Riau Book-JALAN Raya Pekanbaru-Bangkinang merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan kabupaten Kampar dengan kota Pekanbaru.
Sebagai jalan raya negara, tentunya jalan ini selalu ramai dilewati oleh para pengendara yang datang dari berbagai daerah menuju kota Pekanbaru.
Ketika saya melewati jalan ini ada satu hal yang saya lihat sejak dari dulu sampai sekarang semakin bertambah jumlahnya.
"Dilarang membuang Sampah di sini!!"
Begitulah bunyi tulisan yang sering saya lihat di beberapa ruas jalan raya Pekanbaru-Bangkinang tepatnya di sekitar perbatasan kabupaten Kampar dengan kota Pekanbaru.
Saya tidak tahu persis siapa yang memasang tulisan itu.
Yang pasti tulisan itu sudah lama dan semakin bertambah jumlahnya.
Kalau dibaca, tulisan tersebut jelas maksudnya adalah agar orang tidak membuang sampah pada area yang diberi tulisan tersebut. Akan tetapi agaknya masyarakat tidak paham maksud dari tulisan tersebut ataukah memang tidak peduli dengan keberadaan tulisan tersebut, buktinya masih banyak onggokan sampah yang menumpuk yang dibuang oleh masyarakat di area tulisan tersebut dipasang.
Onggokan Sampah
Inilah pemandangan yang menghiasi sisi jalan raya yang bukan hanya tidak sedap dipandang mata tapi juga tidak sedap dicuim oleh hidung para pengendara yang melintasi jalan tersebut, termasuk saya sendiri.
Mungkin selama ini kita tahu bahwa masalah sampah ini menjadi permasalahan yang menjadi sorotan publik, akan tetapi ternyata masalah ini belum terselesaikan, karena masih banyak kita temukan onggokan sampah di beberapa titik di jalan raya tersebut.
Yang menjadi pokok masalahnya adalah mengapa masih banyak masyarakat yang tidak menjaga kebersihan lingkuangan mereka.
Saya lihat bukan hanya masyarakat tempatan yang membuang sampah di tepi jalan raya, akan tetapi para pengendara terutama pengendara mobil pun kadang sering membuang sampah ke jalan melalui jendela mobil mereka.
Melihat fenomena ini, kita tidak tahu siapa yang patut disalahkan, oleh sebab itu kita tidak perlu saling menyalahkan. Karena mencari tahu ini salah siapa tentu tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Satu hal yang perlu kita sadari bahwa ini adalah tanggung jawab bersama antara Masyarakat dan Pemerintah.
Di satu sisi Masyarakat seharusnya tidak membuang sampah di tepi jalan raya seperti itu, karena tentunya dapat merusak pemandangan dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Saya menilai Masyarakat bersikap egois dalam hal ini, karena mereka sangat menjaga kebersihan rumah mereka dari sampah akan tetapi mereka tidak peduli dengan lingkungan yang akan kotor karena mereka membuang sampah dari rumahnya ke tepi jalan. Artinya "terserah jika jalanan penuh dengan sampah, asalkan rumah saya bersih dari sampah", begitulah mungkin anggapan mereka.
Sedangkan di sisi lain, pemerintah juga harus bekerja lebih ekstra lagi untuk mengatasi masalah ini.
Saya melihat petugas kebersihan telah menjalankan tugasnya, yaitu mengangkut onggokan sampah yang telah banyak menumpuk, seperti yang sering saya lihat di depan gerbang kampus UIN SUSKA RIAU di jalan HR soebrantas no 155 km 18 Panam — Pekanbaru karena saya selalu melewati jalan ini ketika hendak ke kampus.
Akan tetapi saya menilai upaya ini masih kurang efektif, karena terkadang lalu lintas menjadi macet ketika mobil pengangkut sampah parkir di tepi jalan ketika petugas mengangkut sampah, selain itu hal ini juga disebabkan oleh dekatnya lokasi onggokan sampah dengan gerbang kampus dimana banyak kendaraan yang keluar masuk.
Menurut saya akan lebih baik jika pemerintah khususnya pemerintah kota pekanbaru dan pemerintah kabupaten kampar yang baru saja terpilih untuk berinovasi agar masalah ini dapat segera terselesaikan.
Misalnya dengan cara membuatkan tempat pembuangan sampah khusus di tiap-tiap dusun, atau paling tidak di tiap-tiap desa/kelurahan. Dengan cara ini masyarakat dapat membuang sampah rumah tangga mereka pada tempat tersebut, dan petugas kebersihan dapat mengangkutnya tiap seminggu sekali atau pun dua kali seminggu, mengingat volume sampah yang sangat banyak tanpa mengganggu lalu lintas.
Hal ini karena saya mengira masyarakat membuang sampah di tepi jalan karena tidak ada tempat khusus untuk membuang sampah, sehingga cara yang mudah adalah dengan membuangnya ditepi jalan ketika hendak bepergian ke suatu tempat, atau bahkan ada yang memang sengaja membuangnya di sana.
Memang selama ini di beberapa tempat sudah disediakan tempat sampah, akan tetapi kesadaran masyarakat untuk membuang ke tempatnya masih kurang.
Oleh sebab itu untuk menyadarkan masyarakat agar terbiasa membuang sampah ke tempatnya, maka diperlukan kerjasama semua pihak.
Pemerintah dalam hal ini berperan untuk menyediakan tempat sampah pada tiap dusun atau tiap desa/kelurahan, dan juga diperlukan aturan yang memuat sanksi tegas bagi pihak-pihak yang membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan raya. Jika tempat pembuangan sampah sudah disediakan, maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk membuang sampah di pinggiran jalan raya, sehingga jika ada yang melanggar dapat diberikan sanksi tegas.
Disamping itu aparat pemerintahan desa/kelurahan juga harus melakukan sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, karena pemerintah desa lebih dekat dengan masyarakat sehingga akan lebih mudah untuk memberikan arahan kepada masyarakata. Dalam hal ini tentunya juga sangat diperlukan peran mahasiswa misalnya ketika melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang kesadaran membuang sampah pada tempatnya demi kenyamanan dan keindahan lingkungan kita khususnya jalan raya.
Selain itu, bagi pengendara mobil seharusnya mereka menyediakan tempat sampah di dalam mobil mereka sehingga mereka tidak perlu membuang sampah keluar mobil.
Jika semua orang menyadari hal ini, dan mau berbenah diri mudah-mudahan kita tidak akan melihat lagi onggokan sampah di tepi jalan raya dan tidak akan pernah lagi mencium aroma busuk dari onggokan sampah tersebut.
Dan kita tidak akan pernah lagi melihat tulisan "dilarang membuang sampah di sini" di pinggir jalan raya yang sebenarnya juga dapat merusak pemandangan.
Terakhir, saya berharap agar kita menyadari bahwa kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan lingkungan kita. Untuk itu marilah kita biasakan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, jangan lagi buang sampah di pinggir jalan raya demi terwujudnya lingkungan yang bersih bagi kita semua.
Tentang penulis:
Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara ( Siyasah ) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN SUSKA RIAU.
Hamidum Majid, lahir di Desa Balam Jaya ( Kampar ), 20 september 1996. Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Islamic Center A-Hidayah Kampar Timur, saat ini penulis sedang kuliah di Jurusan Hukum Tata Negara ( Siyasah ) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN SUSKA RIAU.
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…