RIAUBOOK.COM - Kisah ini seperti kisah dalam film. Tapi sungguh, ini adalah kisah nyata dari wanita tangguh bernama Maria Lorena Ramirez (22). Wanita asal Meksiko ini bikin publik kagum sekaligus terenyuh.
Nama Maria Lorena Ramirez jadi terkenal setelah fotonya beredar luas dan viral di media sosial. Saat itu ia menjadi pemenang lomba maraton di Puebla, Meksiko, pada 29 April 2017 lalu.
Dalam foto itu, terlihat Ramirez yang berpenampilan biasa justru tampak luar biasa. Dia berdiri di podium juara satu dengan mengenakan rok dan sandal.
Seperti dikutip dari grid.co.id, Jumat (26/5/2017), wanita berambut panjang ini ikut lomba ultra-maraton sejauh 50 km itu hanya dengan beralaskan sandal serta mengenakan rok.
Dan hebatnya, Ramirez mengalahkan 500 peserta lain dari berbagai negara, yang semuanya berlari mengenakan sepatu dan kostum lengkap atletik.
Lalu, mengapa Ramirez hanya mengenakan sandal? Ia ternyata berasal dari keluarga tak mampu.
Motivasi terbesar Ramirez ikut lomba lari ini jelas. Ia ingin mencicipi peluang mendapatkan hadiah lomba.
Sebetulnya, hadiahnya tak terlalu fantastis juga, yakni sebesar 6.000 peso, atau sekitar Rp 4,2 juta. Tapi buat Ramirez, hadiah uang itu bisa untuk mneyambung hidupnya.
Ramirez setiap hari bekerja sebagai gembala kambing. Setiap hari, ia berjalan sejauh 10-15 km.
Buat Ramirez, berlari bukan sebuah hal besar baginya. Maklum, ia adalah keturunan Tarahumara. Orang-orang Tarahumara, Meksiko, memang dikenal sebagai pelari alami yang tangguh.
Kemampuan berlari mereka di jarak jauh tiada lawan. Mereka konon dikenal tak pernah bisa kehabisan nafas karena mereka tinggal di daerah alam yang sulit.
Selain itu, konon, mereka dikenal suka mengonsumsi bir jagung, yang membuat mereka bisa menahan rasa haus. Pelari maraton profesional, Christopher McDougall pernah menulis fenomena itu di dalam bukunya. (grid)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…