RIAUBOOK.COM - Ramadhan ini sudah setengah berlalu. Kita berpuasa dengan tenang. Alhamdulillah semua berjalan baik. Di beberapa negara muslim di tempat lain mereka tidak bisa berbuka dan berpuasa setenang kita.
Sebagian karena perang, atau berada dalam cengkraman situasi yang tidak aman. Tidak ada pawai, taraweh apalagi buka bersama. Ada yang terancam menjadi negara gagal. Padahal, negara mereka lebih kecil. Negara kita jauh lebih besar.
Di timur tengah,
Satu benua.
Satu bahasa. Nyaris satu budaya.
Tapi mereka berperang saudara..
Konflik makin parah. Di negara kita,
Belasan ribu pulau,
Ribuan bahasa dan budaya.
Alhamdulillah...Tapi kita harus tetap waspada. Situasi aman kita telah berlangsung lama dan tidak ada aman kecuali kalau semua kita saling menerima. Tapi, tengoklah ke masa lalu bahwa batang tubuh bangsa ini terdiri dari komunitas sosial dan politik Islam yang besar.
Komunitas sosial dan politik yang toleran. Sejak awal dan sejak pertama menuju kebangsaan. Maka menjadi aneh jika hari ini ada kampanye massif seolah kita hidup di tengah bangsa yang tidak toleran. Sangat disayangkan ada dari kita membesar-besarkan peristiwa-peristiwa kecil untuk menjadi fakta seolah bangsa besar ini gagal dalam toleransi.
Lebih kita sayangkan lagi bahwa kampanye negatif kepada bangsa Indonesia dilakukan di luar negara. Padahal inilah saat bersatu. Dunia lagi kacau balau. Kita memerlukan persatuan Indonesia. Sila ke-3 pancasila.
Apa yang belum tuntas dari cara kita saling memandang? Apa yang masih membuatmu ragu?
Itu seperti pertanyaan kepada kekasih. Padahal itu pertanyaan kepada bangsa. Sebuah union, sebuah koloni. Kenapa masih ada kampanye yang meragukan umat Islam? Apa yang belum cukup? Apa yang belum dibuktikan?
Mungkin takkan ada lagi pembunuhan berdarah, tetapi membunuh bangsa sendiri dengan kata-kata juga adalah kejahatan luar biasa. Jangan fitnah bangsa kita dengan manipulasi dan kata-kata yang tiada akarnya dalam realita.
Kembalilah,
Kepada pelukan nusa,
Menjadi sahabat dan saudara.
Tanpa merasa disisihkan.
Tanpa rasa takut. (RB/yopi)
*Oleh Fahri Hamzah, penulis adalah Wakil Ketua DPR RI
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…