

Foto

Meski Sudah Kucurkan Anggaran Kesehatan Capai Rp 1,2 Triliun, Gubernur Riau Masih Ingin Tingkatkan Pelayanan Kesehatan untuk Seluruh Masyarakat Riau

RIAUBOOK.COM - Gubernur Riau Arsyadjuliandii Rachman mengaku Pemprov Riau saat ini sudah menggelontorkan dana untuk urusan kesehatan ini mencapai Rp1,2…

Foto

Cegah Penyakit Diare, Ners Muda Universitas Riau Gelar Penyuluhan Jajajan Sehat untuk Siswa SD Juara Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Sebagai upaya promosi dalam mencegah penyakit diare yang umumnya terjadi pada anak usia sekolah, Ners Muda Universitas Riau…

Foto

Peringati HUT ke 9 Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Pengobatan

RIAUBOOK - Genap sudah 9 tahun Eka Hospital berdiri dan senantiasa menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, Khususnya Riau. Bila…

Foto

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Ners Muda Universitas Riau Gelar Senam Jantung Sehat Bersama Masyarakat

RIAUBOOK.COM - Menyambut Hari Sumpah Pemuda, Ners Muda Universitas Riau gelar kegiatan senam jantung sehat di lapangan jalan wonosari, RW…

Foto

Nasib Malang Bocah Meranti, Virus Serang Otaknya hingga Lumpuh

RIAUBOOK.COM - Ramanda (12 Tahun), bocah laki-laki yang telah duduk di kelas VI Sekolah Dasar terserang penyakit langka, putra pasangan…

Foto

Cegah Kanker Serviks, 1.200 Perempuan Jalani IVA Test di Pekanbaru

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 1.200 perempuan usia 30-50 tahun melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test di Gedung Wanita, Jalan…

foto

Pendidikan