RIAUBOOK.COM - Lima berita populer minggu ini menghiasi laman berita RIAUBOOK.COM. Mulai peristiwa, promosi wisata hingga mutilasi yang memotong tubuh korbannya hingga 13 bagian. Penasaran? Berikut liputannya.
1: Mutilasi di Bengkalis, Tubuh Korban Dipotong 13 Bagian

Kasus kriminal di Bengkalis, Riau mengejutkan publik. Seorang pria bernama, Budi Santoso (27) tewas dengan cara tragis.
Peristiwa itu terjadi Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Jum'at (24/3/2017) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban dibunuh dan kemudian di mutilasi. Tubuh korban dipotong-potong hingga 13 bagian dan kemudian di asukan dalam tas berukuran besar.
Polisi belum bisa menyimpulkan motif atas kasus pembunuhan tersebut. Ada dugaan pembunuhan itu berlatar sakit hati persoalan utang-piutang. Ada pula yang beranggapan lain. Polda Riau bersama Polres Bengkalis masih mendalami kasus ini. Dalam penyelidikan aparat, sedikitnya ada tiga orang terduga tersangka yang bterlibat.
2: Puspita Petugas Pemadam Kebakaran Cantik di Siak

"Kami pemadam kebakaran Indonesia, mengutamakan kepentingan masyarakat didalam melaksanakan tugas pencegahan, pemadaman dan penyelamatan, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada negara dan bangsa," demikian dikatakan Widia Puspita Sari.
Widia Puspita Sari adalah salah satu petugas pemadam kebakaran yang bertugas di Kabupaten Siak. Tidak hanya tangguh, ia juga memiliki paras yang cantik.
Sosok Puspita kemudian lebih dikenal setelah dirinya dipercaya sebagai pembaca " Yudha Brama Jaya " saat peringatan HUT Damkar ke 98 di Siak, Jumat (31/3/2017) pagi.
Meski baru bergabung di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) tahun 2016 lalu, Widia mengaku siap sebagai petugas Damkar pada umumnya.
"Secara pekerjaan kami sama dengan petugas laki-laki. Kami melakukan fungsi sebagai pencegahan, penangulangan, penyelamatan," ujarnya.
Diakuinya, terkadang ia harus berjibaku dengan tantangan, medan yang berat serta membahayakan. Terutama bila terjadi musibah kebakaran. Tidak jarang pula untuk ikut terjun dalam kegiatan kemanusiaan jika terjadi musibah seperti banjir.
"Bekerja disini bukan cita-cita, tapi ini adalah tantangan. Kita bergabung di tim ini adalah panggilan jiwa," tuturnya.
Gadis 23 tahun ini, pernah ikut finalis bujang dara Riau 2014, Juara I Dara Siak 2013, dan purna Paskibraka tahun 2009 serta pernah bercita-cita sebagai pramugari.
3: Gubernur Jualan Pariwisata

Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mendapat kehormatan menjadi salah seorang pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2017 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis, 29/03/2017.
Rakornas yang dipimpin langsung Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dihadiri sejumlah menteri, seperti Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek.
Gubri Andi dalam paparannya mengakui bahwa selama ini masyarakat lebih mengenal Riau sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) terutama migas. Tapi masyarakat luas juga harus tahu bahwa Riau sebenarnya juga punya banyak destinasi wisata yang menarik. Seperti Gelombang Bono di Sungai Kampar, Pelalawan yang disebut-sebut memiliki gelombang yang dahsyat dan menjadi tempat surfing paling menarik di dunia karena adanya di sungai bukan di laut.
Riau juga punya iven wisata Pacu Jalur di Kuansing yang sudah berumur ratusan tahun dan selalu disaksikan oleh ratusan ribu orang. Iven ini bahkan sudah digelar sejak zaman penjajahan Belanda dan sudah jadi tradisi bagi masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan.
Ritual Bakar Tongkang di Rohil dan Cianchui atau perang air di Selatpanjang, Meranti adalah dua iven wisata yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya kalangan Tionghoa yang datang dari berbagai negara.
Tour de Siak di Siak Sriindrapura dan Gema Muharram di Inhil juga telah menarik minat banyak orang untuk datang menyaksikannya. Masih ada Istana Siak yang hingga kini masih berdiri megah dan terawat dengan baik serta Candi Muara Takus di Kampar yang umurnya bahkan lebih tua dari Candi Borobudur.
Riau juga dikaruniai alam dengan puluhan air terjun yang tersebar di berbagai kabupaten di Riau. Salah satunya Air Terjun Lubuk Bigau di Kampar yang bahkan tertinggi di Sumatera. Riau juga punya Pantai Rupat di Bengkalis dan Pantai Solop di Inhil yang cukup indah.
"Ternyata alam Riau juga luar biasa indahnya. Sayangnya memang aksesibilitas masih terkendala. Itulah sebabnya kita sangat berharap dukungan dari Pemerintah Pusat, terutama Kemenpar. Alhamdulillah sejauh ini Pak Menpar sangat men-support kita," kata Gubri.
Gubri yang akrab disapa Andi Rachman itu juga menyebut bahwa Riau dikaruniai empat sungai besar dimana sepanjang sungai-sungai itu menyimpan banyak kekayaan budaya.
"Itu sebabnya, dalam dua tahun terakhir ini Riau sangat serius mengembangkan pariwisata berbasis budaya," katanya lagi.
Gubri berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik datang ke Riau dan semakin besar dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya Kemenpar RI.
"Apalagi pemerintah sudah menargetkan 15 ribu wisman untuk tahun 2017 dan 20 ribu wisman pada tahun 2019," kata Gubri.
4: Penipuan Modus Telkomsel

Modus penipuan kian marak salah satunya mencatut undian Telkomsel dengan hadiah Rp5 juta yang ditujukan pada pelanggan operator tersebut.
Awal kejahatan itu diawali pelaku yang mengirim pesan atas nama MyTelkomsel ke nomor para calon korbannya yang isinya: "Your verification code is: 9647. Jangan berikan kode ini kepada orang lain. Kode ini hanya digunakan untuk masuk ke MyTelkomsel Anda".
Beberapa saat kemudian calon korban dihubungi oleh pelaku dengan nomor telepon yang beragam, salah satunya 081 2 3138 2111 yang mengaku sebagai operator Telkomsel.
Menurut pengakuan seorang korban warga Pekanbaru, Riau, Jeniwardi, Selasa (28/3/2017) pelaku kemudian mengungkap bahwa korban adalah salah satu pemenang undian Telkomsel dengan hadiah uang tunai senilai Rp5 juta.
Pelaku kemudian meminta korbannya untuk segera ke mesin ATM Bersama khusus Bank Mandiri yang berada paling dekat, dengan alasan percakapan sedang direkam, pelaku meminta agar tidak ada orang lain di dekat korban.
Jeniwardi mengungkap, setelah sampai di mesin ATM, dia kemudian diminta untuk melakukan langkah-langkah sebelum menerima hadiah, salah satunya menuju menu E-Money yang tersedia dalam aplikasi ATM Bank Mandiri.
Pelaku kata dia juga meminta untuk menyebutkan berapa jumlah saldo terakhir, alasannya adalah agar mengetahui jumlah saldo sebelum hadiah Telkomsel masuk ke rekening.
"Dia (pelaku) juga meminta saya untuk segera menyantumkan sejumlah kode yang berisikan angka-angka pada aplikasi E-Money Bank Mandiri," katanya.
Namun Jeniwardi kemudian mengaku curiga setelah pelaku meminta dirinya untuk menambah saldo ke E-Money, padahal dia tidak memiliki atau tidak terdaftar sebagai pemilik kartu E-Money.
Jeniwardi kemudian menggagalkan aplikasi tersebut, dan meninggalkan mesin ATM. Tapi pelaku tidak putus asah, terus-terusan menelpon dirinya untuk segera menyelesaikan trasaksi.
"Beruntung saya tidak jadi korban, tapi saya khawatir pelaku terus menjalankan aksinya dan banyak korban. Polisi dan Telkomsel baiknya memiliki tanggung jawab untuk menangkap pelaku, Telkomsel juga harus mengumumkan kasus ini agar tidak banyak korban," katanya.
Saat dihubungi Call Center Telkomsel untuk mengkonfirmasi kasus penipuan tersebut, operator mengaku telah menerima banyak laporan yang sama.
"Yang jelas Telkomsel saat ini tidak ada bagi-bagi hadiah, dan jika ada pasti yang menghubungi langsung nomor Telkomsel yakni 116 atau tertulis Telkomsel bukan MyTelkomsel," katanya.
Operator Telkomsel juga menjelaskan, bahwa setiap pembagian hadiah atau pemenang undian, Telkomsel tidak pernah meminta pemenang untuk ke mesin ATM, tapi langsung diarahkan ke Grapari terdekat.
"Di sana (Grapari), pemenang diminta memberikan foto copy KTP dan KK serta dokumen lainnya, kemudian diberikan hadiah secara langsung, bukan ditransfer lewat rekening," katanya.
Kata dia, jadi jika ada pihak mengatasnamakan Telkomsel untuk pemberian hadiah undian lewat rekening dan pemenang diminta untuk ke mesin ATM, maka dipastikan itu adalah bentuk penipuan.
Sebarkan informasi ini untuk mencegah korban penipuan.
5: Potret Masyarakat Miskin di Kampar

Rumah berdinding kayu dengan ukuran 4x4 meter itu terletak di Jalan Karet I, Dusun II Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Rumah itu dihuni oleh keluarga, Siti Hendrianti Indaasri bersama suami dan lima orang anak-anaknya.
Sang suami bekerja sebagai petani nanas sedangkan Siti hanyalan ibu rumah tangga yang saban hari mengurus lima anaknya.
Penghasilan yang mereka dapat dari hasil berkebun hanyalah untuk makan. Untuk kebutuhan pangan saja terkadang mereka lebih banyak kesulitan.
Belum lagi pembiayaan lima anak-anaknya yang masih sekolah. Tiga tahun silam, Siti pernah menjalani perawatan medis. Ia naik meja operasi setelah kaki kanannya mengalami luka parah akibat kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini membuatnya sulit berjalan. Sesekali ia harus merasakan sakit dan nyeri pada kakinya. Keluarga ini berharap agar nasib mereka mendapat perhatian pemerintah.
"Jika pemerintah mendengar keluhan kami, besar harapan kami untuk mendapatkan bantuannya. Paling tidak kami memiliki modal untuk bertani dan menghidupi anak-anak," jawab Siti. (**)
Penulis: Bram Tekana HS
Redaktur Foto: Azwar Banana
SUMBER: RIAUBOOK.COM
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…