RIAUBOOK.COM - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Komperasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, H Herman ST mengungkapkan pemerintah terpaksa menutup 118 koperasi dari 174 Koperasi yang ada di Kepulauan Meranti, yang dinilai tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Koperasi yang hanya papan nama, akhirnya akan mendapat pelajaran berharga dengan terpaksa mencabut atau membatalkan ijin yang pernah diberikan itu.
Demikian diungkapkan Herman, saat memberikan sambutan pada kegiatan RAT yang dilakukan oleh Koperasi Silva Sejahtera Berseri yang digelar di kantor Koperasi Silva di komplek Pasar Sandang Pangan Selatpanjang, Rabu,(26/7/17).
Untuk itu kata Herman, koperasi yang bergerak di tengah masyarakat harus benar-benar menjalankan aktivitasnya sesuai dengan aturan yang ada. Sebab ada aturan baku yang harus dijalankan oleh pengurus koperasi. Dan jika dilanggar akan ada sanksi tegas.
Antara lain aturan itu yakni harus ada Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan diketahui oleh instansi terkait. Dan dalam pelaksanaan RAT disampaikan berbagai laporan pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota. Sebab pemegang kuasa tertinggi adalah anggota.
RAT juga menjadi salah satu cara untuk melepaskan tanggungjawab pengurus dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab mereka dalam satu periode.
Artinya, setiap tahun anggota koperasi harus diberikan penjelasan secara resmi bagaimana perjalanan koperasi selama setahun. Sehingga anggota akan bisa menilai dan menentukan arah perjalanan koperasi ke depan.
Sementara yang kita amati selama ini sangat jarang koperasi yang rutin melakukan RAT. Tidak seperti yang dilakukan oleh Koperasi Silva dan mitra-mitranya, kita ketahui bahwa setiap tahun tetap melaksanakan RAT.
"Inilah yang kita harapkan kepada pengelola koperasi yang ada di Meranti agar tetap melaksanakan aturan dalam perkoperasian yang diatur oleh pemerintah. Kami menilai sejauh ini koperasi yang tergabung dalam SILVA adalah koperasi yang terdepan di Meranti.
Kita juga berharap dalam perjalanan koperasi tersebut kiranya tetap mementingkan tujuan bersama anggota dalam meningkatkan kesejehateraan.
Kedepan tambah Herman, pihaknya akan mengoptimalkan PPL yang ada untuk memberikan penyuluhan kepada para koperasi yang ada. Kita akan maksimalkan pelaksanaan sosialisasi dan aturan yang terdapat dalam pelaksanaan koperasi.
Baik dari pembentukan, pengandministrasian maupun membantu membuat laporan keuangan serta laporan pertanggungjawaban pengurus dalam menghadapi RAT.
Dengan demikian keberadaan koperasi awal pembentukan, pengandministrasian maupun membantu membuat laporan keuangan serta laporan pertanggungjawaban pengurus dalam menghadapi RAT. Dengan demikian keberadaan koperasi yang diharapkan menjadi sokoguru perekonomian itu bisa terwujud,"tutur dia.
Lukman, pengurus Koperasi Silva yang membawahi Koperasi SSB ( Silva Sejahtera Berseri) maupun koperasi MML ( Mangrove Meranti Lestari), menambahkan kegiatan hari itu dimana 2 koperasi yang menjadi mitra Silva itu hanya sebatas melaksanakan rapat anggota tanpa mengadakan pergantian pengurus.
Sebab pergantian pengurus di koperasi MML dan SSB baru akan digelar akhir tahun 2017.
Jadi hari ini hanya untuk mendengarkan laporan pengurus tentang pelaksanaan kegiatan serta hal lain yang dianggap perlu. Koperasi di bawah bendera SILVA semua berjalan sebagaimana mestinya,"imbuh Lukman.(RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…