RIAUBOOK.COM - Di saat bulan ramadhan akan bermunculan pusat jajanan kuliner untuk berbuka puasa yang lazim disebut takjil. Pedagang jajanan ini terlihat menghiasi setiap sudut kota Pangkalan Kerinci.
Seiring dengan menjamurnya pusat jajanan kuliber berbuka ini, ternyata juga dibarengi dengan menjamurnya para petugas parkir liar yang tidak memiliki karcis restribusi dari instansi berwenang.
Hal ini dikeluhkan para pedagang maupun pengunjung yang ingin membeli bukaan puasa sehingga sering memicu keributan dikarenakan adanya petugas yang memiliki karcis tapi tidak menyerahkan ke pemilik kendaraan maupun sebaliknya, dimana identitas resmi sebagai pengutip tidak dapat diperlihatkan maupun tanda pakaian petugas parkir yang tidak jelas.
"Dinas Perhubungan maupun Polres Pelalwan diminta melakukan penertiban terhadap parkir liar yang dinilai merugikan daerah," ujar Barus warga Perumahan BTN Pangjalan Kerinci, pada Riaubook.com, Sabtu (03/06/2017).
Kembali disampaikannya lagi, hampir dipastikan seluruh tukang parkir yang ada diduga siluman karena tidak jelas identitas maupun karcis restribusinya. Yang lebih gawat lagi tutur Barus, seringnya petugasnya berganti tempat sehingga bila ada masalah sulit terlacak
''Tentunya sebagai pengguna jasa parkir sebenarnya kita kecewalah. Ada tukang parkir yang tak pakai karcis sama sekali. Lalu ada pula tukang parkir punya karcis, tapi enggan memberikan karcis restribusinya," kata Barus.
Disamping itu jelas diduga ada konspirasi antara petugas Dishub selaku pengelola dengan petugas parkir untuk melakukan penggelapan Pendapatan Asli Daerah.
"Semua tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Petugasnya pakai tunjuk, tanpa lelang sehingga diduga sarat dengan penyelewengan," tutup Barus.dengan kesal.
Melihat kondisi carut marutnya perparkiran yang ada di Pangkalan Kerinci, membuat Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan dari Komisi III Fatmalena akan meminta pibak Dishub agar segera menata kembali petugas parkir dan menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku.
"Kita harapkan dapat secepatnya Dishub menata perparkiran agar masyarakat jangan sampai dirugikan dan daerah juga diuntungkan," katanya dengan tegas.
Padahal selama ini PAD dari sektor ini tidak pernah dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. "Selalu tidak dapat diandalkan, padahal bila dikelola dengan baik niscaya cukup besar potensi realisasinya," kata Fatmalena, merupakan politisi wanita yang andal dari Partai Golkar ini. [RB/ton].
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…